Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Anggaran DPR Naik Drastis hingga Rp 9,9 Triliun, Sementara Wasekjen Gerindra Jadi Komisaris Waskita Karya

Anggaran DPR Naik Drastis hingga Rp 9,9 Triliun, Sementara Wasekjen Gerindra Jadi Komisaris Waskita Karya

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
  • visibility 245

Kabarjatengterkini.com– Berita mengenai kenaikan alokasi anggaran DPR yang mencapai Rp 9,9 triliun dalam RAPBN 2026 menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di KumparanBisnis pada Kamis (21/8/2025). Selain itu, berita mengenai pengangkatan mantan Wakil Sekjen Gerindra, Ade Abdul Rochim, sebagai Komisaris PT Waskita Karya (WSKT) juga menyita perhatian publik. Berikut ini adalah rangkuman lengkap mengenai kedua topik yang tengah hangat dibicarakan tersebut.

Anggaran DPR Naik Drastis, Mencapai Rp 9,9 Triliun pada 2026

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, alokasi anggaran untuk DPR mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan dokumen Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Buku III Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L), anggaran DPR dipatok sebesar Rp 9,9 triliun, yang merupakan kenaikan sebesar 47,8 persen dibandingkan dengan APBN 2025 yang sebesar Rp 6,69 triliun. Angka ini juga menunjukkan kenaikan sebesar 83 persen dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2021 yang hanya tercatat sebesar Rp 5,4 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan bahwa kenaikan anggaran DPR ini mencakup dua jenis belanja utama, yakni belanja operasional dan nonoperasional. Belanja operasional mencakup pengeluaran untuk gaji dan tunjangan anggota DPR, serta tunjangan untuk aparatur sipil negara (ASN), staf khusus, tenaga ahli, dan staf administrasi. Sedangkan belanja nonoperasional dialokasikan untuk mendukung kinerja Sekretariat Jenderal DPR dalam menjalankan tugas dan fungsi parlemen.

Rincian Alokasi Anggaran DPR

Jika melihat tren alokasi anggaran DPR dalam beberapa tahun terakhir, kenaikan ini tampak konsisten. Berikut adalah rincian anggaran DPR dalam beberapa tahun terakhir:

  • 2021: Rp 5,41 triliun
  • 2022: Rp 5,6 triliun
  • 2023: Rp 6,01 triliun
  • 2024: Rp 5,94 triliun
  • 2025: Rp 6,69 triliun
  • 2026: Rp 9,9 triliun (proyeksi RAPBN)

Dengan adanya kenaikan yang signifikan ini, banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai dampaknya terhadap kinerja dan pelayanan DPR, serta apakah anggaran yang lebih besar ini akan mampu meningkatkan kualitas pengawasan dan pembuatan kebijakan yang lebih pro-rakyat.

Beberapa kalangan menyarankan agar kenaikan anggaran ini dibarengi dengan transparansi yang lebih besar, sehingga masyarakat dapat mengawasi secara lebih efektif bagaimana anggaran tersebut digunakan dan apakah hasilnya benar-benar sebanding dengan peningkatan anggaran yang diajukan.

Wasekjen Gerindra Ade Abdul Rochim Jadi Komisaris Waskita Karya

Selain kenaikan anggaran DPR, berita lain yang tak kalah menarik perhatian adalah pengangkatan mantan Wakil Sekjen Gerindra, Ade Abdul Rochim, menjadi Komisaris PT Waskita Karya (WSKT). Hal ini terjadi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/8), yang memutuskan perubahan susunan pengurus perseroan.

Ade Abdul Rochim, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam Partai Gerindra pada periode 2020–2024, kini mengambil posisi di jajaran komisaris Waskita Karya. Bersama Ade, ada juga nama Hasby Muhammad Zamri, yang sebelumnya berkarier di DPR sebagai staf ahli serta di Kementerian UMKM sebagai staf khusus. Hasby Muhammad Zamri sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris di Waskita Beton Precast (WSBP) sebelum akhirnya mengundurkan diri setelah diangkat menjadi Komisaris Waskita Karya.

