Usulan Tanggul Laut Hybrid Sea Wall di Pesisir Demak Disetujui Otorita Pengelola Pantura
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- visibility 75

Foto: Suasana rapat bersama Wakil Gubernur Jateng dan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Usulan pembangunan tanggul laut dengan skema hybrid sea wall di pesisir Kabupaten Demak telah diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Tanggul laut ini nantinya akan dibangun dari Demak sampai Jepara.
“Untuk hybrid sea wall nanti dari Kabupaten Demak sampai ke Jepara,” terang Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Selasa (9/12/2025).
Pembangunan hybrid sea wall akan melibatkan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Sementara itu, saat ini, pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul laut Pantura Jawa, di Teluk Jakarta dan Teluk Semarang. Teluk Semarang meliputi perairan di Kabupaten Kendal, Kota Semarang, dan sebagian di Kabupaten Demak.
“Itu prioritas pertama. Dan kalau kita cermati ternyata di beberapa tempat lain, termasuk misalnya sebagian (Kabupaten) Batang, Tegal, dan Pekalongan, itu juga sudah luar biasa (dampak rob),” ucap Wakil Ketua II Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Suhajar Diantoro.
Giant sea wall nantinya dibangun menggunakan full beton, tetapi ada juga yang hanya dengan penguatan ekosistem hutan mangrove.
“Yang mangrovenya masih kuat, maka akan dilakukan penguatan terhadap mangrovenya. Pada bagian-bagian tertentu, mungkin cukup (penguatan) tanggul pantai,” lanjut dia.
Proses pembangunan tanggul laut di Pantura diperkirakan membutuhkan waktu 20-30 tahun. Sementara, percepatan prioritas pembangunan di Teluk Jakarta dan Semarang diperkirakan membutuhkan waktu selama delapan tahun.
Sementara itu, saat ini, Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa bersama Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut sedang melakukan survei batimetri dan soil investigasi (penyelidikan tanah) di Teluk Semarang dan Jakarta.
Survei di Teluk Semarang sudah mencapai 70% lebih, kemudian dilanjutkan pekerjaan konsultan untuk merancang desain dimulai pada Januari 2026, sekaligus menghitung dampak-dampak sosialnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

