Pemprov Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah, Disdik dan IPSI Jateng Siap Buatkan Roadmap
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 4 Agu 2025
- visibility 199

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) ingin pencak silat masuk dalam kurikulum pelajaran sekolah maupun ekstrakurikuler. Pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri, namun juga merupakan warisan budaya bangsa Indonesia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pendidikan menggandeng Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng untuk membuat roadmap. Roadmap tersebut berisi teknik, pakaian, materi, dan cara pengajaran terhadap siswa-siswi di sekolah.
“Mewakili pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan kita, mulai besok perintah lisan saya, segera seluruh SMA harus punya materi pencak silat,” kata Ahmad Luthfi, Sabtu (2/8/2025).
“Tinggal nanti IPSI segera merapat ke Dinas Pendidikan,” lanjutnya.
Tak hanya menyiapkan materi, Pemprov Jateng juga telah menyiapkan beberapa lahan untuk dipertimbangkan menjadi padepokan silat berstandar nasional maupun internasional. Diketahui, luas lahan yang dibutuhkan untuk membuat padepokan pencak silat itu minimal satu hektare.
“Padepokan sudah kita siapkan beberapa alternatif lahan, tinggal IPSI memilih, luasnya minimal satu hektare,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono menyambut baik instruksi tersebut. Menurutnya, dengan kurikulum pencak silat dan fasilitas padepokan, diharapkan bisa mencetak generasi muda yang kuat dan berkarakter, sehingga bisa diterapkan secara nasional.
“Pak gubernur tadi perintahnya sudah sangat jelas, menjadikan pencak silat bagian dari pelajaran di SMA. Saya harapkan juga nanti ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar di nasional,” terang dia.
Ketua Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto mengupayakan untuk menindaklanjuti pembuatan roadmap dengan seluruh padepokan pencak silat di Jawa Tengah. Nantinya, hasil musyawarah tersebut akan dikoordinasikan ke Dinas Pendidikan.
“Memang kita harus nguri-uri budaya kita. Pencak silat ini merupakan warisan budaya, saya harap ini bisa dimengerti dan dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap melalui Gubernur tadi, bisa dimasukkan di dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah. Kita segera koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

