Pemkot Semarang Fokus Pulihkan Aktivitas Ekonomi Masyarakat Pasca Banjir
- account_circle Agriantika Fallent
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025
- visibility 99

Wali Kota Semarang, Agustina saat meninjau kondisi banjir/jatengprov
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah fokus memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pasca banjir melanda.
Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan bahwa banyak masyarakat yang bergantung pada penghasilan harian. Sehingga banjir berdampak kepada ekonomi mereka.
“Dampak paling berat dari banjir ini adalah lumpuhnya aktivitas ekonomi warga. Banyak masyarakat kita yang bergantung pada penghasilan harian, sehingga saat banjir mereka tidak bisa bekerja,” paparnya.
Sebelumnya, warga yang terdampak banjir diketahui mancapai 32.000 jiwa dan sudah mulai berkurang menjadi 28.000 jiwa.
Pemkot Semarang telah melakukan langkah cepat dan koordinasi lintas instansi ini dalam menjaga keselamatan warga sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi pasca banjir.
Pemkot Semarang bersama Polda dan Koramil setempat telah membangun dapur umum di beberapa titik untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan makanan selama banjir.
Selain itu, telah dibuka posko terpadu yang meliputi posko kesehatan, posko logistik, dan posko penanganan lalu lintas.
“Teman-teman dari Polda dan Korem sudah turun langsung membangun dapur umum. Itu sangat membantu masyarakat. Kita juga sudah membuka beberapa posko terpadu agar penanganannya lebih cepat dan terarah,” paparnya.
Tim gabungan juga bekerja keras di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas, terutama di kawasan yang tergenang maupun di lokasi perbaikan jalan. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Dalam kurun waktu hampir sepuluh hari, kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Hal itu karena banjir menyebabkan terganggunya distribusi barang, penutupan sekolah, serta kerusakan infrastruktur seperti jalan dan drainase
“Banyak truk pengirim barang yang seharusnya tiba hari Senin terpaksa tertunda, sekolah juga banyak yang tutup. Ini kerugian besar karena berdampak pada ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia,” terang Agustina. (Adv)
- Penulis: Agriantika Fallent

