Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 109

Kabarjatengterkini.com- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai fenomena yang dikenal sebagai “Tembok Ratapan Solo” di rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, merupakan bentuk sindiran anak muda terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sindiran ini muncul karena Jokowi dianggap masih ingin mempertahankan eksistensi di panggung politik nasional meski masa jabatan kepresidenannya telah berakhir dua periode.

“Gaya baru yang saya maksud adalah publik seakan belum ingin Jokowi selesai memimpin Indonesia, meskipun sudah dua periode,” ujar Iwan kepada inilah.com pada Rabu (18/2/2026). Menurutnya, fenomena ini tercermin dari kunjungan masyarakat dari berbagai daerah yang datang setiap hari ke kediaman Jokowi.

“Meskipun hanya sekadar bersalaman dan berfoto, hal ini dinilai berlebihan oleh publik. Menurut saya, ini salah satu strategi untuk mempertahankan publikasi, popularitas, dan approval rating Jokowi,” jelas Iwan. Ia menambahkan bahwa kepentingan politik Jokowi ke depan adalah membesarkan partai politiknya, PSI, serta mendukung eksekusi putranya, Gibran, sebagai calon Wakil Presiden. Strategi ini, menurut Iwan, juga menjadi pertimbangan untuk kepentingan politik pada 2029 mendatang.

Fenomena “Tembok Ratapan Solo” sebelumnya menarik perhatian publik karena cara uniknya. Rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara No 1, Solo, mendadak menjadi panggung satire digital. Anak-anak muda datang, menempelkan tangan mereka ke pagar kayu rumah Jokowi, lalu menundukkan kepala seolah sedang meratap. Bahkan, di Google Maps, kediaman ini sempat ditandai dengan nama “Tembok Ratapan Solo”, meski kini penandaan tersebut sudah hilang dari pencarian.

Video yang diunggah akun Instagram @indopium memperlihatkan sejumlah anak muda melakukan aksi simbolis ini, dan video tersebut cepat menjadi viral. Semakin banyak orang yang datang, konten pun beranak-pinak di media sosial. Fenomena ini menandai cara baru generasi muda mengekspresikan kritik politik tanpa harus berada di panggung demonstrasi atau orasi publik.

Menurut pengamat, menyebut fenomena ini sekadar kreativitas ringan akan meremehkan maknanya. Aksi ini bisa dikatakan satire sosial yang lahir dari keresahan generasi muda yang tidak lagi percaya pada podium politik dan baliho kampanye. Mereka memilih pagar rumah Jokowi sebagai simbol kritik terhadap warisan kepemimpinan lama.

Di sisi lain, data fiskal Indonesia memperlihatkan beban pemerintahan yang cukup berat yang diwariskan dari era Jokowi. Per Agustus 2024, dua bulan menjelang berakhirnya masa jabatan Jokowi, utang pemerintah tercatat sebesar Rp8.461,93 triliun, setara 38,49 persen terhadap PDB. Pada 31 Desember 2025, angka ini meningkat menjadi Rp9.637,90 triliun atau 40,46 persen terhadap PDB. Beban utang ini kini menjadi tanggung jawab pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain utang pokok, terdapat kewajiban jatuh tempo yang rata-rata mencapai Rp500 triliun hingga Rp600 triliun per tahun, belum termasuk bunga. Termasuk juga cicilan proyek kereta cepat yang mencapai Rp1,2 triliun per tahun. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas fiskal yang harus ditangani pemerintah baru, di samping tantangan politik.

Selain tekanan fiskal, pemerintahan baru juga menghadapi bayang-bayang pengaruh loyalis Jokowi yang masih menempati posisi strategis, mulai dari kementerian hingga kursi komisaris BUMN. Setiap kebijakan baru kerap dituding sebagai kelanjutan dari rezim lama. Upaya efisiensi birokrasi pun sering dianggap berjalan di tempat, sehingga menimbulkan pertanyaan publik apakah benar telah terjadi perubahan arah pemerintahan.

