Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bupati Pati Sudewo Akhirnya Muncul di Publik Setelah Delapan Hari Absen

Bupati Pati Sudewo Akhirnya Muncul di Publik Setelah Delapan Hari Absen

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
  • visibility 106

Kabarjatengterkini.comBupati Pati, Sudewo, akhirnya muncul di hadapan publik pada Jumat (22/8/2025), setelah delapan hari absen pasca demonstrasi yang menuntut pelengserannya pada Rabu, 13 Agustus lalu.

Momen kembalinya Sudewo ke muka publik terjadi saat dirinya menghadiri acara Pelepasan Peserta Raimuna Daerah XIII Kwarda Jawa Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Kantor Kwartir Cabang Pati. Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut hadir mendampingi Sudewo.

Kehadiran Sudewo ini menarik perhatian publik, mengingat sebelumnya ia tak terlihat dalam beberapa agenda penting, termasuk upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

Upacara tersebut bahkan harus dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menggantikan posisi Bupati Pati yang absen. Selain itu, Sudewo juga tidak hadir dalam dua agenda Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati yang digelar selama periode ketidakhadirannya.

Sudewo Menjelaskan Alasan Absen

Usai menghadiri pelepasan peserta Raimuna, Sudewo memberikan penjelasan mengenai ketidakhadirannya dalam beberapa acara sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa meski tidak terlihat di publik, dirinya tetap menjalankan tugas-tugas kedinasan seperti biasa di Kantor Bupati Pati. “Di kantor (Bupati Pati). Tanda tangan, tanda tangan, koordinasi-koordinasi,” ujar Sudewo.

Bupati Pati ini juga membenarkan bahwa pada saat Rapat Paripurna DPRD Pati, dirinya memang sedang berada di Jakarta. “Ke Jakarta, ya karena Apkasi itu. Ada rapat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), dan juga menghadap ke Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum),” jelas Sudewo. Ia juga menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia menggelar rapat yang berkaitan dengan agenda Apkasi, serta berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum terkait hal-hal penting yang berkaitan dengan Kabupaten Pati.

Kondisi Kesehatan Sudewo

Selain itu, Sudewo juga mengungkapkan bahwa selama periode delapan hari tersebut, ia sempat merasa kurang sehat. “Ya, alhamdulillah sudah sembuh, doanya,” ujar Sudewo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa absennya Bupati Pati juga dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang sempat mengganggu aktivitasnya, meski kini kondisinya sudah membaik.

Reaksi Publik Terhadap Absen Sudewo

Kehadiran Sudewo yang pertama kali di publik setelah sekian lama absen tentu menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan pejabat setempat. Beberapa pihak merasa lega melihat kembalinya Bupati Pati ke aktivitas publik, sementara yang lain masih memantau langkah-langkah yang akan diambil Sudewo terkait isu-isu yang berkembang pasca aksi demonstrasi 13 Agustus.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat pada 13 Agustus lalu menuntut agar Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Demonstrasi tersebut menjadi perhatian publik, mengingat ketidakpuasan warga terhadap kepemimpinan Sudewo yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Sudewo tetap menghadapinya dengan tenang dan menjelaskan bahwa ia tetap bekerja seperti biasa meskipun dalam situasi yang menegangkan.

Agenda Pemerintahan yang Terlewat

Salah satu hal yang cukup menarik perhatian adalah absennya Sudewo dalam beberapa agenda penting, seperti upacara HUT RI dan Rapat Paripurna DPRD Pati. Pihak pemerintah Kabupaten Pati dan masyarakat tentu berharap agar ke depannya Bupati Sudewo lebih aktif dan hadir dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan dan kepentingan publik. Banyak yang menilai bahwa kehadiran pemimpin daerah dalam acara-acara tersebut penting untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap pembangunan daerah dan kepedulian terhadap masyarakat.

Namun, di sisi lain, ada juga yang memahami kondisi Sudewo yang sempat terhalang oleh masalah kesehatan dan agenda penting di Jakarta. Pasalnya, kegiatan di Apkasi dan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum tentunya sangat berkaitan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan program-program pemerintah yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di Kabupaten Pati.

