Modernisasi Beragama di Tengah Globalisasi, Anggota DPRD Jateng Imbau Tidak Ekstrem
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Endro Dwi Cahyono, ST, (Sumber: Kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dini bertemakan “Sinergi Pemerintah dan elemen masyarakat dalam membangun sistem deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan keamanan”.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Jateng, tokoh agama, akademisi, dan aktivis sosial. Mereka berdiskusi tentang bagaimana agama dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Endro Dwi Cahyono, ST, menjadi pemateri dengan materi “Toleransi dan Modernisasi Beragama”. Ia menekankan pentingnya adaptasi dalam menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, dibutuhkan filter yang baik, agar modernisasi teknologi dan budaya akibat globalisasi, tidak menjadi alat yang bisa mengancam keutuhan bangsa. Di antaranya dengan tetap menerapkan nilai luhur bangsa dan ajaran agama.
“Memudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa akibat dari globalisasi yang tidak di filter dengan baik, dapat menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa,” ujar Politisi PDI Perjuangan asli Pati yang kini dipercaya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang.
Endro menjelaskan, modernisasi beragama bukan berarti meninggalkan ajaran agama. Tetapi, bagaimana kita dapat menginterpretasikan dan mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari seiring perkembangan zaman.
Ia mengingatkan anak muda untuk selalu memposisikan dirinya di tengah-tengah, dalam artian tidak ekstrem.
“Modernisasi beragama dapat dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama,” ungkap Endro. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

