Pemprov Jateng Terus Upayakan Tekan Angka Kasus Kematian Ibu dan Bayi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 12 Sep 2025
- visibility 80

Foto: Pemprov Jateng Terus Upayakan Tekan Angka Kasus Kematian Ibu dan Bayi (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai pencegahan kematian ibu dan bayi. Beberapa di antaranya enam kali pemeriksaan dan dua kali USG gratis bagi ibu hamil, serta pendampingan kehamilan berisiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, kasus kematian ibu dan anak bisa dicegah mulai dari sosialisasi program-program pemerintah tersebut ke masyarakat, khususnya ibu hamil.
“Angka kematian ibu dan anak itu bisa dicegah. Banyak unsurnya seperti dari sisi fasilitasnya, SDM-nya, dan masyarakatnya,” kata Yunita, Kamis (11/9/2025).
Menurut data, angka kematian ibu dan bayi di Jateng pada 2024 tercatat sebanyak 427 jiwa, sementara pada 2025 hingga Agustus mencapai 270 jiwa. Meski mengalami penurunan, pihaknya berharap angka kasus bisa mencapai nol.
Adapun rata-rata penyebab kematian ibu dan anak itu antara lain pendarahan, infeksi, dan eklampsia.
“Sebetulnya dibandingkan tahun lalu sudah turun, tetapi belum signifikan menurut kami,” ungkap Yunita.
Maka dari itu, Pemprov Jateng berharap adanya peran dari civitas akademik untuk terjun langsung ke lapangan dan membantu Dinas Kesehatan terkait hal ini. Menurutnya, bukti-bukti yang diperoleh di lapangan, bisa menjadi dasar dalam mengatasi persoalan tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga berharap Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro turut menerjunkan dokter di program Dokter Spesialis Keliling (Spelling). Pasalnya, program tersebut saat ini sudah berjalan bagus, namun kendalanya adalah kurangnya dokter spesialis.
“Makanya saya minta bantuan universitas yang punya dokter spesialis untuk turun,” bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko mengatakan, bahwa tim telah melakukan penelitian dan pengamatan di Kabupaten Brebes berkaitan dengan sumber daya manusia, tenaga kesehatan, fasilitas, kecepatan respons darurat, dan lainnya.
Tak hanya itu, terkait program Spelling, pihaknya akan mengidentifikasi ulang seluruh dokter spesialis atau calon dokter spesialis yang dimiliki Undip, untuk diterjunkan ke lapangan.
“Dokter Spesialis maupun calon spesialis yang sudah siap turun ke lapangan akan kami identifikasi, dan kita lakukan semacam KKN tematik. Itu kita sebar ke daerah-daerah,” tandasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

