Tanggul Sungai Tuntang Jebol Sebabkan Banjir Grobogan, Perbaikan Ditargetkan Rampung Besok
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: Tanggul Sungai Tuntang Jebol Sebabkan Banjir Grobogan (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Banjir di wilayah Grobogan beberapa waktu lalu disebabkan karena jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Terkait hal tersebut, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan tanggul rampung dalam waktu tiga hari hingga Jumat (20/2/2026).
“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (18/2/2026).
Pihaknya meminta perbaikan difokuskan pada titik-titik yang rusak, serta mengimbau adanya perawatan rutin untuk meminimalisir risiko saat curah hujan tinggi. Ia menambahkan, penanganan tidak hanya memperbaiki kerusakan, tapi juga antisipasi seluruh bentang tanggul.
“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegas wagub.
“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” lanjut dia.
Sementara itu, pihak BBWS Pemali Juana telah mengerahkan sembilan alat berat untuk menutup dua titik tanggul yang jebol. Penutupan tanggul diperkirakan selesai dalam tiga hari, kemudian akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu tujuh hari.
“Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” terang PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso.
“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” lanjut dia.
Sebagai informasi, Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026), disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu sungai Glugu, dan Sungai Tuntang. Hal tersebut mengakibatkan sejumlah desa di 10 kecamatan terendam banjir, serta jalur provinsi Semarang-Grobogan terputus. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

