Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BGN Wajibkan Dua Sertifikasi untuk SPPG, Termasuk Standar Internasional HACCP

BGN Wajibkan Dua Sertifikasi untuk SPPG, Termasuk Standar Internasional HACCP

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
  • visibility 248

Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengeluarkan serangkaian instruksi tegas untuk mencegah terulangnya kasus keracunan massal akibat makanan bergizi siap saji (Menu Bergizi Gratis/MBG) di sekolah.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025), Dadan menegaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) wajib memiliki alat rapid test makanan sebelum MBG didistribusikan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan di setiap dapur penyedia MBG. “Pak Presiden sudah memerintahkan agar di setiap SPPG ada alat rapid test yang bisa digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan,” ujar Dadan di hadapan anggota dewan.

Instruksi Presiden: Dapur MBG Wajib Punya Test Kit

Rapid test makanan dianggap sebagai langkah cepat dan efektif untuk memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman dan tidak mengandung zat berbahaya. Dadan menyebutkan bahwa standar operasional prosedur (SOP) ini sudah diberlakukan di beberapa SPPG percontohan yang dikelola oleh Polri.

“Kami ingin seluruh dapur yang memproduksi MBG mengikuti standar yang sama, agar kasus-kasus keracunan tidak terulang lagi,” lanjutnya.

6.457 Kasus Keracunan MBG Selama 2025

Langkah ini tidak datang tanpa alasan. Berdasarkan data BGN, sejak Januari hingga 30 September 2025, tercatat 6.457 siswa dari berbagai wilayah di Indonesia mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap program makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

“Kami sangat prihatin, dan ini menjadi tanggung jawab bersama. Maka dari itu, penguatan sistem kontrol kualitas makanan harus segera dilakukan di semua lini,” tegas Dadan.

Seleksi Ketat untuk Supplier Bahan Makanan

Selain pengadaan alat rapid test, BGN juga menekankan pentingnya seleksi ketat terhadap supplier bahan makanan. Setiap SPPG diminta hanya bekerja sama dengan penyedia bahan pangan yang memiliki kualitas baik dan memenuhi standar kesehatan.

“Bahan baku menentukan hasil akhir. Jika dari awal kualitasnya tidak baik, maka risiko keracunan akan semakin besar,” katanya.

Sterilisasi Alat Makan dan Peningkatan Sanitasi

Instruksi lainnya yang disampaikan oleh Dadan adalah penerapan sterilisasi alat makan dan peningkatan kualitas sanitasi dapur SPPG. Ia mencontohkan sistem di SPPG Bandung yang telah menggunakan pemanas gas untuk mensterilkan alat makan hingga suhu 120 derajat Celsius hanya dalam satu menit.

“Kami juga sudah menginstruksikan agar air yang digunakan untuk mencuci peralatan adalah air galon dengan saringan khusus. Sanitasi jadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan,” ujar Dadan.

Dua Sertifikasi Wajib: Higienitas dan HACCP

Untuk memperkuat jaminan keamanan makanan, BGN juga telah menerbitkan aturan baru yang mewajibkan setiap SPPG memiliki dua jenis sertifikasi:

  1. Sertifikasi laik higienis dan sanitasi, yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.
  2. Sertifikasi keamanan pangan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), yang saat ini masih dalam proses penentuan lembaga independen pelaksananya.

“Dengan dua sertifikasi ini, kita bisa memastikan bahwa dapur SPPG tidak hanya higienis, tapi juga menjalankan proses produksi makanan sesuai prinsip keamanan pangan internasional,” jelasnya.

Kolaborasi dengan Puskesmas dan UKS sebagai Mitigasi

Sebagai upaya mitigasi jika terjadi kasus keracunan kembali, BGN berencana memperkuat kerja sama dengan puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kolaborasi ini bertujuan mempercepat respon darurat dan pemantauan kesehatan siswa penerima MBG di sekolah-sekolah.

“Jika ada kejadian, UKS dan puskesmas adalah garda terdepan. Maka, sistem pelaporan dan penanganan harus diperkuat sejak dini,” tambah Dadan.

Kebijakan baru dari BGN ini menjadi sinyal serius pemerintah dalam menjamin kualitas dan keamanan program Menu Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional di era pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan pengawasan ketat, sistem sterilisasi, dan sertifikasi berlapis, diharapkan kasus-kasus keracunan makanan tidak lagi terjadi, dan kepercayaan publik terhadap program MBG dapat kembali meningkat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang “Trans Jateng” Kini Bisa Bayar Pakai QRIS TAP Hingga Multi Trip KCI

    Penumpang “Trans Jateng” Kini Bisa Bayar Pakai QRIS TAP Hingga Multi Trip KCI

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sekarang penumpang moda transportasi “Trans Jateng” bisa membayar ongkos secara nontunai dengan lebih mudah. Ada sejumlah pilihan metode pembayaran dengan QRUS, di antaranya QRIS TAP, QRIS Bank Jateng, dan Multi Trip KCI. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sistem itu memudahkan warga mengakses Bus Rapid Transit (BRT) antarwilayah, yang melayani tujuh koridor. […]

  • warga

    93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza. Sebanyak 93 warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel saat mereka tengah mengantre bantuan kemanusiaan, Minggu (20/7). Insiden memilukan ini terjadi di berbagai titik distribusi bantuan, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza. Juru bicara badan tersebut, Mahmud Basal, mengatakan bahwa penembakan berlangsung di beberapa wilayah, […]

  • jateng

    Angka Backlog Rumah di Jateng Masih Tinggi, Pemprov Dukung Program 3 Juta Rumah dari Pusat

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 406
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Angka kebutuhan (backlog) rumah di Jawa Tengah dinilai masih tinggi. Pada akhir tahun 2024, diketahui backlog kepemilikan masih mencapai 310.855 unit, sedangkan backlog kelayakan (rumah tidak layak huni) mencapai 1.132.968 unit. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan bahwa selama tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berupaya mengurangi […]

  • korban

    Sempat Buron dan Intimidasi Korban, Kakak Ipar Cabul di Paguyangan Brebes Akhirnya Diringkus Polisi

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan yang menimpa seorang siswi SMK di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat melarikan diri dan melakukan berbagai upaya intimidasi terhadap keluarga korban, pelaku berinisial IMD (40) kini resmi diringkus oleh Satreskrim Polres Brebes. Kasus ini sempat menggemparkan masyarakat luas, tidak hanya karena status […]

  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ali Said

    Nilai Ekspor Kumulatif Jateng Naik 19,53 Persen dengan Pasar Utama AS dan Jepang

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Nilai ekspor kumulatif Provinsi Jawa Tengah pada Januari-April 2026 mengalami kenaikan hingga 19,53 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun pasar utama ekspor ada di Amerika Serikat dan Jepang. “Secara nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah pada Januari-April 2026 total ekspor capai 4.567,32 dolar AS, atau meningkat 19,53 persen dibanding periode tahun sebelumnya,” kata Kepala Badan […]

  • Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen

    Pemprov Jateng Bakal Buka Dialog dengan Masyarakat Terkait Proyek Geothermal di Gunung Ungaran

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Rencana proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran masih memunculkan pro kontra di masyarakat. Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menjembatani aspirasi masyarakat Kabupaten Semarang. Pihaknya akan membuka dialog secara transparan bagi warga yang menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, atau keberatan terkait proyek itu. “Ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. […]

expand_less