Tanah Longsor di Cilacap Jadi Perhatian Nasional, 6 Ditemukan Tewas
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- visibility 98

Foto: Proses pencarian korban longsor Cilacap (sumber: Pemprov Jateng)
Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi perhatian nasional. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia tertimbun longsoran.
Atas hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan atensi terhadap bencana yang terjadi. Pihaknya menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan membantu penanganan darurat bencana tanah longsor di Cilacap.
“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memberi perhatian yang besar pada bencana ini,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Budi Irawan, Jumat (14/11/2025), dikutip Kompas.
“Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” lanjut dia.
Lebih lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk menerjunkan tim penyelamat ke lokasi guna membantu penanganan bencana alam tersebut.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan penelusuran terhadap korban yang dinyatakan masih hilang. Pencarian korban hilang dilakukan dengan membagi dua sektor, yakni A dan B, kemudian dua sektor tersebutdibagi lagi menjadi lima wilayah pencarian atau worksite.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi serta Basarnas terkait kebutuhan mendesak dalam operasi pencarian dan pertolongan di masa golden time ini,” tegasnya.
Sebanyak 512 personel petugas gabungan sudah dikerahkan melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana dan berbagai organisasi relawan lainnya. Selain itu, sejumlah alat berat serta anjing pelacak (K9) juga telah diterjunkan untuk mempersingkat waktu penemuan korban.
Hingga Sabtu (15/11/2025) pagi, dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak enam orang, dan korban hilang sebanyak 17 orang. Sementara itu, terdapat 23 orang lainnya yang selamat akibat bencana tanah longsor tersebut
Budi juga memastikan kebutuhan darurat warga yang terdampak longsor juga terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan.
“Kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan yang telah beroperasi melayani warga dan petugas SAR,” jelasnya, dilansir dari Antara. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

