Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Capai 34,77 Juta Ton pada 2025, Melampaui Target Awal dan Prediksi USDA
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- visibility 52

Kabarjatengterkini.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengumumkan kabar menggembirakan terkait proyeksi produksi beras nasional tahun 2025. Berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat signifikan dari target awal sebesar 32,07 juta ton.
“Data KSA BPS menyebut produksi beras Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dari target yang diberikan 32 juta ton. Jadi ada kenaikan 2,7 juta ton dari target yang diberikan,” ujar Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (24/11).
Melampaui Prediksi USDA dan FAO
Mentan Amran menegaskan bahwa proyeksi ini bahkan lebih tinggi dari estimasi United States Department of Agriculture (USDA), yang memperkirakan Indonesia hanya akan memproduksi 34,6 juta ton beras pada musim tanam 2024–2025.
“FAO juga memprediksi produksi beras kita tembus 35,6 juta ton pada tahun 2025,” tambahnya.
Amran menjelaskan bahwa stok beras Indonesia sempat mencapai 4,2 juta ton pada Juni 2025, menunjukkan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat. Keberhasilan ini menurutnya merupakan bukti bahwa program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian berjalan sesuai arah.
Tidak hanya itu, proyeksi produksi beras tahun 2025 sebesar 34,77 juta ton ini juga menjadi patokan untuk target 2026 mendatang. “Pada 2026, Kementerian Pertanian menargetkan produksi komoditas utama beras tetap berada di angka 34,77 juta ton,” jelas Amran.
Produksi Jagung dan Komoditas Hortikultura Ikut Melonjak
Dalam kesempatan yang sama, Amran memaparkan peningkatan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 yang diperkirakan mencapai 16,55 juta ton, atau naik 9,34 persen dibandingkan 2024. Sementara pada 2026, produksi jagung ditargetkan naik hingga 18 juta ton.
Dengan capaian tersebut, Amran memastikan bahwa Indonesia tidak perlu lagi mengimpor jagung untuk pakan pada 2025. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat industri peternakan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor komoditas strategis.
Kenaikan produksi juga terjadi pada komoditas hortikultura. Produksi cabai pada 2025 ditargetkan mencapai 3,07 juta ton, dan hingga 20 November 2025 realisasinya sudah 92,51 persen atau 2,84 juta ton. Pada 2026, cabai diproyeksikan meningkat sedikit menjadi 3,08 juta ton.
Produksi bawang merah mencapai 1,78 juta ton, atau 92 persen dari target 1,99 juta ton dan diharapkan naik menjadi 2 juta ton pada 2026. Sementara itu, produksi kopi bahkan melampaui target dengan capaian 104,15 persen atau 813,35 ribu ton dari target 780,95 ribu ton.
Tebu, Kakao, Kelapa, hingga Produk Peternakan Alami Kenaikan
Sektor perkebunan pun menunjukkan tren positif. Produksi tebu pada 2025 telah mencapai 104,86 persen atau 38,60 juta ton dari target 36,81 juta ton. Untuk 2026, tebu ditargetkan mencapai 39,5 juta ton.
Komoditas kakao sudah mencapai 592,43 ribu ton, atau 93,62 persen dari target. Pada 2026, produksi kakao diproyeksikan naik menjadi 633 ribu ton. Kemudian produksi kelapa tercatat mencapai 2,51 juta ton, atau 87,15 persen dari target 2,88 juta ton, dan pada 2026 ditargetkan menembus 2,89 juta ton.
Dari sektor peternakan, produksi daging sapi dan kerbau mencapai 468,4 ribu ton, atau 92,74 persen dari target 505,08 ribu ton. Target 2026 ditingkatkan menjadi 514 ribu ton. Produksi daging ayam juga mencapai 3,7 juta ton atau 87,88 persen dari target 4,21 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,34 juta ton pada 2026.
Produksi telur mencapai 5,89 juta ton, atau 86,49 persen dari target 6,81 juta ton. Pada 2026, Indonesia menargetkan produksi telur nasional mencapai 7,75 juta ton.
Fokus 2026: Perkuat Swasembada Pangan
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional. Mulai 2026, program prioritas Kementerian Pertanian difokuskan pada peningkatan produksi tiga komoditas strategis: padi, jagung, dan komoditas utama lainnya.
“Untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, program prioritas tahun 2026 difokuskan pada peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya,” ujar Amran.
Dengan proyeksi yang terus meningkat dan strategi yang semakin matang, pemerintah optimistis Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

