100 Titik SPPG di Cilacap Diduga Fiktif, Mayoritas Terafiliasi dengan Yayasan Sony Sonjaya
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026
- visibility 13

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Setidaknya ada seratus titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap yang diduga fiktif. Pasalnya, sejumlah SPPG tersebut tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas operasional.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya. Dugaan adanya SPPG fiktif tersebut muncul setelah dilakukan pengecekan oleh Kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.
“Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun,” kata kata Ammy, Selasa (23/6/2026), dikutip Detik.
Menurut pemeriksaan, seratus titik tersebut justru berada di lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan untuk dijadikan fasilitas pelayanan. Misalnya, titik SPPG tersebut berlokasi di tengah hutan, sawah, hingga di area pemakaman.
“Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan,” lanjut dia.
Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik maupun pendaftaran titik fiktif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini turut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mayoritas titik yang menjadi temuan tersebut diketahui terdaftar atas nama yayasan terafiliasi dengan eks Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya. Sony Sonjaya sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Kejagung RI.
“Nah, jadi bahwa isu jual-beli titik, kemudian titik fiktif yang memang benar adanya, ini yang harus kita benahi,” ujarnya.
“Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony,” lanjut dia.
Terkait tindak lanjut, pihaknya telah melakukan rapat dengan tim investigasi dari BGN. Hasil rapat memutuskan untuk menghentikan sementara pembukaan titik SPPG baru di Cilacap, kemudian menghapus titik-titik SPPG yang diduga fiktif.
“Kemarin hasil rapat terakhir dengan tim investigasi yang dikirim Bu Naniek waktu mereka ke Cilacap, untuk sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup,” terang dia.
“Kemudian untuk 100 titik fiktif yang sudah teridentifikasi dihapus terlebih dahulu, baru kemudian kita akan lanjutkan lagi program. Tapi kembali ke kebijakan pusat,” lanjutnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