Dalam konteks ini, “Tembok Ratapan Solo” bukan sekadar aksi iseng atau konten viral. Pagar kayu rumah Jokowi menjadi medium simbolis bagi generasi muda untuk menyampaikan kritik dan aspirasi mereka. Kreativitas, satire, dan ekspresi digital menjadi alat untuk menyoroti warisan masalah dari satu dekade kepemimpinan Jokowi, sekaligus menunjukkan kekuatan opini publik di era media sosial.

Fenomena ini menunjukkan dinamika unik politik Indonesia di era pasca-Jokowi, di mana generasi muda menggunakan simbol dan kreativitas digital untuk menyuarakan pandangan politik mereka. “Tembok Ratapan Solo” menjadi contoh nyata bagaimana budaya digital dan kritik politik berpadu, menciptakan narasi baru yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga memicu diskusi tentang warisan kepemimpinan dan arah politik Indonesia ke depan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Buat Kopi Susu Ala Kafe

    Cara Buat Kopi Susu Ala Kafe

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Kopi susu merupakan salah satu minuman yang banyak digemari orang, baik itu disajikan panas maupun dingin. Rasa minuman ini memiliki perpaduan rasa yang lezat dari pahitnya kopi, susu plain, dan sirup yang manis. Berikut resep sederhana untuk membuat kopi susu ala kafe di rumah: Bahan: – 1 cangkir kopi hitam (espresso atau kopi seduh) – 1/2 cangkir […]

  • Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dandy Satria Iswara, Senin (12/4/2026).

    Ikan Bakal Disajikan untuk Menu MBG Setiap 2 Kali Seminggu

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ikan akan disajikan sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah setiap dua kali seminggu. Dalam hal ini, program MBG akan menggandeng unit pengolahan ikan dan UMKM untuk memenuhi suplai dapur. “Supaya nanti bakal lebih banyak menu ikan dalam MBG. Kalau yang kami dengar sudah banyak SPPG langsung berhubungan dengan UMKM,” kata […]

  • ckg

    Agustina Dukung Program CKG di Sekolah: Setiap Warga Berhak Dapat Layanan Gratis

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ingin generasi muda tumbuh sehat dan kuat. Guna mewujudkan harapan tersebut, pihaknya turut mendukung program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah-sekolah. “Setiap warga Kota Semarang memiliki hak untuk dilayani cek kesehatan gratisnya. Mudah-mudahan anak-anak di Kota Semarang semuanya semakin sehat, amin,” ujar Agustina Wilujeng, Selasa (22/7/2025). Cek […]

  • Warga Purbalingga Jadi Korban Perampokan di Rumah, Kerugian Senilai Rp70 Juta

    Warga Purbalingga Jadi Korban Perampokan di Rumah, Kerugian Senilai Rp70 Juta

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Warga Desa Pangalusan, Kecamatan Mrebet jadi korban perampokan rumah. Akibat kejadian tersebut, perhiasan emas dan uang tunai raib, sehingga korban menderita kerugian materiil sebesar Rp70 juta. Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, korban bernama Rasinah (56) […]

  • Pemprov Jateng Tindaklanjuti Rekomendasi Pemeriksaan Keuangan dengan Baik

    Pemprov Jateng Tindaklanjuti Rekomendasi Pemeriksaan Keuangan dengan Baik

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menindaklanjuti rekomendasi pemeriksaan keuangan dengan baik. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, penindaklanjutan rekomendasi pemeriksaan dilakukan guna menciptakan good governance dan clear government atau mewujudkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan transparan di lingkungan pemerintahan. “Berikan data secara proaktif, sehingga pada saat audit investigasi, akan terjadi adanya […]

  • Senam Zumba HUT KORPRI Digelar di Alun-alun Rembang/rembangkab

    Senam Zumba HUT KORPRI Digelar di Alun-alun Rembang

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Senam zumba dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 digelar di Alun-alun Rembang pada Jumat (28/11/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Harno menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, senam zumba ini digelar. “Sehat itu modal kita, sehat lahir […]

expand_less