Kondisi Memprihatinkan Bangunan Sekolah SDN 2 Ketaon Boyolali
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 14

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Bangunan sekolah SDN 2 Ketaon, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, dinilai memprihatinkan. Pasalnya, ada tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan pada rangka atap.
Kepala SDN 2 Ketaon Wahyudi mengatakan bahwa kerusakan sudah berlangsung sekitar satu tahun. Adapun bagian yang rusak merupakan penyangga konstruksi atap dan plafon yang dinilai sudah lapuk termakan usia.
“Untuk tingkat kerusakan ini sudah hampir 1 tahun ya sebenarnya,” kata dia pada Senin (13/7/2026), dikutip Detik.
“Kuda-kuda sama blandar-blandar itu kan banyak yang putus. Jadi mulai disangga pakai bambu-bambu itu ya sekitar 6 bulanan lebih,” lanjut dia.
Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah mengarahkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruangan lain yang dinilai masih kuat dan layak. Tempat-tempat itu bervariasi, mulai dari Musola, ruang komputer, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah.
Pihak sekolah sudah mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 636 juta ke Pemerintah Pusat. Hal ini turut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, sehingga perbaikan ruang kelas masuk dalam prioritas pembangunan.
“Tahun ini alhamdulillah kemarin sudah ada surveyor pendamping dari Universitas Gajah Mada, mensurvei kondisi SD 2 Ketoan ini untuk mendapatkan dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah untuk tahun 2026 ini,” ujar Hari
SDN 2 Ketaon merupakan hasil regrouping, sehingga sebagai solusi sementara, pihaknya berencana akan memanfaatkan gedung SDN 1 Ketaon. Harapannya, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar.
“Kami juga sangat prihatin kita melihatkan kondisi seperti ini tadi dan kondisi sekarang yang ada di SD 1 Ketoan itu ruangannya juga masih mungkin ada yang baik,” terang dia.
“Makanya nanti setelah ini akan kami survei, kita cek di SD Ketaon dan akan kami komunikasikan dengan pemerintah desa untuk digunakan sebagian sementara dalam menunggu pembangunan atau rehabilitasi ini selesai,” imbuhnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

