Jalan Penghubung Desa Sukoharjo-Mataraman Rusak Parah, DPUTR Pati: Masuk Aset Desa
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: kondisi jalan rusak (Sumber: kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Salah satu jalan penghubung antardesa di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, rusak parah. Kerusakan jalan tersebut tepatnya berada di antara Desa Sukoharjo dan Desa Mataraman.
Hal tersebut sudah dikeluhkan oleh warga setempat. Meski demikian, belum ada perbaikan dari pemerintah desa maupun daerah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengatakan bahwa ruas jalan Desa Sukoharjo-Mataraman merupakan aset desa, sehingga belum bisa memasuk rencana perbaikan DPUTR Pati.
“Untuk ruas jalan di Desa Sukoharjo dan Desa Metaraman masuknya aset desa. Jadi kami belum bisa memasukkan rencana perbaikannya,” jelas Hasto, Selasa (13/10/2026).
Meski begitu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas DPUTR, Riyoso, agar informasi itu sampai ke Plt Bupati Pati. Harapannya, Pemkab bisa memberikan bantuan keuangan agar segera dilakukan penanganan.
“Kemarin sudah kami koordinasikan dengan Pak Kadis, akan matur Pak Plt. Bupati untuk bisa dilakukan penanganan dengan bantuan keuangan kabupaten,” dia menambahkan
Sebelumnya, warga desa bernama Naria menyebutkan bahwa persoalan jalan rusak sudah berlangsung sejak tujuh tahun yang lalu. Hal itu dianggap berbahaya bagi keselamatan pengendara motor,
“Batu-batunya besar banget, banyak pengendara jalan sepeda motor banyak yang jatuh. Bahkan kalau hujan nyemek banget, kalau dari warga sini sudah tujuh tahun yang lalu, belum ada tindakan sama sekali,” ujar Naria.
Permasalahan tersebut sempat diadukan ke Pemkab Pati saat Bupati Sudewo masih menjabat. Kemudian, laporan kembali dilayangkan ke Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, namun belum ada penanganan riil.
“Sudah pernah pengaduan dari jaman Pak Dewo lewat Aplikasi Lapor Pak Dewo. Sampai sekarang belum ada tindakan,” terang dia.
“Kemarin saya ketemu Pak Candra langsung waktu di simpang lima itu mungkin Pak Chandra merespon itu dia baru mengecek dulu ini jalan desa atau provinsi, cuman sampai sekarang pun tidak ada tindakan yang real dari Pak Chandra,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

