Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Tumbler di Era Urban: Antara Gaya Hidup Sehat, Tren Sosial, dan Simbol Identitas Baru

Tumbler di Era Urban: Antara Gaya Hidup Sehat, Tren Sosial, dan Simbol Identitas Baru

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025
  • visibility 51

Kabarjatengterkini.com- Di tengah hiruk-pikuk kota dan ritme kehidupan urban yang serba cepat, tumbler kini menjelma lebih dari sekadar botol minum.

Benda sederhana yang dulunya hanya digunakan sebagai wadah air, kini berubah menjadi simbol gaya hidup, pilihan kesadaran lingkungan, hingga penanda identitas sosial.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah tumbler benar-benar bagian dari gerakan hidup sehat, atau sekadar tren gaya hidup yang dibalut narasi keberlanjutan?

Perdebatan semakin mencuat setelah sebuah insiden viral terjadi di KRL. Seorang penumpang kehilangan tumbler-nya di dalam gerbong, dan unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet.

Di satu sisi, aturan tentang barang tertinggal memang sudah jelas. Namun di sisi lain, respons publik justru menunjukkan bahwa tumbler kini memiliki nilai emosional serta fungsi sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar wadah minuman.

“Kayaknya sekarang tuh kalau ketinggalan tumbler, orang bisa lebih panik daripada ketinggalan payung. Padahal cuma botol minum, ya mungkin karena sekarang tumbler itu harganya lumayan mahal,” ujar Aulia (26), karyawan swasta yang setiap hari menumpang KRL dari Cakung ke Palmerah.

Ia menambahkan bahwa tumbler bukan hanya barang fungsional, tetapi bagian dari keseharian yang menciptakan rasa memiliki.

“Selain mungkin lumayan harganya bagi beberapa orang, tapi kan tumbler itu barang yang dipakai tiap hari. Kalau hilang, rasanya kayak hilang identitas,” sambungnya.

Pernyataan Aulia menggambarkan fenomena yang lebih luas: tumbler kini tidak hanya dipandang sebagai perlengkapan minum, tetapi juga penanda gaya hidup.

Kesan ‘hilang identitas’ mungkin terdengar dramatis, namun mencerminkan hubungan emosional baru antara masyarakat dan benda tersebut.

Dari Kampanye Lingkungan ke Tren Gaya Hidup

Popularitas tumbler sebenarnya berawal dari kampanye ramah lingkungan, khususnya ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Pemerintah, komunitas, dan sejumlah merek besar ikut mendorong penggunaan botol minum berulang pakai ini sebagai bagian dari gerakan hidup sehat.

Namun, seiring waktu, nilai simboliknya semakin menguat. Harga tumbler dari berbagai merek kini bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Beberapa di antaranya bahkan dirilis edisi terbatas, sehingga memicu perilaku koleksi bagi sebagian orang.

Zahra (24), pekerja digital marketing di Jakarta, mengakui bahwa awalnya ia tidak punya kebiasaan membawa tumbler. Namun ketika semakin banyak rekan kerja tampil dengan tumbler warna pastel atau desain unik, ia mulai merasa tertinggal.

“Di kantor, hampir semua bawa tumbler lucu-lucu. Ada yang warnanya pastel, ada yang netral. Lama-lama ikut terbiasa karena fomo juga,” ujarnya sambil tersenyum.

Zahra kini memiliki beberapa tumbler untuk kebutuhan yang berbeda. “Aku punya tumbler khusus untuk di kantor, khusus untuk kopi, dan ada lagi yang buat dibawa sehari-hari.

Walaupun awalnya ikut-ikutan, tapi jadinya belajar minum air lebih teratur. Jadi ada sisi positifnya,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tumbler telah menjadi elemen penting dalam gaya hidup urban. Tidak hanya praktis, tetapi juga menjadi cara seseorang menampilkan identitas, selera, dan nilai yang diyakininya.

Tumbler sebagai Simbol Status Sosial

Bagi sebagian anak muda dan pekerja profesional, tumbler menjadi bagian dari personal branding. Kehadirannya seolah menjadi pelengkap gaya, layaknya tas, jam tangan, atau gawai. Di ruang rapat, kampus, hingga transportasi umum, tumbler sering dipamerkan, baik sengaja maupun tidak.

