Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 135

Kabarjatengterkini.com- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai fenomena yang dikenal sebagai “Tembok Ratapan Solo” di rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, merupakan bentuk sindiran anak muda terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sindiran ini muncul karena Jokowi dianggap masih ingin mempertahankan eksistensi di panggung politik nasional meski masa jabatan kepresidenannya telah berakhir dua periode.

“Gaya baru yang saya maksud adalah publik seakan belum ingin Jokowi selesai memimpin Indonesia, meskipun sudah dua periode,” ujar Iwan kepada inilah.com pada Rabu (18/2/2026). Menurutnya, fenomena ini tercermin dari kunjungan masyarakat dari berbagai daerah yang datang setiap hari ke kediaman Jokowi.

“Meskipun hanya sekadar bersalaman dan berfoto, hal ini dinilai berlebihan oleh publik. Menurut saya, ini salah satu strategi untuk mempertahankan publikasi, popularitas, dan approval rating Jokowi,” jelas Iwan. Ia menambahkan bahwa kepentingan politik Jokowi ke depan adalah membesarkan partai politiknya, PSI, serta mendukung eksekusi putranya, Gibran, sebagai calon Wakil Presiden. Strategi ini, menurut Iwan, juga menjadi pertimbangan untuk kepentingan politik pada 2029 mendatang.

Fenomena “Tembok Ratapan Solo” sebelumnya menarik perhatian publik karena cara uniknya. Rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara No 1, Solo, mendadak menjadi panggung satire digital. Anak-anak muda datang, menempelkan tangan mereka ke pagar kayu rumah Jokowi, lalu menundukkan kepala seolah sedang meratap. Bahkan, di Google Maps, kediaman ini sempat ditandai dengan nama “Tembok Ratapan Solo”, meski kini penandaan tersebut sudah hilang dari pencarian.

Video yang diunggah akun Instagram @indopium memperlihatkan sejumlah anak muda melakukan aksi simbolis ini, dan video tersebut cepat menjadi viral. Semakin banyak orang yang datang, konten pun beranak-pinak di media sosial. Fenomena ini menandai cara baru generasi muda mengekspresikan kritik politik tanpa harus berada di panggung demonstrasi atau orasi publik.

Menurut pengamat, menyebut fenomena ini sekadar kreativitas ringan akan meremehkan maknanya. Aksi ini bisa dikatakan satire sosial yang lahir dari keresahan generasi muda yang tidak lagi percaya pada podium politik dan baliho kampanye. Mereka memilih pagar rumah Jokowi sebagai simbol kritik terhadap warisan kepemimpinan lama.

Di sisi lain, data fiskal Indonesia memperlihatkan beban pemerintahan yang cukup berat yang diwariskan dari era Jokowi. Per Agustus 2024, dua bulan menjelang berakhirnya masa jabatan Jokowi, utang pemerintah tercatat sebesar Rp8.461,93 triliun, setara 38,49 persen terhadap PDB. Pada 31 Desember 2025, angka ini meningkat menjadi Rp9.637,90 triliun atau 40,46 persen terhadap PDB. Beban utang ini kini menjadi tanggung jawab pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain utang pokok, terdapat kewajiban jatuh tempo yang rata-rata mencapai Rp500 triliun hingga Rp600 triliun per tahun, belum termasuk bunga. Termasuk juga cicilan proyek kereta cepat yang mencapai Rp1,2 triliun per tahun. Kondisi ini menunjukkan kompleksitas fiskal yang harus ditangani pemerintah baru, di samping tantangan politik.

Selain tekanan fiskal, pemerintahan baru juga menghadapi bayang-bayang pengaruh loyalis Jokowi yang masih menempati posisi strategis, mulai dari kementerian hingga kursi komisaris BUMN. Setiap kebijakan baru kerap dituding sebagai kelanjutan dari rezim lama. Upaya efisiensi birokrasi pun sering dianggap berjalan di tempat, sehingga menimbulkan pertanyaan publik apakah benar telah terjadi perubahan arah pemerintahan.

Dalam konteks ini, “Tembok Ratapan Solo” bukan sekadar aksi iseng atau konten viral. Pagar kayu rumah Jokowi menjadi medium simbolis bagi generasi muda untuk menyampaikan kritik dan aspirasi mereka. Kreativitas, satire, dan ekspresi digital menjadi alat untuk menyoroti warisan masalah dari satu dekade kepemimpinan Jokowi, sekaligus menunjukkan kekuatan opini publik di era media sosial.

Fenomena ini menunjukkan dinamika unik politik Indonesia di era pasca-Jokowi, di mana generasi muda menggunakan simbol dan kreativitas digital untuk menyuarakan pandangan politik mereka. “Tembok Ratapan Solo” menjadi contoh nyata bagaimana budaya digital dan kritik politik berpadu, menciptakan narasi baru yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga memicu diskusi tentang warisan kepemimpinan dan arah politik Indonesia ke depan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • tarif cukai

    Purbaya Yudhi Sadewa Kejut Tarif Cukai Rokok 57%, Soroti Dampak Industri dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keprihatinannya terkait tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang saat ini sudah menembus rata-rata 57 persen. Pernyataan ini diungkapkan Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025). “Saya tanya kan, cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen, wah tinggi amat, Firaun lu,” ungkap Purbaya dengan nada […]

  • Portal AyoKerjo Jateng Kini Hadir untuk Job Seeker

    Portal AyoKerjo Jateng Kini Hadir untuk Job Seeker

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Portal lowongan kerja AyoKerjo Jateng resmi hadir di tengah masyarakat produktif yang sedang mencari pekerjaan. Laman ini memuat lowongan kerja di berbagai wilayah Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Pati, Sukoharjo, hingga Surakarta. Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng, Ahmad Aziz mengatakan bahwa situs ini dikembangkan untuk memudahkan job seeker memperoleh informasi lowongan dari sumber yang […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina /semarangkota

    Walkot Semarang Siap Cari Solusi Bersama TPA Ilegal yang Berbatasan dengan Demak

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan siap mencari solusi bersama mengenai masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang ada di perbatasan antara Rowosari, Tembalang dengan Kebunbatur, Mranggen. Sebagaimana diketahui jika ada tumpukan dan pembakaran sampah di sana. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Berhubung lokasi TPA ilegal tersebut berada di wilayah perbatasan, Agustina menilai perlu […]

  • Agustina saat menghadiri Malam Tirakatan, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di halaman Balai Kota Semarang, Senin (15/6/2026) malam.

    Wali Kota Semarang Ajak Warga Melakukan Refleksi di Momen Tahun Baru Hijriah

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat di wilayahnya untuk melakukan refleksi di momen Tahun Baru Hijriah, lalu kembali fokus untuk menata masa depan. Peringatan 1 Muharram pada penanggalan Islam juga bertepatan dengan Satu Suro, menurut budaya Jawa. Keduanya sama-sama mengajarkan pentingnya terus memperbaiki diri dan bertindak menuju kebaikan. Hal tersebut disampaikan […]

  • mbg

    Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 120 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026). Sedikitnya 120 santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran proses evakuasi terus […]

  • pemerintah

    Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah besar dalam waktu dekat untuk memberantas praktik penyelundupan yang selama ini merugikan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum tengah disiapkan untuk menangkap para mafia di berbagai sektor, khususnya dalam penyelundupan tekstil dan baja. Purbaya menyebut pemerintah telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat. “Tinggal […]

expand_less