Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketegangan Yerusalem Memanas: Pemukim Ekstremis Israel Kibarkan Bendera di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ketegangan Yerusalem Memanas: Pemukim Ekstremis Israel Kibarkan Bendera di Kompleks Masjid Al-Aqsa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 13

Kabarjatengterkini.com– Situasi di Kota Suci Yerusalem kembali berada di ambang krisis. Ketegangan politik dan agama di wilayah tersebut memanas setelah sekelompok pemukim ekstremis Yahudi Israel nekat memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Tidak sekadar berkunjung, mereka secara provokatif mengibarkan bendera Israel dan menyanyikan lagu kebangsaan negara tersebut di dalam kawasan suci umat Islam.

Dilansir dari media Yeni Safak, aksi provokatif tersebut dilakukan di bawah perlindungan ketat dari aparat kepolisian zionis Israel. Langkah ini langsung memicu kecaman luas dari berbagai belahan dunia karena dinilai melanggar status historis serta menodai kesucian salah satu situs paling sakral bagi umat Muslim global.

Kronologi Provokasi di Area Haram al-Sharif

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas dan viral di media sosial, kelompok pemukim ekstremis tersebut terlihat memasuki kawasan Haram al-Sharif di Kota Tua Yerusalem secara terorganisir. Begitu berada di halaman Masjid Al-Aqsa, mereka membuka dan mengibarkan bendera Israel.

Ironisnya, aksi menyanyikan lagu kebangsaan Israel ini dilakukan tepat di hadapan aparat kepolisian setempat. Petugas keamanan yang berjaga sama sekali tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan atau membubarkan aksi tersebut.

Insiden ini sontak memicu kemarahan besar warga Palestina dan komunitas internasional. Banyak pihak menilai pembiaran ini sebagai bentuk provokasi status quo yang sangat serius. Selama puluhan tahun, aturan status quo telah mengatur bahwa pengelolaan aktivitas keagamaan di kawasan suci tersebut sepenuhnya berada di bawah otoritas Muslim, sementara non-Muslim hanya diizinkan berkunjung tanpa melakukan ritual agama atau demonstrasi politik.

Sorotan Standar Ganda Keamanan Israel

Para pengamat geopolitik dan hukum internasional langsung menyoroti adanya standar ganda yang nyata dalam kebijakan keamanan yang diterapkan oleh otoritas Israel. Selama ini, polisi Israel dikenal sangat ketat dan langsung bertindak tegas melarang pengibaran bendera asing atau simbol apa pun di kompleks Masjid Al-Aqsa. Namun, ketika simbol nasional Israel dikibarkan di dalam area masjid oleh kelompok sayap kanan, aparat justru terkesan melindunginya.

Sejumlah pakar memperingatkan bahwa demonstrasi politik di kawasan suci ini memiliki dampak yang sangat berbahaya. Aksi tersebut berpotensi memperburuk ketegangan Yerusalem yang memang sudah lama membara. Sebagai informasi, Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dan menempati posisi sebagai masjid tersuci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Jejak Provokasi yang Terus Berulang

Rangkaian pelanggaran ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari tren yang terus berulang. Aksi terbaru ini terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan ekstremis kanan, Itamar Ben-Gvir, melakukan tindakan serupa.

Pada 14 Mei lalu, Ben-Gvir secara kontroversial memasuki kompleks Al-Aqsa, mengibarkan bendera, dan mengeluarkan pernyataan sepihak bahwa kawasan suci tersebut sepenuhnya milik bangsa Yahudi. Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang protes dari Otoritas Palestina, pemerintah Yordania selaku penjaga resmi situs suci Yerusalem, serta komunitas internasional. Bagi warga Palestina, aksi-aksi ini adalah upaya sistematis untuk mengubah karakter, demografi, dan identitas Al-Aqsa yang selama ini berada di bawah pengelolaan Wakaf Islam Yordania.

Eskalasi di Tepi Barat: Sekolah Palestina Jadi Sasaran Perusakan

Di saat situasi di Yerusalem bergejolak, tekanan fisik dan psikologis terhadap warga Palestina juga eskalatif di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Kelompok pemukim ekstremis Israel dilaporkan melakukan penyerangan brutal terhadap sebuah sekolah swasta yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di Desa Rammun, sebelah timur Ramallah.

Pengawas proyek sekolah tersebut, Ali Munasira, mengungkapkan bahwa para pelaku merusak sedikitnya 40 pintu kayu dan tiga pintu besi cor. Tidak hanya melakukan perusakan fasilitas fisik, kelompok penyerang juga menjarah kamera pengawas (CCTV) serta generator listrik utama yang ada di lokasi bangunan.

