Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

Penurunan Muka Tanah di Pesisir Semarang Capai 10 Sentimeter per Tahun

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 47

Kabarjatengterkini.com – Penurunan muka tanah (land subsidence) di sejumlah wilayah pesisir Semarang mencapai 10 sentimeter per tahun. Ini turut menjadi perhatian pemerintah pusat lantaran berdampak pada meningkatnya potensi bencana rob.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH), Muhammad Jumhur Hidayat. Ia menyebutkan, kenaikan muka laut regional mencapai 2,1 milimeter per tahun, sedangkan penurunan muka tanah bisa mencapai 100 milimater.

“Kenaikan muka laut regional di lepas pantai Semarang tercatat hanya sekitar 2,1 milimeter per tahun. Namun yang menjadi anomali mematikan laju penurunan muka tanah,” ucapnya, Selasa (2/6/2026), dikutip Detik.

“Di kawasan Semarang muka tanah atau land subsidence mencapai 0,01-0,15 cm per tahun, bahkan mencapai sekitar 100 milimeter per tahun di beberapa titik kritis di Semarang Utara,” lanjutnya.

Itu menunjukkan muka tanah lebih cepat turun puluhan kali lipat dibandingkan naiknya permukaan air laut. Kondisi ini berpotensi muka laut naik drastis karena daratan justru tenggelam (relative sea level rise).

Hal ini bukan fenomena alamiah, melainkan dampak dari ekstrasi air tanah berlebihan untuk keperluan industri, beban konsumsi tanah alluvial, dan perubahan tata ruang.

“Penurunan muka tanah ini tidak terjadi secara alamiah. Ini harga mahal yang harus kita bayar dari masifnya ekstraksi air tanah berlebihan untuk kepentingan industri, beban konsumsi pada tanah aluvial yang lunak serta perubahan tata ruang yang menghilangkan area resapan air,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan giant sea wall bukan satu-satunya upaya untuk menangani permasalahan banjir rob di kawasan tersebut. Ia mengatakan, persoalan terkait penurunan muka tanah di daratan harus dibenahi.

“Giant Sea Wall dapat menjadi bagian penting dari strategi perlindungan Pantura. Tetapi dia bukanlah satu-satunya solusi,” tegasnya.

“Jika kita hanya membangun dinding beton raksasa di pesisir tanpa menghentikan ekstraksi air tanah secara masif dan tanpa membenahi tata ruang hidrologis di daratan, maka tanggul tersebut pada akhirnya akan ikut ambles bersama tanah yang menopangnya,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kementerian LH pun menyiapkan Peraturan Menteri tentang water farming dan rehabilitasi mangrove. Water farming merupakan upaya untuk mengembalikan cadangan air ke dalam tanah sebagai kompensasi atas pengambilan air tanah oleh industri maupun bangunan skala besar, sedangkan mangrove dilakukan untuk perlindungan pesisir.

Sebagai informasi, wacana pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa dilakukan sepanjang kurang lebih 575 kilometer. Bangunan ini akan membentang dalam 15 segmen dari Banten hingga Jawa Timur. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggul Sungai Tuntang

    Pemprov Jateng Minta Percepatan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang yang Retak

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dorong percepatan perbaikan tanggul Sungai Tuntang, di perbatasan Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan, yang retak. Pasalnya, retak tersebut berada di dekat bagian tanggul yang telah diperbaiki pada Februari 2026. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengaku bahwa pihaknya sudah […]

  • Rayakan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, Pemprov Gelar Serangkaian Event di 3 Kota

    Rayakan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, Pemprov Gelar Serangkaian Event di 3 Kota

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 285
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan serangkaian event menarik untuk merayakan hari jadi ke-80. Acara ini akan digelar selama seminggu, sejak tanggal 18-24 Agustus 2025 di tiga kabupaten/kota. Ragam acara tersebut diadakan di Kabupaten Batang, Kabupaten Jepara, serta Kota Semarang, mulai dari Jateng Bersholawat, karnaval, hingga pameran UMKM. “Kami ada […]

  • Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    Ribuan Mustahik di Jateng Terima Bantuan Modal Usaha Rp3 Juta

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.750 mustahik di Jawa Tengah mendapatkan bantuan modal usaha. Nilai bantuan tersebut mencapai Rp5,25 miliar, sehingga setiap penerima manfaat mendapatkan Rp3 juta. Ribuan penerima zakat tersebut tersebar di Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Boyolali. Bantuan dari Baznas Jateng ini merupakan stimulus untuk memperkuat usaha mikro masyarakat, agar lebih […]

  • rembang

    60 Unit Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi di Rembang

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 60 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Rembang telah beroperasi hingga akhir September 2025. Capaian tersebut melampaui target awal dari pemerintah kabupaten (Pemkab) yang hanya berjumlah 43 unit. Kopdes/kel Merah Putih yang aktif bergerak di berbagai unit usaha, termasuk produk layanan keuangan. Misalnya, produk perbankan digital yang telah tersedia, mulai […]

  • Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Tengah diminta tetap menerima pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) meski statusnya dinonaktifkan saat penyesuaian data oleh Kemensos RI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta PBI-JK tetap berjalan, khususnya bagi pengidap penyakit kronis. Apalagi, pasien penyakit kronis sangay […]

  • Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital RI perkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada petani melon di Desa Jetak, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Teknologi ini diklaim memudahkan petani dalam melakukan pemantauan kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan secara otomatis. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya inovasi […]

expand_less