Doa Akhir Tahun yang Bisa Diamalkan Saat Pergantian 2025 ke 2026
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- visibility 73

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Salah satu amalan yang dianjurkan dilakukan umat Islam adalah berdoa, khususnya di akhir tahun untuk menyongsong lembaran baru di tahun berikutnya. Selain itu, memanjatkan doa akhir tahun juga menjadi cara untuk musabahah diri selama setahun terakhir.
Doa akhir tahun diamalkan sebagai upaya permohonan perlindungan dari fitnah dan tipu daya setan, sekaligus mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun penuh. Lantas, bagaimana bacaan doa akhir tahun tersebut? Simak selengkapnya berikut ini!
Doa Akhir Tahun
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَمِلْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā wa maulānā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Allāhumma mā ‘amiltu fī hādhihis-sanati mimmā nahaitanī ‘anhu falam atub minhu wa lam tarḍahu wa lam tansahu wa ḥamalta ‘alayya ba’da qudratika ‘alā ‘uqūbatī wa da’autanī ilat-taubati minhu ba’da jur’atī ‘alā ma’ṣiyatika, fa innī astaghfiruka faghfir lī. Wa mā ‘amiltu fīhā mimmā tarḍāhu wa wa’adtanī ‘alaihis-tsawāba fa as’aluka Allāhumma yā Karīmu yā Dzāl-Jalāli wal-Ikrām an tataqabbalahu minnī wa lā taqṭa’ rajā’ī minka yā Karīm. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang, sementara aku belum bertobat darinya, dan perbuatan itu tidak Engkau ridhai serta tidak Engkau lupakan, padahal Engkau mampu untuk menghukumku, namun Engkau tetap memanggilku untuk bertobat setelah keberanianku bermaksiat kepada-Mu; maka sungguh aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang telah aku lakukan pada tahun ini dari hal-hal yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku memohon kepada-Mu, wahai Allah Yang Maha Mulia, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.”
Atau juga bisa membaca doa berikut,
اللَّهُمَّ مَا عَمِلَتْ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فيها على بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَ تي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلْكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ
Allāhumma mā ‘amilat min ‘amalin fī hādhihis-sanati mā nahaitanī ‘anhu wa lam atub minhu, wa ḥalimta fīhā bi faḍlika ba’da qudratika ‘alā ‘uqūbatī, wa da’autanī ilat-taubati min ba’di jarā’atī ‘alā ma’ṣiyatika. Fa innī istaghfartuka faghfir lī. Wa mā ‘amiltu fīhā mimmā tarḍā wa wa’adtanī ‘alaihis-tsawāba fa as’aluka an tataqabbala minnī wa lā taqṭa’ rajā’ī minka yā Karīm.
Artinya: Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatan ku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

