16 Orang Tewas di Tol Krapyak, Polisi Ungkap Hasil Tes Narkoba Sopir Bus Cahaya Trans
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 45

Kabarjatengterkini.com- Kecelakaan maut yang melibatkan bus Cahaya Trans di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih terus diselidiki pihak kepolisian. Dalam perkembangan terbaru, sopir bus telah menjalani pemeriksaan narkoba dan hasilnya dinyatakan negatif.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Polisi Artanto, saat memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi, Semarang, Senin (22/12/2025).
“Dari hasil pemeriksaan darah, sopir dinyatakan negatif narkoba,” ujar Artanto kepada awak media.
Menurut Artanto, sopir yang mengemudikan bus Cahaya Trans saat kejadian merupakan sopir pengganti atau sopir cadangan. Bus tersebut diketahui berangkat dari Bogor dengan tujuan akhir Yogyakarta, membawa total 34 orang termasuk sopir dan kru.
“Bus sempat berhenti di Subang untuk pergantian sopir. Sopir saat ini sudah kami amankan dan tengah dimintai keterangan lebih lanjut,” jelasnya.
Polisi Dalami Faktor Kendaraan dan Teknis Kecelakaan
Meski hasil tes narkoba menunjukkan negatif, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab kecelakaan. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan memeriksa berbagai aspek, mulai dari kondisi pengemudi, kelayakan kendaraan, hingga faktor teknis jalan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh, termasuk olah tempat kejadian perkara menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Semua data akan dianalisis secara komprehensif,” tambah Artanto.
Hasil penyelidikan tersebut, kata Artanto, akan diumumkan secara resmi kepada publik setelah proses investigasi selesai. Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan dan objektif.
Kronologi Singkat Kecelakaan Bus Cahaya Trans
Bus Cahaya Trans mengalami kecelakaan tunggal dengan terguling di exit Tol Krapyak pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Bus tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Yogyakarta sebelum akhirnya terguling di area simpang susun tol.
Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 penumpang meninggal dunia di lokasi dan di rumah sakit, sementara belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Sopir bus dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Saat ini, ia diamankan oleh Polrestabes Semarang untuk kepentingan penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling fatal di wilayah Jawa Tengah sepanjang akhir 2025, sekaligus menyoroti kembali isu keselamatan transportasi darat, khususnya bus antarkota.
Identifikasi 16 Korban Tewas Telah Rampung
Sementara itu, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban tewas dalam kecelakaan tersebut telah berhasil diidentifikasi. Kepala Biddokkes Polda Jateng, Kombes Pol Agustinus, menyatakan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan metode forensik standar.
“Seluruh 16 korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, ciri fisik, properti, serta pemeriksaan gigi,” kata Agustinus.
Rinciannya, sepuluh korban berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, empat korban melalui kombinasi sidik jari dan ciri fisik, satu korban melalui sidik jari dan properti, serta satu korban lainnya melalui sidik jari dan pemeriksaan gigi.
Daftar Lengkap Korban Meninggal Dunia
Berikut daftar 16 korban tewas dalam kecelakaan bus Cahaya Trans di exit Tol Krapyak:
- Srihono (53), Klaten, Jawa Tengah
- Sagimin (61), Klaten, Jawa Tengah
- Erna Peni Hartari (52), Bogor, Jawa Barat
- Anis Munandar (36), Boyolali, Jawa Tengah
- Listiana (44), Klaten, Jawa Tengah
- Yanto (47), Klaten, Jawa Tengah
- Ngatiyem (48), Boyolali, Jawa Tengah
- Wahyu Eko Tomo (26), Boyolali, Jawa Tengah
- Sugimo (62), Boyolali, Jawa Tengah
- Mutia Citra Dewi (19), Sleman, Yogyakarta
- Saguh (62), Bogor, Jawa Barat
- Dwi Rahayu (56), Banten
- Anih (56), Bogor, Jawa Barat
- Noviani (31), Bogor, Jawa Barat
- Haryadin (43), Jakarta Timur, DKI Jakarta
- Endah (48), Sleman, Yogyakarta
Penanganan Lanjutan dan Evaluasi Keselamatan
Polda Jawa Tengah memastikan akan terus mendalami penyebab kecelakaan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, evaluasi terhadap kelayakan armada bus dan sistem manajemen perjalanan juga menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Kecelakaan bus Cahaya Trans ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan transportasi umum di Indonesia.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

