Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » DKP Pati Kejar Target PAD, Tambak dan TPI Akan Dimaksimalkan di Sisa Tahun 2025

DKP Pati Kejar Target PAD, Tambak dan TPI Akan Dimaksimalkan di Sisa Tahun 2025

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
  • visibility 324

Pati, kabarjatengterkini.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati berupaya keras mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga pertengahan tahun ini baru tercapai sekitar 20 persen.

Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santosa menyatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan capaian tersebut, terutama di sektor perikanan tangkap dan tambak.

“Kita juga akan maksimalkan potensi penerimaan PAD dengan memanfaatkan tambak yang kami kelola,” ucapnya kepada Mitrapost.com, belum lama ini.

Menurutnya, potensi terbesar saat ini masih berada di sektor retribusi, terutama dari aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). DKP akan fokus memaksimalkan empat TPI aktif, dengan harapan sektor ini mampu menyumbang signifikan di sisa enam bulan terakhir tahun 2025.

“Salah satu andalan kami tentu Pelabuhan Juwana. Kami optimistis, di akhir tahun akan banyak kapal nelayan yang pulang dan bersandar di sana,” jelasnya.

Hadi mengungkapkan, selama ini capaian PAD dari TPI Juwana masih belum optimal karena sejumlah kendala teknis di lapangan, salah satunya adalah keterlambatan pembayaran dari pemborong kepada pemilik kapal.

“Dari hasil studi banding ke Rembang, kami menemukan bahwa banyak kapal dari Pati justru melakukan lelang di sana. Ternyata, di Rembang ada pemodal yang berani memberikan dana talangan kepada nelayan. Sedangkan di Juwana, pembayarannya cenderung lambat, bahkan bisa memakan waktu lama. Ini tentu merugikan pemilik kapal,” bebernya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan mendorong para pemborong di TPI Juwana agar mempercepat pelunasan pembayaran kepada nelayan. Jika pembayaran lancar, arus transaksi akan meningkat dan secara otomatis berdampak pada kenaikan retribusi daerah.

“Kami sudah melakukan pembinaan kepada pengelola TPI Juwana agar lebih profesional dan akuntabel. Kita juga akan berupaya menjamin dan meyakinkan pemilik kapal bahwa sistem di Juwana bisa berjalan lebih baik. Kalau ini bisa dilakukan, kami yakin PAD dari sektor ini bisa terdongkrak,” paparnya. (*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.257 Petak Lahan di Jateng Siap Dibangun Gudang Koperasi Merah Putih

    1.257 Petak Lahan di Jateng Siap Dibangun Gudang Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.257 petak lahan di Jawa Tengah disiapkan untuk pembangunan gudang dalam rangka mendukung kelancaran program Koperasi Merah Putih. Seribu lebih petak lahan tersebut termasuk dalam 16 ribu lahan yang secara nasional siap dilakukan pembangunan fisik. Sementara itu, masih ada 16 ribu lebih lahan lainnya di seluruh Indonesia yang akan dibangun oleh pemerintah […]

  • nadiem

    Nadiem Makarim Diduga Raih Keuntungan Rp809,6 Miliar dari Proyek Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, disebut menerima keuntungan mencapai Rp809,6 miliar dari proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek selama periode 2019–2022. Fakta ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (16/12/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) […]

  • Kades di Magelang Gelapkan Dana Desa Hingga Rugikan Negara Rp237 juta

    Kades di Magelang Gelapkan Dana Desa Hingga Rugikan Negara Rp237 juta

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seorang kepala desa di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, inisial BDM (51), diduga menggelapkan dana desa tahun 2023 senilai Rp237 juta. Pelaku yang menjabat di Desa Girimulyo tersebut telah ditetapkan tersangka. “Terkait dengan Kepala Desa Girimulyo atas nama BDM. Kemarin (Kamis) itu penetapan tersangka korupsi keuangan desa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kabupaten […]

  • 3 Desa di Rembang Terdampak Rob, BPWS Siapkan Tanggul Laut Permanen

    3 Desa di Rembang Terdampak Rob, Pemerintah Siapkan Tanggul Laut Permanen

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah wilayah pesisir Rembang dilanda banjir rob akibat laut pasang yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Genangan air yang masuk ke rumah warga setempat diperkirakan bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Rob tersebut sudah berlangsung sejak Sabtu (6/6/2026) di tiga wilayah, termasuk Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, hingga Desa Sumurtawang dan Desa Pandangan Kulon, Kecamatan […]

  • Pemkot Semarang Berupaya Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    Pemkot Semarang Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, termasuk munculnya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di sekitar Brown Canyon, Kecamatan Tembalang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa TPA ilegal itu bukan berada di lahan milik Pemkot Semarang. Meski demikian, pihaknya telah menambahkan fasilitas resmi […]

  • logging

    Illegal Logging Diduga Picu Banjir Besar di Aceh Tamiang, Tumpukan Kayu Selimuti Pondok Pesantren

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemandangan memilukan tampak di Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, usai banjir besar melanda wilayah tersebut. Tidak hanya menyisakan lumpur dan genangan air, tetapi juga tumpukan kayu gelondongan yang menutupi area sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlishin. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa bencana tersebut dipicu oleh aktivitas ilegal di kawasan hulu Sungai Tamiang. Direktorat […]

expand_less