Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Heboh Jual-Beli Beras Program Bantuan Pangan Secara Daring, DKPP Klaten Bakal Telusuri

Heboh Jual-Beli Beras Program Bantuan Pangan Secara Daring, DKPP Klaten Bakal Telusuri

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
  • visibility 66

Klaten, Kabarjatengterkini.com – Heboh informasi mengenai beras program bantuan pangan 2026 diperjualbelikan di media sosial (medsos).

Salah satu unggahan menyebutkan bahwa beras kualitas medium ukuran 10 kilogram itu dijual seharga Rp90 ribu. Selain itu, pemilik akun juga mencantumkan nama wilayah, yakni Kecamatan Bayat, beserta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan, menyatakan akan berkoordinasi dengan petugas di wilayah. Ia menegaskan bahwa ada larangan jual-beli beras bantuan.

“Saya koordinasikan ke wilayah dan bidang terkait dulu. Akan ada evaluasi terkait hal itu,” jelas Iwan, dikutip Detik.

“Minggu lalu kita sudah undang semua instansi terkait dan kecamatan membahas terkait hal tersebut. Beras bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan,” imbuh Iwan.

Saat ini, ada 184.655 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Klaten. Setiap penerima mendapatkan 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan, sementara penyaluran bantuan dilakukan sekaligus setiap dua bulan sekali.

“Per KPM mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan dan penyaluran 2 bulan sekaligus secara bertahap sudah mulai bulan April kemarin. Jadi yang diterima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk 2 bulan,” jelas Tri Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Tri Praptama.

Ia melanjutkan, bantuan tersebut diberikan kepada penerima manfaat untuk meringankan beban pemenuhan kebutuhan pangan. Jika kedapatan ada yang nekat diperjualbelikan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk mencoret oknum tersebut dari daftar penerima.

“Kami mensosialisasikan berjenjang melalui kecamatan untuk menghimbau warga penerima agar tidak diperjualbelikan. Bila kedapatan ada yang menjual, untuk tahap selanjutnya akan dipertimbangkan untuk tidak menerima bantuan,” sambung Tri. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

    Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati nonaktif Sudewo bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Total ada lima berkas perkara yang dilimpahkan oleh KPK RI ke pengadilan baru-baru ini. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Luhur Supriyohadi, menyebutkan bahwa saat ini Sudewo dan keempat tersangka masih ditahan di Jakarta, karena proses pemindahan masih menunggu […]

  • Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang akhir tahun 2025. Adapun nilai investasi yang digelontorkan tersebut hingga USD200 juta. Pembangunan pabrik di atas lahan seluas 80 Ha itu merupakan bentuk kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera […]

  • SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 207
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadirejo, Kecamatan Pabelan serap pekerja lokal dan hasil panen petani. Hal ini dinilai bisa memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Diketahui, SPPG yang baru beroperasi selama dua hari itu telah menyerap sebanyak 50 karyawan, sementara sekitar 80% berasal dari warga setempat. Selain itu, sebanyak 200-250 […]

  • topeng

    Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan. Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi. Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah […]

  • mnc

    Dugaan Kekerasan di MNC Tower: Karyawan Mengaku Ditampar hingga Mulut Dimasuki Sepatu

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan kekerasan di lingkungan kerja kembali menyita perhatian publik. Kali ini, tudingan serius mengarah kepada Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT). Ia diduga melakukan tindakan kekerasan fisik hingga pelecehan terhadap Sadiah Amir Sussy, yang menjabat sebagai Branch Manager MNC Bank Kantor Cabang MNC Tower. Peristiwa tersebut mencuat setelah kuasa hukum korban, Sogi Bagaskara, […]

  • tentara

    WNI Jadi Tentara Asing Kehilangan Kewarganegaraan Secara Otomatis, Tegas Menkumham Supratman

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti menjadi tentara di negara asing akan kehilangan kewarganegaraan secara otomatis. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus Satriya Arta Kumbara, seorang eks marinir Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran di luar negeri. “Saya tegaskan, jika seorang […]

expand_less