Harapan ke Depan untuk Pemerintahan Kabupaten Pati

Kembalinya Sudewo ke publik setelah sekian lama absen juga membuka ruang bagi harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Pati. Banyak pihak yang menginginkan agar Bupati Sudewo lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lebih sering turun ke lapangan untuk mendengarkan keluhan serta masukan dari warga. Partisipasi aktif dalam rapat-rapat pemerintahan dan acara-acara penting lainnya juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemerintahan di Pati.

Dalam waktu yang akan datang, masyarakat berharap agar kehadiran Sudewo di depan publik bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai bentuk komitmen nyata untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah. Dengan demikian, diharapkan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Pati dapat lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Setelah sempat menghilang selama delapan hari, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul kembali di hadapan publik dalam acara Pelepasan Peserta Raimuna Daerah XIII Kwarda Jawa Tengah. Meskipun absen dalam beberapa acara penting, Sudewo menjelaskan bahwa ia tetap bekerja di Kantor Bupati Pati dan memiliki agenda di Jakarta terkait Apkasi dan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum. Selain itu, kondisi kesehatannya yang sempat terganggu juga menjadi salah satu alasan ketidakhadirannya.

Kini, masyarakat Kabupaten Pati berharap agar Bupati Sudewo dapat lebih aktif dalam menjalankan tugasnya dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah, dengan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pejabat setempat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tanah longsor yang terjadi di wilayah lereng Gunung Slamet disebut bukan disebabkan oleh aktivitas pertambangan, melainkan cuaca ekstrem. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, longsor dipicu curah hujan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Hal ini menyebabkan tanah jenuh air, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan di […]

  • perbatasan

    Bentrokan di Perbatasan Thailand-Kamboja: 23 Warga Kamboja Terluka

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Situasi di perbatasan Thailand-Kamboja kembali memanas setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga Kamboja berujung bentrokan dengan pasukan militer Thailand pada Rabu (17/9). Insiden ini terjadi di wilayah perbatasan Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, yang berbatasan langsung dengan wilayah timur Thailand. Menurut laporan dari kantor berita internasional AFP yang dikutip Kamis (18/9), ketegangan bermula dari […]

  • Harga Pasaran Melambung, Pemprov Jateng Salurkan Cabai Rawit Merah Subsidi

    Harga Pasaran Melambung, Pemprov Jateng Salurkan Cabai Rawit Merah Subsidi

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Harga pasaran cabai rawit merah capai Rp85 per kilogram di Jawa Tengah. Tingkat harga ini jauh di atas dari harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp57 ribu per kilogram atau mengalami kenaikan hingga 49 persen. Dalam rangka menekan melambungnya harga komoditas cabai rawit merah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah strategis […]

  • Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Besaran dana desa di Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan, yakni hingga 70 persen. Dana desa tahun 2026 disebut sebesar Rp300 juta per desa dari Rp1 miliar pada periode sebelum-sebelumnya. Sebelumnya, Jateng memperoleh jatah untuk alokasi dana desa mencapai Rp7,9 triliun pada tahun 2025, sementara tahun ini menjadi Rp2,1 triliun. “Sekarang cuma Rp 300 […]

  • macan tutul

    Macan Tutul Ditemukan di Bandung, Langsung Dikirim ke Cikananga untuk Rehabilitasi

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Macan tutul yang ditemukan di area Hotel Anugerah, Bandung, kini telah tiba di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan penuh perawatan. Keputusan ini diambil setelah kondisi satwa tersebut dinyatakan membaik usai proses pembiusan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Agus Arianto, […]

  • lula lahfah

    Kronologi dan Penyebab Meninggalnya Lula Lahfah, Sempat Berencana Beri Kejutan Ulang Tahun Dara Arafah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kepergian influencer dan kreator konten Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya. Sosok Lula dikenal ceria, aktif di media sosial, dan memiliki lingkar pertemanan yang luas di kalangan publik figur. Tak heran, kabar meninggalnya Lula secara mendadak mengundang perhatian publik. Salah satu sahabat dekatnya, Keanu […]

expand_less