Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ada 4 Faktor Pertimbangan Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih

Ada 4 Faktor Pertimbangan Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 29 Sep 2026
  • visibility 14

Kabarjatengterkini.com – Ada empat hal yang menjadi pertimbangan terkait penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih. Di antaranya, kedekatan domisili, kesiapan bangunan koperasi, ketersediaan kuota, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Proses penempatan tersebut dilakukan menggunakan metode Hungarian Bipartite Matchmaking Method untuk mencari kombinasi penempatan secara keseluruhan. Hal ini yang membuat sebagian manajer tidak ditempatkan sesuai domisili.

“Kami memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian yang tidak ringan,” tulis Kementerian Koperasi (Kemenkop) lewat Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes).

Faktor kedekatan dengan domisili karena lokasi terdekat tidak selalu tersedia untuk seluruh manajer, karena setiap titik Kopdes memiliki kuota penempatan. Menurut data Simkopdes, sebanyak 55,69 persen berada dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili.

Selain itu, pemerintah terlebih dahulu memprioritaskan titik Kopdes yang bangunannya telah selesai 100 persen. Sehingga, jika di wilayah domisili belum ada bangunan yang siap beroperasi, manajer dapat diarahkan ke lokasi lain yang sudah siap beroperasi sepenuhnya.

Lebih lanjut, di sejumlah wilayah, jumlah calon manajer dapat lebih banyak daripada titik Kopdes yang tersedia. Sementara, ada wilayah yang memiliki titik Kopdes siap beroperasi, tetapi jumlah calon manajernya tidak mencukupi. Maka dari itu, sebaran manajer disesuaikan kebutuhan.

“Namun, pada beberapa wilayah, titik yang sesuai belum tersedia, telah terisi, atau belum siap untuk ditempati. Karena itu, sebagian manajer perlu ditempatkan di wilayah lain yang masih membutuhkan,” tulis Simkopdes.

Pertimbangan terakhir adalah kebutuhan tenaga manajer di berbagai wilayah. Sistem tidak hanya mencocokkan manajer dengan lokasi berdasarkan jarak, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan pengelola pada titik Kopdes yang tersedia.

Penempatan dilakukan secara bertahap. Setelah titik dengan bangunan yang sudah selesai 100 persen terisi, sistem melanjutkan pencocokan berdasarkan kondisi titik yang tersedia dengan progres pembangunan tertinggi. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • tabel

    Tabel Lemak Tubuh Pria dan Perempuan, Punyamu Ideal?

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lemak tubuh sering kali dianggap musuh utama dalam dunia kebugaran. Padahal, tubuh manusia justru membutuhkan lemak sebagai cadangan energi, pelindung organ, hingga pengatur suhu tubuh. Namun, kadar lemak yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, berapa kadar lemak tubuh yang ideal? Cek jawabannya lewat tabel lemak tubuh pria […]

  • kudus

    Tahun Ajaran Baru Dimulai Hari Ini, Bupati Kudus Tekanan Sekolah Harus Jadi Ruang Bebas Bullying

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Kudus, KabarJatengTerkini.com – Tahun Ajaran Baru 2025-2026 sekolah dimulai hari ini, Senin (14/7/2025). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tekankan bahwa satuan pendidikan harus menjadi ruang yang bebas perundungan (bullying). Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin apel pembukaan tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Kudus hari ini. Kegiatan ini juga diikuti siswa […]

  • Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada sejumlah strategi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Di antaranya dengan mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak dan piutang. “Peningkatan pendapatan akan kami lakukan dengan penanganan piutang pajak melalui door to door (pintu ke pintu), razia kepatuhan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, […]

  • rembang

    Perpustakaan Umum Rembang Berencana Tambah Koleksi Buku Tahun Depan

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang, pada  tahun 2026, berencana menambah koleksi buku bacaan. “Sehingga kami bersabar dan Alhamdulillah di tahun 2026 InsyaAllah ada anggaran untuk pengadaan buku itu,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan. Sholchan menyampaikan, di tahun 2025, penambahan buku dinilai belum maksimal karena terkendala anggaran. “Jelas […]

  • Bakar Sampah Dilarang, Pemkab Demak Gencarkan Edukasi Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

    Bakar Sampah Dilarang, Pemkab Demak Gencarkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Proses pembakaran sampah disebut berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh dan kebersihan lingkungan. Maka dari itu, sistem pengelolaan sampah terpadu di desa akan terus digencarkan. Atas dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak meminta masyarakat tidak membakar sampah rumah tangga sembarangan. Pembakaran menimbulkan polutan di udara, sehingga berbahaya bagi pernapasan masyarakat sekitar. “Pembakaran […]

  • Sampel Dagangan di Pasar Grogolan Diuji Kandungan Zat Berbahaya, 1 Positif Formalin

    Sampel Dagangan di Pasar Grogolan Diuji Kandungan Zat Berbahaya, 1 Positif Formalin

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) lakukan pengecekan bahan-bahan pangan segar di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahan yang dijual bebas zat berbahaya. Adapun pemeriksaan menguji belasan sampel bahan pangan dari pedagang terhadap kandungan pestisida, formalin, hingga boraks. Pengujian sayur dan bahan pangan segar lainnya dilakukan pada hari […]

expand_less