Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Wajah Dua Leluhur dari Peradaban Kuno Keeladi “Dihidupkan Kembali” Lewat Rekonstruksi Digital

Wajah Dua Leluhur dari Peradaban Kuno Keeladi “Dihidupkan Kembali” Lewat Rekonstruksi Digital

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
  • visibility 110

Kabarjatengterkini.com — Dua pria dari 2.500 tahun lalu yang merupakan bagian dari peradaban kuno di wilayah Tamil Nadu, India, kini bisa “dilihat” kembali berkat teknologi rekonstruksi wajah digital.

Temuan ini tak hanya memberikan visualisasi realistis wajah manusia purba, tapi juga membuka tabir peradaban Keeladi, yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat urban tertua di India selatan.

Rekonstruksi ini dilakukan berdasarkan dua tengkorak yang ditemukan di situs pemakaman Kondagai, yang secara arkeologis terhubung dengan situs utama Keeladi. Keeladi adalah peradaban urban maju yang diduga berkembang sekitar tahun 580 SM, dan dikenal memiliki sistem infrastruktur, perdagangan, serta budaya literasi yang cukup maju untuk zamannya.


Rekonstruksi Wajah dari Era 580 SM

Proyek rekonstruksi ini dipimpin oleh Kumaresan Ganesan, Kepala Departemen Genetika di Madurai Kamaraj University, India. Ganesan menjelaskan bahwa Kondagai diyakini sebagai salah satu area pemakaman utama bagi masyarakat Keeladi. Kedua tengkorak pria tersebut ditemukan pada tahun 2021, masing-masing di dalam tempayan penguburan, bersama artefak seperti perhiasan, tembikar, dan bekal makanan.

“Kondagai diyakini sebagai tempat pemakaman dari situs arkeologi Keeladi, yang merupakan pusat peradaban urban maju sekitar tahun 580 SM,” ujar Ganesan, dikutip dari Live Science.

Setelah melakukan CT scan pada tengkorak, tim membuat model 3D virtual dan mengirimkan datanya ke Face Lab — unit riset khusus rekonstruksi wajah di Liverpool John Moores University, Inggris.


Cara Rekonstruksi Dilakukan

Proses rekonstruksi dimulai dari pemetaan struktur tulang tengkorak, lalu dilanjutkan dengan membangun ulang jaringan otot, lemak, dan kulit menggunakan data anatomi populasi Asia Selatan modern.

Menurut Caroline Wilkinson, Direktur Face Lab, pendekatan ini membantu memahami bukan hanya bagaimana penampilan fisik mereka, tapi juga siapa mereka di masa lalu secara kultural dan historis.

“Model ini membantu kita memahami orang-orang di masa lalu, sekaligus membandingkan diri kita dengan leluhur,” jelas Wilkinson.

Adapun warna kulit, mata, dan rambut masih bersifat interpretasi kreatif, berdasarkan rata-rata penampilan masyarakat India Selatan masa kini. Tim peneliti berharap ke depan bisa menggunakan data DNA lebih rinci untuk menghasilkan rekonstruksi yang lebih akurat secara genetik.


Analisis DNA Purba dan Temuan Awal

Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah analisis DNA purba, yang kini tengah berlangsung. Hasil awal menunjukkan bahwa kedua pria tersebut memiliki kemiripan genetik dengan populasi Asia Selatan modern, terutama masyarakat di India bagian selatan.

Namun, Ganesan menegaskan bahwa bukti genetik yang ada belum cukup spesifik untuk menarik kesimpulan definitif tentang keterkaitan mereka dengan populasi Tamil Nadu saat ini.

“Kami masih membutuhkan data genetik yang lebih rinci khusus untuk Tamil Nadu dan kawasan India Selatan agar bisa memastikan keterkaitan leluhur,” tambahnya.

Terkait usia kematian, analisis menunjukkan kedua pria tersebut meninggal pada usia sekitar 50 hingga 60 tahun. Penyebab kematian mereka belum diketahui, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau trauma pada tulang.


Peradaban Keeladi: Perkotaan Kuno yang Maju

Penemuan situs Keeladi pada tahun 2013 mengguncang pemahaman arkeologis tentang peradaban India kuno. Situs ini mengungkap jejak kehidupan perkotaan, seperti:

  • Rumah bata beratap genteng
  • Saluran air dan sistem drainase
  • Perdagangan antarwilayah
  • Penggunaan aksara Tamil kuno

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Keeladi sudah memiliki struktur sosial, ekonomi, dan teknologi yang jauh lebih maju dari yang diperkirakan sebelumnya.


