Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sudewo Diduga Terima Uang Rp125 Juta Terkait Proyek Jalur Ganda Solo-Semarang

Sudewo Diduga Terima Uang Rp125 Juta Terkait Proyek Jalur Ganda Solo-Semarang

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
  • visibility 42

Kabarjatengterkini.com – Terdakwa Sudewo diduga terima uang sebesar Rp125 juta untuk proyek Jalur Ganda Solo-Semarang (JGSS) di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Uang itu disetorkan oleh PT Indria Putra Persada kepada orang suruhannya.

Hal ini diungkap oleh Direktur PT Indria Putra Persada sekaligus Ketua Kadin Solo, Ferry Septha Indrianto dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026) yang lalu.

Ia menjelaskan, awalnya, proses lelang berlangsung lancar tanpa pengondisian. Namun, saat proyek dikerjakan, perusahaan diminta agar lebih perhatian kepada tim di lapangan untuk biaya operasional.

“Tidak ada (permintaan fee). Tidak ada sama sekali. Di awal kami lelang, fight, kemudian kita menang, lalu baru kontrak,” kata Ferry, Senin (6/5/2026), dikutip Detik.

“Hanya untuk apa operasional mereka, di lapangan. Ada, (tapi) kecil-kecil. Tapi berjanji-janji nggak ada,” lanjut dia.

Selama proyek berjalan, setidaknya uang sebesar Rp20 juta dikeluarkan untuk operasional lapangan. Dana itu diambil dari corporate social responsibility (CSR).

“Jadi kalau di lapangan itu, mereka turun ke lapangan pasti ada beberapa uang transfer yang kita kasih, ke teman-teman dari tim DJKA,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ferry membenarkan bahwa ada sosok yang mendatanginya saat proyek sudah berjalan 50 persen. Sosok tersebut diketahui bernama Nur Widayat dan mengaku sebagai suruhan Sudewo yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPR RI.

“Pak Nur Widayat itu datang ke saya, mengaku orangnya Pak Sadewo. Saya kaget,” ucapnya.

“Saya kebetulan nggak kenal sama sekali Pak Sadewo siapa saat itu. Nur Widayat mengaku Pak Sadewo itu punya wilayah daerah situ,” jelasnya.

Menurut BAP, uang Rp 125 juta itu diserahkan secara tunai kepada Nur Widayat dalam paper bag cokelat di sekitar Desember 2021. Namun, jaksa menyebut bahwa utusan Sudewo itu meminta kontribusi sebesar Rp200 juta.

“(Tidak lama kemudian saya menyerahkan uang sebesar Rp 125 juta yang terbungkus dalam paper bag cokelat kepada Nur Widayat yang langsung kemudian dibawa pulang,” kata jaksa membacakan BAP yang dibenarkan Ferry.

“Saya tidak mengetahui apakah pada akhirnya uang tersebut diserahkan oleh Nur Widayat kepada Sudewo atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Sudewo menyebut bahwa uang Rp 125 juta yang diserahkan itu digunakan untuk membangun musala dan membeli kambing. Ia mengatakan bahwa pemberian uang dilakukan semampunya dalam bentuk CSR.

“Uang tersebut itu sebenarnya diklaim sebagai fee atau sumbangan dalam bentuk CSR? Karena saksi tadi mengatakan, sebagian dari hasil perusahaan itu pasti diwujudkan untuk sosial CSR,” kata Sudewo.

Sebelumnya, JPU dari KPK mendakwa Bupati Pati Sudewo menerima suap senilai Rp 1,371 miliar dari kasus korupsi proyek DJKA. Sudewo disebut menerima uang dari sejumlah kontraktor setelah adanya pengkondisian pemenang lelang sejumlah proyek. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • gelaran Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026

    Agustina Sebut Warga Semarang Masih Menggemari Gelaran Wayang di Sedekah Bumi dan Apitan

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengapresiasi gelaran Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026 yang digelar di tiga kelurahan. Di antaranya, di Kelurahan Mangunsari, Kelurahan Pudakpayung, dan Kelurahan Gedawang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa masyarakat Kota Semarang masih bersemangat untuk melestarikan budaya leluhur hingga saat ini. Salah satunya  dengan menampilkan pagelaran […]

  • Lembaga PAUD di Jateng Diminta Terapkan Pendekatan Holistik Integratif

    Lembaga PAUD di Jateng Diminta Terapkan Pendekatan Holistik Integratif

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 189
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Jumlah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jawa Tengah saat ini sudah mencapai 32.684. Puluhan ribu lembaga tersebut akan terus didorong untuk menerapkan pendekatan holistik integratif. Pendekatan holistik integratif merupakan upaya pengembangan anak usia dini untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Pendekatan ini […]

  • Foto : Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Miftachul Ichwan. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    BKD Catat 309 PNS di Rembang Pensiun Tahun Ini, Didominasi Guru

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 309 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Rembang bakal pensiun tahun ini, dengan didominasi oleh guru kurang lebih 70 persen. Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Miftachul Ichwan mengatakan total ratusan PNS yang bakal pensiun diantaranya masuk batas usia pensiun (BUP), meninggal dunia dan […]

  • korban

    Tragedi Ambruknya Musala Al Khoziny: 49 Korban Tewas, Pencarian Masih Terus Berlanjut

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, pada Minggu (5/10), semakin memperlihatkan dampak buruknya. Hingga malam hari, jumlah korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut terus meningkat, mencapai angka 49 orang. Data terbaru yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa tim pencari berhasil menemukan tambahan 24 jenazah, yang sebelumnya tertimbun […]

  • Kemenkes Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    Menkes RI Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tingkat penularan campak diperkirakan bisa enam kali lebih tinggi dari virus Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan bahwa campak merupakan penyakit yang paling mudah menular. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dengan membandingkan penularan campak dengan Covid-19. Menurutnya, pasien Covid-19 bisa menularkan virus kepada 3-4 orang sekaligus, sedangkan campak bisa […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Dukung Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Siapkan Program Sekolah Kemitraan

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siapkan sejumlah program dalam upaya pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk menyongsong cita-cita bangsa mewujudkan generasi emas 2045. Sampai saat ini, sudah ada program Sekolah Garuda dan Sekolah Keberbakatan untuk memastikan generasi muda mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Nantinya, pada tahun 2025, Pemprov juta akan membuat […]

expand_less