Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 25 Okt 2025
- visibility 91

Foto: Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah (Sumber: Pemprov Jateng)
Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Warga Pekalongan diimbau mengurangi pembelian bahan pangan secara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup, sekaligus mengurangi masalah sampah sisa makanan dan konsumsi rumah tangga.
“Masyarakat diharapkan mengonsumsi bahan pangan sesuai kebutuhan. Jangan membeli berlebihan karena ketika tidak habis, sisa makanan itu akhirnya menjadi sampah,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, Jumat (24/10/2025).
Ia turut menjelaskan, perilaku konsumtif menjadi salah satu faktor penumpukan sampah rumah tangga. Pembelian makanan berlebihan dari kebutuhan memungkinkan berakhir dengan pembusukan dan pembuangan.
Menurut informasi, sekitar 60 persen dari total sampah di Kota Pekalongan merupakan sampah organik, dan sebagian besar di antaranya berasal dari sisa makanan rumah tangga. Menurutnya, tak hanya tantangan dalam pengelolaan sampah yang dihadapi, namun juga gaya hidup konsumtif.
“Contohnya, ibu-ibu biasanya belanja banyak di pasar, karena tergiur harga murah atau promo, tetapi tidak memperhitungkan penyimpanannya. Akibatnya, bahan pangan cepat membusuk dan akhirnya dibuang,” ujarnya.
Masalah sampah ini juga berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Jika sampah itu tidak terkelola dengan baik, dapat menimbulkan bau tak sedap, meningkatkan populasi lalat dan tikus, serta menghasilkan gas metana yang memperparah emisi gas rumah kaca.
Sebagai solusi, pihaknya mengimbau masyarakat menerapkan pola konsumsi berkelanjutan, misalnya membeli bahan pangan secukupnya, menyusun rencana menu mingguan agar tidak ada bahan yang terbuang, serta memanfaatkan sisa makanan menjadi kompos, ecoenzyme, atau pakan ternak. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

