Seni dan Budaya di Jateng Bisa Jadi Media Diplomasi Antarnegara
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- visibility 84

Foto: Kesenian di Jawa Tengah (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dukung penuh seniman yang membawa budaya Indonesia ke kancah internasional. Menurutnya, seni dan budaya bisa menjadi media diplomasi untuk mempererat hubungan antarnegara.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasinya terhadap salah satu seniman tari asal Semarang, Jawa Tengah yang sempat mengikuti World Expo 2025 di Osaka pada 7-8 Oktober 2025, yakni Yoyok Bambang Priambodo.
“Kelompok seni kita ada yang berangkat ke Osaka, Jepang. Ini menunjukkan bahwa budaya, cipta, dan karsa yang kita lakukan, khususnya para seniman Jawa Tengah sudah go international,” kata Luthfi, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, ada beberapa budaya dari Jawa Tengah yang sudah masuk ke kancah internasional, seperti lagu Ilir-ilir. Budaya ini harus senantiasa dilestarikan karena turut menjadi simbol identitas sekaligus pemersatu bangsa.
Luthfi juga mengatakan, seni dan budaya tidak hanya menjadi perekat antargolongan, antardaerah, atau antarprovinsi, tetapi juga sudah menjadi identitas bangsa di mata dunia.
“Ini harus kita dukung karena seni merupakan bagian dari alat pemersatu bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Yoyok mengatakan bahwa perjalanannya ke Jepang memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapannya, acara yang sempat diikutinya tersebut meningkatkan peluang kolaborasi antara pemerintah Indonesia dengan Jepang.
”Acara ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Indonesia dan Jepang, di bidang seni dan budaya. Pemprov Jateng patut diapresiasi atas dukungannya yang konsisten terhadap seniman lokal, yang pada akhirnya berkontribusi pada citra positif Indonesia di mata dunia,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Yoyok bersama anggota sanggar tarinya menyajikan empat repertoar tari utama, yaitu Tari Denok Deblong, Tari Ledek Petarangan, Tari Pesona Jawa Tengah, serta Tari Tayub. Keempat karya ini dipilih karena mampu mencerminkan beragam aspek dan semangat hidup masyarakat Jawa Tengah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

