Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
  • visibility 138

Kabarjatengterkini.com – Pengelolaan sampah jadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) guna menangani permasalahan sampah di wilayahnya, salah satunya dengan metode RDF.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebutkan, pihaknya telah mengundang investor untuk membantu dalam mengelola sampah di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya mengalami tantangan lain terkait kebutuhan sampah per hari.

Ia menjelaskan, untuk pengelolaan sampah dengan metode Refuse-Derived Fuel (RDF), paling tidak membutuhkan sampah 100-200 ton per hari, sementara tidak semua daerah mampu mencukupi kebutuhan sampah tersebut.

Maka dari itu, pihaknya memberikan solusi agar setiap daerah di Jawa Tengah memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST). TPST ini memungkinkan seluruh sampah regional dikumpulkan menjadi satu untuk memudahkan pengelolaan.

“RDF butuh jumlah sampah yang lumayan. Salah satu solusinya adalah tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) regional. Jadi, beberapa daerah akan dijadikan satu,” kata Luthfi, Senin (29/9/2025).

Pemerintah kabupaten/ kota di Jateng juga diminta berhenti menerapkan sistem open dumping, dan menggantinya dengan sistem TPST. Pasalnya, sistem pengelolaan sampah open dumping menggunakan metode ini dilarang oleh Kementarian Lingkungan Hidup.

Adapun beberapa daerah yang sudah difasilitasi oleh Pemprov Jateng, di antaranya ada di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. Di wilayah tersebut sudah ada diskusi untuk membuat TPST regional Petanglong.

“TPST menampung sampah di beberapa kabupaten, kapasitas menyesuaikan. Kami juga berupaya untuk transformasi seluruh TPA (Tempat Pemprosesan Akhir) dari open dumping menjadi pengolahan sampah terpadu menggunakan RDF,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto.

Dengan Refuse-Derived Fuel (RDF), sampah bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pabrik semen. Terlebih, Jawa Tengah terdapat beberapa pabrik semen, sehingga dapat menyerap hasil olahan RDF tersebut.

“Kami sudah kolaborasi dengan pabrik semen yang ada di Jawa Tengah, sudah ada empat pabrik semen untuk menerima RDF-nya,” lanjut dia. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • wajah

    Wajah Dua Leluhur dari Peradaban Kuno Keeladi “Dihidupkan Kembali” Lewat Rekonstruksi Digital

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Dua pria dari 2.500 tahun lalu yang merupakan bagian dari peradaban kuno di wilayah Tamil Nadu, India, kini bisa “dilihat” kembali berkat teknologi rekonstruksi wajah digital. Temuan ini tak hanya memberikan visualisasi realistis wajah manusia purba, tapi juga membuka tabir peradaban Keeladi, yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat urban tertua di India selatan. Rekonstruksi […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi Tahun 2026”/semarangkota

    Walkot Agustina Apresiasi Seluruh Pihak yang Turut Kawal Kondusivitas Semarang

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut mengawal kondusivitas Semarang. Mulai dari jajaran Polrestabes Semarang, Kodim 0733, hingga seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, dengan kesolidan ini, stabilitas Kota Semarang sepanjang perayaan Lebaran juga bisa terwujud. “Dengan pengamanan yang solid ini, kami optimis stabilitas Kota Semarang tetap terjaga […]

  • purbalingga

    Optimalisasi Anggaran, Pemkab Purbalingga Rampingkan Jumlah OPD

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

      Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga bakal melakukan perampingan organisasi guna optimalisasi anggaran. Sebanyak 27 organisasi perangkat daerah (OPD) akan dikurangi menjadi hanya 23 instansi saja. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif mengatakan bahwa perampingan organisasi menjadi langkah strategis yang dilakukan pemkab dengan pertimbangan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Dalam […]

  • donasi

    Masyarakat Pati Bersatu Kumpulkan Donasi untuk Demo Tuntut Bupati Sudewo Jadi Tersangka

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Pati Bersatu menggalang dana untuk melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Pati. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan keterlibatan Bupati Sudewo dalam penyalahgunaan anggaran publik. Donasi Terkumpul […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

  • polisi

    Polisi Tembakkan Gas Air Mata Dekat Kampus Unisba dan Unpas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Bandung, Kabarjatengterkini.com – Suasana mencekam terjadi di sekitar kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Selasa (2/9) dini hari, setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata di sekitar kampus. Insiden tersebut memicu bentrokan antara polisi dan kelompok mahasiswa, serta memunculkan berbagai reaksi dari publik, terutama sivitas akademika dan aktivis mahasiswa. Peristiwa ini bermula […]

expand_less