Kepingan Diduga Emas dan Arca Dewa Surya Ditemukan di Candi Losari
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 4 Jun 2026
- visibility 28

Foto: ilustrasi (sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Kepingan logam diduga emas dan dua arca ditemukan di bawah lantai Candi Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Penemuan itu terjadi saat pemugaran candi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X pada Selasa (21/4/2026). Saat ini, sejumlah temuan tersebut disimpan di BPK Wilayah X di Bugisan, Prambanan, Klaten.
“Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian, kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi),” kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, Kamis (4/6/2026), dikutip Detik.
“Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca),” lanjut dia.
Ia menjelaskan, proses pemugaran di kawasan candi tersebut masih berlangsung, dan diperkirakan rampung pada bulan Oktober. Saat proses pembuatan fondasi, bagian bawah bangunan dilakukan pengecoran mengingat adanya rembesan air di lokasi tersebut.
“Jadi kita perbuat pakai semen untuk isiannya. Iya (antisipasi biar tidak ambles). Kurang lebih sampai bulan Oktober. Sampai target 14 lapis. Kemungkinan nanti ada di tahap kedua lagi (sampai berwujud candinya),” bebernya.
Sebelum ini, pihaknya juga menemukan tiga arca Dewa Surya lainnya pada ekskavasi pertama.
“Itu sama semua (bentuk arcanya) cuman beda ukurannya beda tipis, paling 1 cm. Iya, peripih sama yang ada arca,” ujar Restu.
Sementara, temuan logam diduga emas sudah dibawa ke kantor BPK yang situasinya dinilai lebih aman, namun pihaknya masih belum memastikan karena perlu dianalisis di laboratorium.
“Kalau emasnya belum, ini baru kita daftarkan ke konservasi dulu memang warnanya kekuningan. Tapi, secara pasti kan belum dianalisis di laboratorium,” kata Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