Citra “tumbler keren” kini melekat pada merek tertentu, sehingga memunculkan norma sosial baru: tumbler bukan sekadar alat, tetapi representasi status dan gaya hidup.

Tak heran jika insiden tumbler tertinggal di KRL memicu kehebohan. Peristiwa yang sebenarnya biasa itu menjadi viral karena menyentuh aspek yang lebih sensitif: hubungan emosional antara masyarakat urban dan benda yang melekat dalam keseharian mereka.

Di Persimpangan Fungsi dan Identitas

Pada akhirnya, tumbler berada di titik persilangan antara banyak motivasi: kesehatan, kesadaran lingkungan, estetika, hingga pencitraan sosial. Benda ini melambangkan keinginan masyarakat urban untuk tampil sehat, stylish, dan peduli lingkungan semuanya dalam satu genggaman.

Insiden viral hanyalah gambaran kecil dari perubahan yang lebih besar. Dari kampanye pengurangan plastik hingga tren gaya hidup, tumbler kini menempati posisi istimewa dalam kultur masyarakat modern.

Apakah tumbler bagian dari gerakan hidup sehat atau sekadar tren sosial? Jawabannya mungkin keduanya. Yang pasti, tumbler kini telah menjadi identitas baru masyarakat urban sebuah simbol kecil yang mencerminkan cara hidup zaman ini.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • thom haye

    Persib Bandung Rekrut Thom Haye: Langkah Strategis Bukan Kepanikan

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Persib Bandung baru-baru ini resmi mengumumkan perekrutan gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, pada Rabu (27/8). Keputusan ini menarik perhatian banyak pihak, mengingat Persib mengalami start yang kurang konsisten di awal musim.   Namun, pihak manajemen klub, melalui Deputy CEO Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa perekrutan Thom Haye bukanlah bentuk kepanikan, melainkan sebuah langkah strategis […]

  • ckg

    Agustina Dukung Program CKG di Sekolah: Setiap Warga Berhak Dapat Layanan Gratis

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ingin generasi muda tumbuh sehat dan kuat. Guna mewujudkan harapan tersebut, pihaknya turut mendukung program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah-sekolah. “Setiap warga Kota Semarang memiliki hak untuk dilayani cek kesehatan gratisnya. Mudah-mudahan anak-anak di Kota Semarang semuanya semakin sehat, amin,” ujar Agustina Wilujeng, Selasa (22/7/2025). Cek […]

  • italia

    Menyasar Pasar Italia, Thai Airways Hadirkan Paket Wisata Menarik dengan Dukungan Agen Perjalanan

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Maskapai penerbangan Thai Airways semakin serius menargetkan pasar turis Italia yang ingin berkunjung ke Thailand dan Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan perjalanan antara Eropa dan Asia, khususnya setelah pandemi yang mengubah pola perjalanan global. Salah satu strategi utama Thai Airways untuk menarik turis Italia adalah dengan membuka kembali rute […]

  • solar

    Rencana Trump Pangkas Insentif Solar Impor Ditentang China dan ExxonMobil

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – China bersama sejumlah perusahaan minyak besar Amerika Serikat, seperti Exxon Mobil, Chevron, dan Diamond Green Diesel LLC, secara tegas menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin memangkas insentif untuk solar terbarukan berbahan baku impor. Penolakan ini tertuang dalam surat resmi yang dikirim Pemerintah China kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada Juli 2025 […]

  • Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 110
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga peduli dengan pola asuh terhadap generasi muda. Hal ini diupayakan dengan program Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin menyebutkan bahwa program Kerabat merupakan langkah dalam internalisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pola […]

  • harian

    Kebutuhan Vitamin Harian untuk Tubuh Sehat

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menjaga kesehatan tubuh memerlukan asupan nutrisi yang seimbang, salah satunya adalah vitamin. Vitamin adalah zat gizi mikro yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah cukup, sehingga harus diperoleh dari makanan atau suplemen. Lalu, apa saja vitamin yang perlu dikonsumsi setiap hari untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh tetap optimal? Berikut ini daftar […]

expand_less