Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polisi Tembakkan Gas Air Mata Dekat Kampus Unisba dan Unpas

Polisi Tembakkan Gas Air Mata Dekat Kampus Unisba dan Unpas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
  • visibility 229

Bandung, Kabarjatengterkini.com – Suasana mencekam terjadi di sekitar kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Selasa (2/9) dini hari, setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata di sekitar kampus.

Insiden tersebut memicu bentrokan antara polisi dan kelompok mahasiswa, serta memunculkan berbagai reaksi dari publik, terutama sivitas akademika dan aktivis mahasiswa.

Peristiwa ini bermula dari patroli gabungan TNI-Polri yang dilakukan di Kota Bandung sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Polisi Sebut Ada Provokasi oleh Kelompok Berbaju Hitam

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika tim patroli mendapati kelompok berpakaian serba hitam memblokade jalan di kawasan Tamansari, tak jauh dari lokasi kampus Unisba dan Unpas.

“Anarko melakukan provokasi di dalam kampus Unisba dengan melempar bom molotov ke arah tim Polri. Tim kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata ke arah jalan raya, namun asapnya tertiup angin dan masuk ke area parkiran Unisba,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, massa tersebut secara terorganisir mencoba memancing aparat agar masuk ke dalam area kampus dengan maksud menciptakan narasi bahwa polisi menyerang institusi pendidikan.

Gas Air Mata Terkena Kampus, Polisi Bantah Serang Unisba

Meski gas air mata masuk ke area kampus, Polda Jabar membantah keras tudingan bahwa aparat melakukan serangan ke dalam kampus. Hendra menegaskan bahwa gas air mata hanya ditembakkan ke jalan raya sebagai bentuk pertahanan dari serangan yang disebutnya dilakukan oleh kelompok anarko.

“Gas air mata ditembakkan ke jalan raya, bukan ke kampus. Tapi karena kondisi angin, asapnya masuk ke parkiran Unisba. Kami tidak masuk atau menyerang kampus. Setelah situasi dapat dikendalikan dan serangan terhadap patroli gabungan berhenti, personel kami mundur,” jelas Hendra.

Ia menambahkan, langkah yang diambil polisi adalah tindakan represif terukur untuk menanggapi situasi yang mengancam keamanan.

Kampus Belum Beri Keterangan Resmi

Hingga berita ini ditulis, pihak Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden yang berdampak langsung ke area kampus tersebut. Tim dari CNNIndonesia.com telah menghubungi pihak kampus dan mendapat informasi bahwa saat ini mereka masih menyusun press release untuk disampaikan ke publik.

Rektor Unisba dan pihak pengelola kampus dikabarkan sedang berdiskusi dengan jajaran pimpinan serta bagian hukum kampus untuk merespons insiden ini secara formal.

Reaksi Mahasiswa dan Publik di Media Sosial

Insiden ini langsung menjadi trending topic di media sosial, terutama di platform X (dulu Twitter) dan Instagram. Banyak mahasiswa dan alumni dari kedua kampus menyayangkan terjadinya bentrokan yang berdampak pada keamanan lingkungan akademik.

Beberapa warganet membagikan video dan foto yang menunjukkan asap gas air mata menyelimuti gerbang Unisba, sementara yang lain memperlihatkan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri ke dalam gedung kampus.

Banyak yang mengecam penggunaan gas air mata di dekat area kampus dan mempertanyakan apakah langkah aparat sudah sesuai prosedur. Namun, tidak sedikit pula yang mendukung tindakan aparat apabila benar ada kelompok provokator yang memancing bentrok.

Kelompok Anarko Kembali Jadi Sorotan

Pihak kepolisian kembali menyinggung soal kelompok anarko, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap disebut terlibat dalam aksi kerusuhan, terutama saat demonstrasi mahasiswa atau unjuk rasa massa.

Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah mereka yang terlibat dalam insiden ini benar-benar merupakan bagian dari jaringan anarko, atau hanya dugaan awal dari aparat.

