Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Bagaimana Cara agar Tidak Makan Berlebihan?

Bagaimana Cara agar Tidak Makan Berlebihan?

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
  • visibility 320

Mitrapost.com – Makan merupakan aktivitas penting untuk mengasup nutrisi dan energi bagi tubuh. Dengan demikian, kita tidak merasa mudah lelah dan lesu saat beraktivitas sehari-hari. Selain itu, makanan juga mengaktifkan daya tahan, sehingga tetap sehat dan tidak mudah sakit.

Makan penting dilakukan dengan porsi yang cukup dan gizi yang seimbang untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal. Sebaliknya, makan berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan di masa mendatang.

Maka dari itu, berikut kami berikan beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol keinginan makan berlebihan!

Menggunakan piring kecil

Tips agar tidak makan berlebihan adalah menggunakan piring kecil. Cara ini memberikan efek psikologis yang memengaruhi persepsi seseorang terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi. Piring kecil membuat makanan terlihat lebih banyak dan penuh, sehingga Anda merasa sudah cukup meski porsinya sebenarnya sedikit.

Mengunyah lebih lambat

Tips selanjutnya adalah mengunyah lebih lambat, setidaknya 20 hingga 30 kali kunyahan setiap suapan. Selain memudahkan nutrisi terserap tubuh, mengunyah hingga halus membuat kita lebih mudah kenyang, sehingga mencegah makan berlebihan. Ini karena otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal kenyang dari hormon-hormon yang dilepaskan saat makan.

Minum sebelum makan

Minum sebelum makan bisa membuat Anda merasa lebih cepat kenyang. Hal ini karena air akan mengisi sebagian ruang di lambung, sehingga mengurangi nafsu makan dan membuat Anda makan dalam porsi yang lebih sedikit dan mencegah makan berlebihan.

Makan di waktu yang tepat

Makan pada waktu yang tepat dapat membantu mencegah makan berlebihan. Idealnya, sarapan dilakukan dalam 1-2 jam setelah bangun tidur, atau sekitar pukul 7-9 pagi. Selanjutnya, makan siang sebaiknya dilakukan sekitar 4-5 jam setelah sarapan, misalnya pukul 12 siang hingga 1 siang. Sementara makan malam dilakukan 2-3 jam sebelum tidur, sekitar pukul 6-8 malam. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah satu stand di Rembang Wellnes Festival / rembangkab

    Bupati Harno Apresiasi Penyelenggaraan Rembang Wellness Festival

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Bupati Rembang, Harno mengapresiasi penyelenggaraan Rembang Wellness Festival yang digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 serta Hari Bakti Dokter Nasional ke-75. Festival tersebut digelar di Alun-alun Rembang hingga ke komplek museum RA Kartini pada Minggu (16/11/2025) pagi. Berbagai kegiatan yang dihadirkan berhasil membuat antusias masyarakat Kota Garam. Diantaranya ada senam […]

  • ikan beku

    5 Tips Memasak Ikan Beku dengan Tepat Agar Tidak Hancur

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Memasak ikan beku adalah pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin menyajikan hidangan laut tanpa harus khawatir ikan cepat rusak. Namun, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengolah ikan beku yang bisa merusak tekstur dan cita rasa hidangan. Meskipun tampak sederhana, kesalahan-kesalahan ini bisa membuat ikan kehilangan kelembutannya, bahkan menjadi kering dan […]

  • Ada Penambangan di Lereng Gunung Slamet, Kepala Cabang Dinas ESDM Jateng: Sudah Kantongi Izin

    Ada Penambangan di Lereng Gunung Slamet, Kepala Cabang Dinas ESDM Jateng: Sudah Kantongi Izin

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Viral video di media sosial menunjukkan aktivitas penambangan di lereng Gunung Slamet, tepatnya Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas. Hal ini turut menjadi sorotan warganet agar tambang tersebut ditutup karena dikhawatirkan menyebabkan bencana alam. Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas ESDM Pemprov Jateng Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko membenarkan adanya aktivitas penambangan di wilayah […]

  • LPSK Jemput Bola Tangani Kasus Pemerkosaan di Ponpes Pati, Siap Beri Perlindungan ke Korban

    LPSK Jemput Bola Tangani Kasus Pemerkosaan di Ponpes Pati, Siap Beri Perlindungan ke Korban

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sedang jemput bola untuk menangani kasus dan memberikan perlindungan terhadap seluruh korban pemerkosaan di pondok pesantren (ponpes) Pati. “LPSK jemput bola terkait kasus ini. Baru mau ketemu para korban dan kemudian koordinasi dengan aparat penegak hukum yang tangani baru hari ini,” kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtias, Rabu […]

  • mars

    Meteorit Mars Terbesar di Bumi Terjual Rp86,5 Miliar, Cetak Rekor Dunia!

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 473
    • 0Komentar

      Jakarta, Kabarjatengterkini.com — Dunia lelang kembali mencatat sejarah luar biasa. Sebuah meteorit Mars langka seberat 24,5 kilogram, yang dinamai NWA 16788, berhasil terjual dengan harga fantastis US$ 5,3 juta atau setara dengan Rp 86,5 miliar (dengan kurs Rp 16.329,1). Lelang ini digelar oleh rumah lelang ternama Sotheby’s dan mencetak rekor dunia sebagai meteorit termahal […]

  • polisi

    Polisi Tembakkan Gas Air Mata Dekat Kampus Unisba dan Unpas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Bandung, Kabarjatengterkini.com – Suasana mencekam terjadi di sekitar kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Selasa (2/9) dini hari, setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata di sekitar kampus. Insiden tersebut memicu bentrokan antara polisi dan kelompok mahasiswa, serta memunculkan berbagai reaksi dari publik, terutama sivitas akademika dan aktivis mahasiswa. Peristiwa ini bermula […]

expand_less