Program Latsarmil bagi Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Bakal Diganti
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Merah Putih bakal diganti yang baru. Program tersebut akan hadir dalam bentuk bela negara dan latihan manajerial.
“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo, Senin (29/6/2026), dikutip CNN Indonesia.
Perubahan dan penyesuaian dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) buntut kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia. Lewat program yang baru, kegiatan fisik dan pelatihan kemiliteran akan dikurangi.
Sementara, fokus kegiatan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta manajerial terkait perkoperasian.
“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Rico.
Sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya diminta mengevaluasi secara menyeluruh program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Merah Putih. Evaluasi juga meliputi materi selama pendidikan.
“Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia.
Hal ini turut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam menanggapi kabar mengenai para peserta yang meninggal dunia selama pelatihan. Meski demikian, pelatihan tersebut tidak akan dihentikan.
“Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan, kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi,” kata Pras, Jumat (26/6/2026).
Pihaknya turut menyampaikan keprihatian dan rasa duka cita atas meninggalnya tiga calon pengelola Koperasi Merah Putih. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, belum ditemukan adanya indikasi kelalaian terkait peristiwa tersebut.
“Saya rasa belum ya, karena kan itu kalau kami dengar laporan itu baru di hari, hari pertama, hari kedua ya,” ujarnya.
“Kita tentunya pertama kita menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam ya. Tapi, mari kita terus untuk memperbaiki gitu,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

