Dianggap Jadi Ancaman Ekosistem, 6,98 Ton Ikan Sapu-sapu di Perairan DKI Jakarta Ditangkap
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 17 Apr 2026
- visibility 29

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 6,98 ton ikan sapu-sapu di 5 kawasan perairan DKI Jakarta dibasmi pada Jumat (17/4/2026). Pasalnya, ikan tersebut mendominasi 60 persen perairan, hingga mengancam keberlangsungan ikan endemik lokal.
“Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Jumat (17/4/2026), dikutip CNN Indonesia.
Keputusan ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai dominasi spesies yang dapat merusak ekosistem perairan di Jakarta. Hal ini berdasarkan temuan laboratorium bahwa ikan sapu-sapu di kawasan tersebut mengandung logam berat berbahaya.
“Kenapa kemudian Pemerintah DKI Jakarta melakukan gerakan ini, kami ingin supaya ikan yang sudah terlalu mendominasi dan merusak ekosistem perairan yang di Jakarta ini,” ujar Pramono.
“Kemudian yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali,” kata Pramono.
Berdasarkan informasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan sejak pukul 07.30 hingga 11. 00 WIB di lima wilayah DKI Jakarta.
Di antaranya di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan; 10 kecamatan di Jakarta Timur; 7 kecamatan di Jakarta Pusat, Saluran PHB RW 06, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan Kali Anak TSI, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