Polda Jabar juga belum mengumumkan adanya penangkapan terhadap pelaku pelemparan molotov atau blokade jalan. Hendra menyebut pihaknya masih mengumpulkan bukti dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Seruan Evaluasi dan Investigasi Independen

Sejumlah aktivis hak asasi manusia dan lembaga pengawas sipil menyerukan agar dilakukan investigasi independen terhadap insiden ini, mengingat lokasi kejadian sangat sensitif karena melibatkan kampus.

“Penggunaan kekuatan oleh aparat harus proporsional dan tidak boleh melanggar prinsip-prinsip perlindungan ruang akademik,” ujar salah satu pengamat kebijakan publik dari Bandung Institute of Governance Studies (BIGS).

Ia menekankan pentingnya kampus sebagai ruang aman bagi mahasiswa dan dosen, bukan lokasi bentrokan aparat dengan warga sipil.

Perlu Klarifikasi Menyeluruh

Hingga saat ini, kronologi penuh insiden bentrokan antara aparat dan mahasiswa di sekitar Unisba dan Unpas masih simpang siur. Aparat kepolisian menyebut adanya provokasi dari kelompok anarko, sementara pihak kampus belum memberikan klarifikasi resmi.

Publik menunggu penjelasan dari semua pihak, termasuk rekaman video lengkap, hasil investigasi, serta sikap resmi kampus terhadap insiden yang melibatkan mahasiswa, aparat, dan dugaan pelanggaran prosedur pengamanan ini.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 270
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga peduli dengan pola asuh terhadap generasi muda. Hal ini diupayakan dengan program Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin menyebutkan bahwa program Kerabat merupakan langkah dalam internalisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pola […]

  • Acara Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026

    Pemkot Semarang Apresiasi Warga yang Senantiasa Lestarikan Tradisi dan Budaya

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bangga dengan semangat dan antusiasme warga yang senantiasa berusaha melestarikan tradisi dan budaya leluhur. Salah satunya lewat gelaran sedekah bumi dan apitan di sejumlah daerah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa acara Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026 di tiga kelurahan menjadi wujud cinta masyarakat terhadap akar […]

  • Pemprov Jateng Terus Upayakan Tekan Angka Kasus Kematian Ibu dan Bayi

    Pemprov Jateng Terus Upayakan Tekan Angka Kasus Kematian Ibu dan Bayi

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai pencegahan kematian ibu dan bayi. Beberapa di antaranya enam kali pemeriksaan dan dua kali USG gratis bagi ibu hamil, serta pendampingan kehamilan berisiko tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, kasus kematian ibu dan anak bisa dicegah mulai dari sosialisasi […]

  • kpk

    KPK Sita Rp1,9 Miliar dalam OTT Bupati Muara Enim Edison, Ini Rincian Barang Buktinya

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dalam mengusut kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di dua lokasi berbeda, yakni Sumatera Selatan dan Jakarta, lembaga antirasuah tersebut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai hingga saldo rekening bernilai miliaran rupiah. Kasus yang menyeret […]

  • israel

    Kemlu RI Protes Aksi Militer Israel Pasang Sandi ‘Rising Lion’ di RS Indonesia

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melayangkan protes diplomatik dan kecaman keras terhadap tindakan provokatif militer Israel di Jalur Gaza. Langkah ini diambil setelah militer Israel secara terang-terangan memasang spanduk propaganda bertuliskan sandi militer ‘Rising Lion’ serta mengibarkan bendera Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jabalia, Gaza Utara. Tindakan […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina /semarangkota

    Walkot Semarang Siap Cari Solusi Bersama TPA Ilegal yang Berbatasan dengan Demak

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan siap mencari solusi bersama mengenai masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang ada di perbatasan antara Rowosari, Tembalang dengan Kebunbatur, Mranggen. Sebagaimana diketahui jika ada tumpukan dan pembakaran sampah di sana. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Berhubung lokasi TPA ilegal tersebut berada di wilayah perbatasan, Agustina menilai perlu […]

expand_less