Menteri-menteri Prabowo Tanggapi Dugaan Kontaminasi Radioaktif Udang Beku Indonesia
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sab, 23 Agu 2025
- visibility 116

Kabarjatengterkini.com – Sejumlah menteri dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas polemik dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dalam udang beku asal Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat. Dugaan ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mendeteksi paparan Cs-137 pada kontainer berisi produk udang dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).
Menteri Kelautan dan Perikanan Pastikan Tambak Udang Aman
Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP), Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa bahan baku udang yang berasal dari tambak di Lampung dan Pandeglang dalam kondisi aman dan bebas dari kontaminasi radioaktif.
“Dua-duanya (tambak) kita cek bersama Bapeten. Hasilnya radioaktif itu 0, enggak ada. Nah, lalu di dalam pabrik BMS itu, di cerobong, didapetinnya, dan itu berarti dari udara luar. Jadi artinya bahan bakunya enggak ada masalah, tapi begitu masuk itu udara luar (terpapar),” ujar Trenggono kepada wartawan, Kamis (22/8).
Hasil inspeksi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memang menunjukkan tidak adanya kontaminasi pada lokasi tambak. Namun, paparan Cs-137 terdeteksi di cerobong pabrik pengolahan udang beku milik BMS, yang berada di kawasan industri peleburan logam.
Trenggono menduga, sumber paparan Cs-137 berasal dari aktivitas peleburan logam berat di kawasan industri yang sama. Ia mengusulkan perlunya pemisahan antara industri makanan dan industri logam untuk menjamin keamanan pangan nasional.
“Tujuannya agar memastikan produk industri makanan aman dari kontaminasi apa pun, utamanya radioaktif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trenggono menyebut bahwa kasus ini masuk kategori force majeure atau keadaan kahar. Ia juga menyatakan bahwa pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berkoordinasi dengan FDA AS guna memastikan kelanjutan ekspor produk perikanan Indonesia.
Kemenperin Bentuk Tim Khusus Investigasi
Merespons serius dugaan kontaminasi radioaktif tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di bawah arahan Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita segera membentuk tim khusus. Tim ini akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Bapeten dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Sudah ada arahan dari Pak Menteri untuk membentuk tim itu dan bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain,” kata Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, saat meninjau pabrik PT Sumi Asih di Bekasi, Jumat (22/8).
Tim ini akan fokus menginvestigasi penyebab utama kontaminasi dan melakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan di kawasan industri yang rawan paparan zat berbahaya. Langkah ini dianggap penting demi melindungi reputasi ekspor makanan Indonesia di pasar global.
Kemendag Siapkan Negosiasi dengan AS
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan telah melakukan rapat koordinasi bersama KKP dan Bapeten guna menyelidiki kasus yang dapat berdampak serius pada perdagangan ekspor Indonesia, khususnya produk hasil laut.
“Kami sudah rapat koordinasi dengan KKP dan Bapeten. KKP dan Bapeten sedang melakukan inspeksi mengenai Cesium-137,” ujar Budi Santoso kepada media di Jakarta, Kamis (21/8).
Menurutnya, apabila hasil inspeksi menunjukkan tidak ada kandungan Cs-137 dalam produk udang beku yang diekspor, maka pemerintah Indonesia akan segera membuka jalur negosiasi dengan otoritas Amerika Serikat.
“Kalau ternyata tidak ada kontaminasi di produk akhirnya, maka kita akan melakukan klarifikasi dan negosiasi lebih lanjut dengan pihak FDA AS agar tidak ada hambatan pada ekspor udang kita,” jelasnya.
Dampak Potensial terhadap Industri Makanan
Polemik ini tidak hanya berdampak pada industri udang, namun berpotensi menimbulkan kekhawatiran lebih luas terhadap keamanan ekspor makanan Indonesia. Menteri Trenggono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan memperkuat pengawasan mutu serta keamanan pangan ekspor.
“Kita harus tangani lah. Tapi pasti, kalau ada situasi seperti ini nanti akan berimplikasi kepada bukan hanya udang, tapi kan industri makanan secara umum ya,” pungkas Trenggono.
Diketahui, Cesium-137 adalah radioisotop hasil aktivitas nuklir buatan manusia yang berbahaya bagi kesehatan jika masuk ke dalam rantai makanan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga standar keamanan produk ekspor sesuai dengan ketentuan internasional.
Kasus dugaan kontaminasi radioaktif dalam udang beku asal Indonesia menjadi pengingat pentingnya pengawasan lintas sektor, terutama di kawasan industri campuran. Pemerintah melalui koordinasi antar kementerian terus berupaya memberikan klarifikasi kepada mitra dagang luar negeri serta menjaga kepercayaan pasar global terhadap produk makanan Indonesia.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