Selain mereka berdua, ada tiga nama baru yang diangkat menjadi Komisaris Independen Waskita Karya, yakni Aqila Rahmani, Muhammad Harrirar Syafar, dan Muhammad Abdullah Syukri. Berikut adalah susunan lengkap jajaran Komisaris Waskita Karya:

  • Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
  • Komisaris: Ade Abdul Rochim
  • Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
  • Komisaris Independen: Aqila Rahmani
  • Komisaris Independen: Muhammad Harrirar Syafar
  • Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri

Sedangkan susunan direksi Waskita Karya adalah sebagai berikut:

  • Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
  • Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
  • Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
  • Direktur Operasi I: Ari Asmoko
  • Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto

Pengangkatan Ade Abdul Rochim dan beberapa nama lainnya ke posisi komisaris Waskita Karya menambah sorotan pada jajaran pengurus BUMN ini. Waskita Karya, yang merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, tentu diharapkan bisa lebih berkembang dengan adanya figur-figur baru yang memiliki pengalaman luas di bidang politik dan pemerintahan.

Dampak Pengangkatan Ini Terhadap Waskita Karya

Pengangkatan Ade Abdul Rochim dan Hasby Muhammad Zamri di jajaran komisaris Waskita Karya menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam struktur manajemen perusahaan BUMN ini. Waskita Karya, yang sebelumnya sempat mengalami kesulitan finansial dan menghadapi beberapa masalah proyek, kini berharap dapat memperoleh masukan berharga dan arah yang lebih jelas dari jajaran komisaris yang baru.

Beberapa pihak melihat pengangkatan ini sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat Waskita Karya dalam menghadapi persaingan ketat di industri konstruksi, serta untuk meningkatkan kinerja perusahaan ke depannya. Dengan pengalamannya di dunia politik dan pemerintahan, Ade Abdul Rochim dan koleganya diharapkan dapat membawa perspektif baru yang bisa menguntungkan Waskita Karya di masa mendatang.

Kenaikan anggaran DPR yang signifikan hingga mencapai Rp 9,9 triliun di RAPBN 2026 dan pengangkatan Ade Abdul Rochim sebagai Komisaris Waskita Karya menjadi dua berita yang paling menarik perhatian publik pada Kamis (21/8/2025). Kenaikan anggaran ini mencerminkan kebutuhan DPR akan pembiayaan yang lebih besar untuk mendukung kegiatan legislatif, sementara pengangkatan Ade dan beberapa nama lainnya di Waskita Karya menunjukkan pergeseran penting dalam struktur manajemen BUMN besar di Indonesia. Keduanya menjadi sorotan yang layak untuk terus diikuti, mengingat dampaknya terhadap kebijakan publik dan perkembangan sektor infrastruktur di Indonesia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz /rembangkab

    Ekosistem Kopdes di Rembang Tunjukkan Perkembangan Signifikan

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tercatat, ada 170 agen laku pandai yang aktif memberikan pelayanan keuangan di masyarakat. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan bahwa hal itu menjadi bukti bahwa kopdes di Rembang tumbuh dan menjalankan fungsi […]

  • Kemenkes Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    Menkes RI Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tingkat penularan campak diperkirakan bisa enam kali lebih tinggi dari virus Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan bahwa campak merupakan penyakit yang paling mudah menular. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dengan membandingkan penularan campak dengan Covid-19. Menurutnya, pasien Covid-19 bisa menularkan virus kepada 3-4 orang sekaligus, sedangkan campak bisa […]

  • jateng

    Pemprov Jateng Genjot Pendapatan Daerah dari Sektor Investasi

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah instruksikan setiap daerah memiliki kawasan khusus untuk penanaman modal. Hal ini dilakukan guna menggenjot pendapatan daerah dari sektor investasi. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, perekonomian tidak hanya ditopang dengan swasembada pangan saja, namun juga aktivitas di industri. Adapun salah satunya seperti  kawasan ekonomi khusus (KEK) Industripolis Batang […]

  • Normalisasi Sungai Silugonggo Hingga Penghijauan Pegunungan Kendeng untuk Mitigasi Banjir

    Normalisasi Sungai Silugonggo Hingga Penghijauan Pegunungan Kendeng untuk Mitigasi Banjir

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Persoalan sampah yang menumpuk hingga tanaman enceng gondok disebut jadi penyebab aliran air di sungai tersumbat. Faktor tersebut juga bisa memperparah terjadinya banjir di Kabupaten Pati jika curah hujan tinggi. Menanggapi hal ini, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra telah menyampaikan ke BBWS dan Kementerian PUPR terkait rencana normalisasi Sungai Silugonggo hingga […]

  • prabowo

    Presiden Prabowo Perluas Layanan Kesehatan: Targetkan Pembangunan Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten/Kota

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional melalui pembangunan rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintahan Prabowo yang fokus pada pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama di wilayah terpencil dan kurang terjangkau fasilitas medis. Dalam keterangannya […]

expand_less