Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Illegal Logging Diduga Picu Banjir Besar di Aceh Tamiang, Tumpukan Kayu Selimuti Pondok Pesantren

Illegal Logging Diduga Picu Banjir Besar di Aceh Tamiang, Tumpukan Kayu Selimuti Pondok Pesantren

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 192

Kabarjatengterkini.com — Pemandangan memilukan tampak di Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, usai banjir besar melanda wilayah tersebut. Tidak hanya menyisakan lumpur dan genangan air, tetapi juga tumpukan kayu gelondongan yang menutupi area sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlishin.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa bencana tersebut dipicu oleh aktivitas ilegal di kawasan hulu Sungai Tamiang.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap adanya temuan awal terkait penyebab banjir. Dalam keterangan resmi, Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kegiatan illegal logging dan pembukaan lahan tanpa izin di hulu sungai.

“Informasi awal di hulu Sungai Tamiang terdapat aktivitas illegal logging dan land clearing oleh masyarakat,” ujar Irhamni, Selasa (9/12/2025).

Modus Pembalakan Hutan: Kayu Ditebang, Ditimbun, Lalu Dihanyutkan

Irhamni menjelaskan bahwa modus yang digunakan para pelaku dilakukan dengan cara menebang pohon kemudian menimbunnya di bantaran sungai. Saat air pasang atau debit air meningkat, kayu-kayu tersebut dihanyutkan agar terbawa arus seperti rakit.

“Mekanisme panglong, kayu dipotong, ditumpuk di bantaran, lalu dihanyutkan saat air naik seperti rakit,” tuturnya.

Untuk aktivitas pembukaan lahan, para pelaku diduga memotong kayu berukuran besar menjadi bagian kecil agar mudah terbawa arus banjir. Aktivitas ini diyakini dilakukan tanpa izin resmi, bahkan berada di kawasan hutan lindung yang seharusnya terjaga dari eksploitasi.

Menurut Irhamni, jenis kayu yang ditebang bukanlah kayu keras, tetapi tetap memiliki dampak besar terhadap stabilitas tanah dan keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut. Penggundulan hutan yang terjadi secara masif menyebabkan penyerapan air menurun drastis, menjadikan banjir lebih cepat terjadi dan lebih sulit diantisipasi.

Penyidikan Bareskrim Fokus pada Hulu Sungai Tamiang

Bareskrim Polri menegaskan bahwa proses penyidikan akan dipusatkan pada seluruh aktivitas pembalakan hutan yang terjadi di sepanjang hulu Sungai Tamiang. Tim penyidik telah dikerahkan untuk menemukan pelaku, jaringan, hingga pihak-pihak yang berpotensi terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

“Proses penyidikan akan difokuskan pada kegiatan illegal logging yang terjadi di sepanjang hulu sungai Tamiang, Aceh,” tegas Irhamni.

Pendalaman kasus masih terus dilakukan. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kehutanan, serta aparat penegak hukum setempat untuk memastikan pelaku ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dampak Banjir Terlihat Nyata: Akses Terputus, Bantuan Terhambat

Di lapangan, dampak banjir yang dipicu aktivitas pembalakan hutan begitu terasa. Tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus menumpuk di kawasan pemukiman, menutup jalan, halaman rumah warga, hingga fasilitas pendidikan dan keagamaan.

Di Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, hanya bangunan masjid dan beberapa area ponpes yang masih terlihat. Selebihnya, wilayah sekitar rata tertutup kayu dan lumpur tebal. Kondisi ini membuat akses bagi relawan, petugas BPBD, dan tim SAR menjadi terhambat.

Seorang warga mengungkapkan bahwa sejak pagi hari, bantuan dari luar belum bisa masuk secara optimal karena jalanan tertutup material kayu.

“Kayu-kayu ini datangnya deras sekali saat banjir. Sekarang semua tertutup, susah dilewati,” kata salah satu warga Dusun Tanjung Karang.

Kerusakan Lingkungan Makin Parah, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Banjir di Aceh Tamiang bukanlah kejadian pertama yang dikaitkan dengan kerusakan hutan. Aktivitas ilegal logging di wilayah Sumatra bagian utara memang sudah lama menjadi ancaman serius.

Kerusakan hutan menyebabkan pelemahan daya dukung lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan erosi.

Pengamat lingkungan menilai bahwa temuan Bareskrim harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan kawasan hutan, terutama yang berada di daerah hulu. Penindakan hukum terhadap pelaku harus dilakukan tanpa kompromi agar kejadian serupa tidak terulang.

Banjir besar yang menerjang Aceh Tamiang bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh praktik illegal logging dan pembukaan lahan ilegal di hulu Sungai Tamiang.

Temuan Bareskrim Polri memperkuat dugaan bahwa tumpukan kayu yang menutupi desa merupakan hasil pembalakan liar yang menghancurkan hutan di kawasan tersebut.

Dengan dampak yang begitu nyata dan merugikan masyarakat, pemerintah dan aparat hukum diharapkan bertindak cepat dan tegas untuk mengungkap pelaku serta memulihkan kondisi lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • tni

    Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat […]

  • tabel

    Tabel Lemak Tubuh Pria dan Perempuan, Punyamu Ideal?

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lemak tubuh sering kali dianggap musuh utama dalam dunia kebugaran. Padahal, tubuh manusia justru membutuhkan lemak sebagai cadangan energi, pelindung organ, hingga pengatur suhu tubuh. Namun, kadar lemak yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, berapa kadar lemak tubuh yang ideal? Cek jawabannya lewat tabel lemak tubuh pria […]

  • Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Harga bahan baku plastik di Jawa Tengah naik signifikan hingga 300 persen. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dan distribusi bahan baku akibat perang di Timur Tengah. “Plastik dan produk turunannya naiknya tinggi banget, Rp 30 ribu kalau plastik. Plastik itu kan bahan bakunya impor, dan saat ini ada kenaikan sampai 300 […]

  • bakar

    Perempuan Nekat Bakar Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu, Makassar

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Makassar, Sulawesi Selatan – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Somba Opu, Kota Makassar, Kamis (12/2/2026) siang. Seorang perempuan tiba-tiba menyalakan bom molotov dan membakar toko emas Logam Mulia, mengakibatkan kepanikan dan beberapa orang mengalami luka bakar. Kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita dan membuat warga sekitar heboh. Menurut saksi mata, Awal, seorang pedagang […]

  • denmark open

    Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final Denmark Open 2025, Siap Tampil di Arena Fyn

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Indonesia mengirimkan tiga wakilnya ke babak perempat final Denmark Open 2025 yang akan digelar pada Jumat, 17 Oktober di Arena Fyn, Odense. Ketiga wakil tersebut adalah Jonatan Christie, pasangan ganda putra Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Fikri. Tentu saja, harapan besar pun disematkan kepada mereka untuk melanjutkan perjuangan dan meraih kemenangan di […]

  • Sejumlah Lahan Tidur di Jateng Kembali Produktif Lewat Program Revolusi Lahan

    Sejumlah Lahan Tidur di Jateng Kembali Produktif Lewat Program Revolusi Lahan

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah lahan tidur di Jawa Tengah (Jateng) kembali produktif lewat program Revolusi Lahan (Revola) yang digagas oleh Pemprov Jateng. Lahan yang produktif harapannya kembali menghidupkan harapan ekonomi baru bagi masyarakat. Program tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif, kemudian digarap secara terus-menerus dengan bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memproduksi berbagai […]

expand_less