Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkab Pati Tutup Sementara SPPG dan Tetapkan KLB
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026
- visibility 17

Foto: korban dugaan keracunan di Pati (Sumber: Kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong I di Kecamatan Gembong ditutup sementara buntut dugaan keracunan ratusan siswa kemarin. Penutupan Dapur MBG dilakukan dalam rangka evaluasi dan pengambilan sampel.
“Pastinya di tutup sementara, sambil mitigasi, keracunannya dari makanan apa tadi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, pengambilan sampel makanan berupa nasi bakar dan ayam suwir telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Sampel tersebut dikirimkan ke Semarang untuk dilakukan uji lab guna mengetahui penyebab keracunan para siswa dan guru.
“Sampelnya kita kirim ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk di lab kan. Masalahnya dimana,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten Pati turut menetapkan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan siswa yang diduga keracunan karena MBG dilakukan dengan maksimal.
“Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Plt Bupati Pati lagi.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati masih mendalami jenis menu MBG yang didistribusikan pada Selasa (8/9/2026) lalu. Proses pengujian sampai dengan keluarnya hasil uji lab membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
“Sampel tentunya ya makanan yang disajikan kemarin (Selasa). Semuanya kita ambil dari bank sampel SPPG nanti kita lakukan uji lab,” ujar Kepala Dinkes Pati, Luky Pratugas Narimo, Rabu (9/9/2026).
“Sekitar satu sampai dua Minggu an, baru bisa keluar,” tandasnya lagi.
Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati diduga mengalami keracunan menu MBG. Jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan sebanyak 127 dari MTs Negeri 3 Pati, sedangkan 103 siswa dari SMP Negeri 1 Gembong.
Mereka disebut mengalami sejumlah gejala seperti mual dan diare usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (8/9/2026). Gejala serupa juga dirasakan oleh sejumlah guru dari kedua sekolah tersebut.
“Awal ke tahunya tadi pagi, tadi pagi itu banyak anak-anak yang ke kamar mandi. Kemudian kami tanya ternyata mereka sudah merasakan mules-mules itu, kemudian semakin siang semakin banyak,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gembong, Istiana. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