Akibat serangan sepihak ini, kerugian material ditaksir mencapai sekitar 80.000 dolar AS (sekitar Rp1,3 miliar). Insiden di Desa Rammun ini tercatat sebagai serangan ketiga dalam beberapa hari terakhir yang menyasar fasilitas sipil milik warga Palestina. Meningkatnya frekuensi teror terhadap infrastruktur pendidikan dan sosial ini memicu kekhawatiran global mengenai taktik intimidasi terstruktur yang mengarah pada upaya pembersihan etnis secara bertahap (creeping ethnic cleansing).

Turki Desak Komunitas Internasional Mengambil Tindakan Nyata

Merespons situasi yang kian tidak terkendali, Pemerintah Turki mengeluarkan pernyataan diplomatik yang mengecam keras pelanggaran di Masjid Al-Aqsa serta perusakan fasilitas sipil di Tepi Barat. Ankara mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar kecaman di atas kertas.

Perkembangan terbaru ini menjadi sinyal merah bagi stabilitas Timur Tengah. Banyak pihak khawatir, absennya sanksi dan respons tegas dari dunia internasional atas kelalaian hukum dan provokasi status quo ini akan memicu gelombang perlawanan yang jauh lebih besar dan berbahaya di masa depan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jumlah pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah pada momen Lebaran 2026 ini diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Jumlah tersebut kemungkinan bisa meningkat seiring hari libur yang lebih panjang. “Tahun ini kita bisa menerima para pemudik yang jumlahnya meningkat. Kalau didata 17,7 juta orang. Akan tetapi itu baru data, biasanya masih bisa meningkat […]

  • Akrometastasis

    Kasus Akrometastasis Langka: Pria 55 Tahun Alami Pembengkakan Jari Akibat Kanker Paru-Paru Stadium Lanjut

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Seorang pria berusia 55 tahun mengalami pembengkakan menyakitkan pada jari tengah tangan kanan dan jempol kaki kanannya selama enam minggu terakhir. Bentuk kedua jari yang membengkak berubah menjadi bulat dan menebal, menimbulkan kekhawatiran yang akhirnya menguak diagnosis kanker langka yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Kasus ini menarik perhatian dunia medis karena menunjukkan gejala […]

  • Pemprov Jateng Ungkap Potensi Sumber Pendapatan Lain dari Wi-Fi Publik

    Pemprov Jateng Ungkap Potensi Sumber Pendapatan Lain dari Wi-Fi Publik

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ungkap potensi pendapatan dari Wi-Fi publik. Potensi pendapatan ini dinilai bisa meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2027. “Komdigi sebagai salah satu pengusul penyediaan baru PAD, kita menawarkan pemanfaatan aset digital, salah satunya wifi publik,” ujar Kepala Diskomdigi Jateng, Agung Hariyadi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan […]

  • Dana Belum Cair, 11 Dapur MBG di Blora Setop Operasional

    Dana Belum Cair, 11 Dapur MBG di Blora Setop Operasional

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Blora, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora menyetop operasionalnya karena dana belum cair. “Per hari ini yang berhenti operasional ada 11 dapur SPPG. Senin kemarin 10 dapur yang berhenti operasional. Kalau hari ini 11 dapur. Dikarenakan dana belum cair,” ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora, Artika Diannita, Jumat (19/12/2025), […]

  • Tepat di Hari Santri, Kantor LPBH NU Lasem Resmi Dibuka

    Tepat di Hari Santri, Kantor LPBH NU Lasem Resmi Dibuka

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kantor Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum (LPBH) NU Lasem resmi dibuka pada Minggu, 26 Oktober 2025, bertepatan dengan momentum Hari Santri. Peresmian kantor ini dilakukan oleh Ketua PC NU Lasem, DR. KH. Sholahudin Fatawi, M.Pd, didampingi oleh pengurus PC NU Lasem dan Forkopimcam setempat. Acara ini dihadiri sekitar seribu peserta yang tampak antusias, […]

  • Status PBI Puluhan Ribu Warga Kota Semarang Bakal Nonaktif, Pemkot Siapkan Skema Ini

    Status PBI Puluhan Ribu Warga Kota Semarang Bakal Nonaktif, Pemkot Siapkan Skema Ini

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 98 ribu warga Kota Semarang diperkirakan bakal mengalami penonaktifan status kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) buntut pemutakhiran data oleh Kemensos RI. Terkait kebijakan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempersiapkan skema reaktivasi bagi peserta yang status kepesertaannya dinonaktifkan. Pihaknya akan memilah peserta yang aktif menggunakan layanan kesehatan […]

expand_less