Mengapa Ini Penting?

Rekonstruksi wajah ini memberi kita jendela visual ke masa lalu, memungkinkan generasi sekarang memahami siapa nenek moyang mereka — tidak hanya dari sisi arkeologis, tetapi juga dari perspektif identitas budaya dan kemanusiaan universal.

Dalam konteks lebih luas, proyek ini juga mendorong pengumpulan data genetik wilayah India Selatan yang selama ini masih minim. Dengan menggabungkan ilmu arkeologi, genetika, dan teknologi digital, kita bisa merangkai kembali narasi sejarah yang lebih utuh dan representatif.

Rekonstruksi wajah dua pria dari peradaban Keeladi menjadi terobosan penting dalam dunia arkeologi dan antropologi India. Temuan ini tidak hanya memvisualisasikan nenek moyang masyarakat India Selatan, tapi juga memperkuat bukti bahwa peradaban urban telah berkembang di wilayah tersebut sejak 2.500 tahun lalu. Dengan analisis DNA yang masih terus berjalan, proyek ini diperkirakan akan membawa lebih banyak temuan mengejutkan tentang asal-usul masyarakat Tamil dan budaya India Selatan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Ada di 24 Titik, Program Bantuan SPAM Jadi Solusi Masyarakat Jateng yang Kesulitan Air Bersih

    Sudah Ada di 24 Titik, Program Bantuan SPAM Jadi Solusi Masyarakat Jateng yang Kesulitan Air Bersih

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Wonosobo, Kabarjatengterkini.com – Program bantuan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jawa Tengah menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang masih kesulitan mendapat air bersih untuk beraktivitas sehari-hari. Salah satunya, mereka yang bermukim di wilayah Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Wonosobo. Sebelumnya, warga bahkan harus menempuh lebih dari 3 kilometer untuk mengambil air di sumber mata […]

  • kenaikan

    Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250 Persen, Bupati Sudewo Sampaikan Permintaan Maaf

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada Kamis (7/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-701. Pengumuman ini menjadi respons langsung atas gelombang penolakan dari masyarakat yang sebelumnya sempat merencanakan […]

  • SuperApps Layanan Pemerintah Jateng JNN Rilis, Sudah Tersedia di PlayStore

    SuperApps Layanan Pemerintah Jateng JNN Rilis, Sudah Tersedia di PlayStore

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 207
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Aplikasi layanan publik ‘Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN)’ baru saja dirilis pada Selasa (19/8/2025). Peluncurannya bertepatan dengan acara HUT Jawa Tengah ke-80 di Kawasan Ekonomi Khusus Industripolis Batang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi mengatakan, superapps ini merangkum berbagai layanan publik milik Pemerintah […]

  • Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rembang mengikuti lomba paduan suara (Padus), menyanyikan “Mars KORPRI” dan lagu daerah. Agenda ini merupakan rangkaian acara menyemarakkan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54. Lomba tersebut dilaksanakan di Pendapa Museum RA Kartini, pada hari Senin dan Selasa (17-18/11/2025), serta diikuti oleh ratusan ASN dari seluruh […]

  • jateng

    Transisi ke Industri Hijau Masih Bertahap, Pemprov Jateng Mulai Manfaatkan CNG

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 105
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Transisi menuju industri hijau dipersiapkan secara bertahap. Sebagai awal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) lebih dulu memanfaatkan energi alternatif berupa panel surya dan Compressed Natural Gas (CNG). “Transisi energinya bertahap. Kita dorong kawasan industri untuk menggunakan energi terbarukan. Saat ini juga sudah menuju penggunaan CNG di Jawa Tengah,” tutur Sekretaris Daerah […]

  • rembang

    Bansos bagi Sejumlah Keluarga Disetop, Dinsosppkb Rembang Jelaskan Alasan dan Mekanisme Sanggah

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang lewat Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsosppkb) menyebutkan beberapa alasan pemberian bantuan sosial (bansos) disetop bagi sejumlah warga. Sekretaris Dinsosppkb Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudi menyebutkan, saat ini sudah ada pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per September 2025. Setelah pembaruan tersebut, beberapa keluarga di Rembang tidak […]

expand_less