Pemprov dan Pemkab Beri Solusi untuk Atasi Krisis Air Bersih di Pati
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 10

Foto: Dropping air bersih di Desa Triguno, Tlogowungu, Pati (Sumber: Pemprov Jateng)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Kekeringan melanda sebagian wilayah Kabupaten Pati, termasuk Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapat akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menyiapkan solusi untuk mengatasi persoalan krisis air bersih di tengah musim kemarau. Di antaranya, droping bantuan air bersih hingga solusi jangka panjang dengan program desalinasi.
Program desalinasi merupakan pengolahan air payau menjadi air layak konsumsi. Menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, persoalan krisis air bersih ini bukan hanya karena musim kemarau, tetapi juga air tanah cenderung payau.
“Ternyata di desa ini airnya payau, sehingga yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya air bersih untuk minum ya,” kata Taj Yasin, Selasa (6/10/2026).
Teknologi tersebut diharapkan bisa mengubah air payau menjadi air tawar, sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pihak Pemprov juga akan menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan dan pelaksanaan program ini.
“Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program Pemprov yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujarnya.
Potensi Bendungan Triguno juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air di wilayah sekitar. Bendungan tersebut memiliki debit sekitar 35.000 meter kubik air. Meski demikian, sejumlah saluran tetap membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan.
Sementara, solusi jangka pendek, sebanyak 10 truk air bersih saat ini telah disalurkan ke Desa Triguno.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, berdasarkan data terakhir, sekitar 60 desa terdampak kekeringan. Bantuan dropping air bersih ke daerah terdampak terus diupayakan dari BTT hingga CSR sejumlah perusahaan.
“Kami terus berupaya untuk pengiriman air bersih, entah dari CSR, entah dari BTT (Belanja Tidak Terduga) sudah kami siapkan,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Pati juga menyiapkan perluasan jaringan PDAM untuk menjangkau wilayah yang selama ini terdampak kekeringan. Saat ini, PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan.
“Kami akan bangun jaringan supaya jaringan PDAM ini bisa mengalir ke daerah-daerah terdampak kekeringan,” tegas dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

