Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 229

Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11).

Dalam upacara yang penuh makna adat tersebut, Purbaya membacakan sabda pengukuhan dalam bahasa Jawa halus:

“Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan sampeyan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

Dengan pengucapan sabda itu, Gusti Purbaya resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, melanjutkan takhta ayahandanya dan menjadi Raja Solo yang baru.

Simbol Kesetiaan dan Penghormatan Leluhur

Pengukuhan Gusti Purbaya dilakukan dalam suasana duka mendalam, di hadapan keluarga besar keraton, para abdi dalem, dan ribuan pelayat yang memadati kompleks Keraton Solo.

Langkah Purbaya untuk bersumpah di hadapan jenazah sang ayah mendapatkan dukungan penuh dari kakak sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang mewakili keluarga besar dalam pernyataan resminya.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom adalah sesuai dengan adat Kasunanan. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan dan kelanjutan takhta, bukan pelanggaran adat,” tegasnya melalui siaran pers Humas Kraton Solo.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya PB XIV, tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Surakarta. Segala urusan adat, pemerintahan internal keraton, hingga kegiatan budaya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kraton Solo: Antara Tradisi dan Harapan Baru

Bagi masyarakat Surakarta, momen jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV menjadi titik balik penting. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Gusti Purbaya yang masih berusia 23 tahun akan membawa angin segar bagi Keraton Solo yang selama beberapa dekade terakhir diwarnai konflik internal.

Dalam pernyataan resmi Kraton Solo, prosesi ini disebut sebagai “momentum kebangkitan dan pemulihan marwah Keraton.”

“Jumenengan Pakubuwono XIV menjadi babak baru bagi pemulihan kehormatan Kasunanan yang sempat diguncang berbagai polemik di masa lalu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1745, setelah pemindahan pusat kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sejak saat itu, keraton telah dipimpin oleh 13 raja sebelum akhirnya memasuki era kepemimpinan Pakubuwono XIV.

Polemik Masa Lalu: Dari Raja Kembar hingga Rekonsiliasi

Sejarah panjang Keraton Surakarta tidak lepas dari konflik internal yang sempat mencoreng citra kerajaan. Setelah PB XII mangkat pada Juni 2004 tanpa menunjuk pewaris resmi, dua putranya dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim takhta dan memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIII.

Situasi ini menciptakan kondisi unik: “raja kembar” di Keraton Solo, yang menyebabkan dualisme kepemimpinan selama bertahun-tahun. Konflik baru mereda setelah tahun 2012 ketika pemerintah dan legislatif ikut turun tangan, termasuk mediasi oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII yang sah, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Maha Menteri. Hubungan keduanya pun membaik dan aktivitas adat Keraton perlahan kembali normal.

Dalam masa pemerintahannya, PB XIII berupaya memperkuat kembali fondasi adat dan melibatkan generasi muda keraton, termasuk menunjuk putra bungsunya, Gusti Purbaya, sebagai Putra Mahkota pada tahun 2023 saat berusia 21 tahun.

Meninggalnya PB XIII dan Prosesi Pemakaman ke Imogiri

PB XIII wafat pada 2 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan pecinta budaya Jawa. Jenazahnya disemayamkan di Loji Gandrung, kediaman resmi Wali Kota Solo, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Prosesi pemberangkatan dilakukan dengan tata upacara adat penuh khidmat. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal sebagai sosok bijak dan tenang. Presiden Joko Widodo turut hadir melepas jenazah dari Loji Gandrung sebelum keberangkatan menuju Imogiri.

Harapan Baru untuk Masa Depan Kasunanan Surakarta

Dengan naiknya PB XIV ke takhta, banyak pihak berharap Keraton Solo dapat kembali menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Gusti Purbaya sendiri dikenal sebagai sosok muda yang berwawasan luas, menguasai bahasa Jawa klasik, dan memiliki komitmen terhadap pelestarian adat.

Dalam pidato pengukuhannya, ia berjanji untuk melanjutkan warisan ayahandanya sekaligus membuka ruang kolaborasi antara keraton dan masyarakat modern.

“Kraton bukan sekadar tempat simbol, tetapi sumber nilai dan peradaban Jawa yang harus dijaga bersama,” ujar PB XIV di hadapan para abdi dalem.

Sebagai raja termuda dalam sejarah Kasunanan Surakarta, PB XIV menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan tradisi kuno dengan kebutuhan zaman. Namun, banyak pihak percaya bahwa darah muda dan semangat pembaruan yang dimiliki Gusti Purbaya akan membawa keraton menuju era baru yang lebih terbuka dan harmonis.

Warisan, Adat, dan Asa Baru

Penobatan Pakubuwono XIV bukan sekadar seremonial pergantian raja, melainkan tanda kesinambungan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama hampir tiga abad. Dalam kesedihan perpisahan dengan PB XIII, masyarakat Surakarta menyambut hadirnya harapan baru di bawah kepemimpinan generasi muda.

Dengan berpegang pada ajaran leluhur dan semangat zaman, PB XIV diharapkan mampu menjadikan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus simbol kebersatuan bangsa.

Kehadirannya di puncak takhta menegaskan satu hal: bahwa adat, sejarah, dan masa depan Jawa tetap hidup dalam denyut nadi Keraton Solo.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Hilirisasi industri dianggap bisa meningkatkan nilai tambah (value added) produk yang ditawarkan. Nantinya, hal ini secara kumulatif bisa berdampak pada peningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno dalam Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan (Pusaka Jateng 2025). Hilirisasi ini bisa dilakukan pada komoditas utama ekspor Indonesia, seperti […]

  • BSU

    Realisasi Pencairan BSU 2025 di Jateng Capai 69,2 Persen

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Realisasi pencairan bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 untuk pekerja di Jawa Tengah mencapai 69,2 persen. Artinya, dana tersebut telah diterima 436.986 orang dari total 631.569 penerima manfaat. Adapun besaran BSU yang sudah bisa dicairkan oleh masing-masing penerima senilai Rp600.000 untuk dua bulan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berpesan agar uang tersebut digunakan […]

  • Terbongkar Praktik Curang Ekspor Sarang Burung Walet dari Indonesia ke Vietnam

    Terbongkar Praktik Curang Ekspor Sarang Burung Walet dari Indonesia ke Vietnam

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terbongkar praktik kecurangan ekspor Sarang Burung Walet (SBW) di kargo Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, beberapa waktu lalu. Temuan pelanggaran ekspor ini menyeret perusahaan eksportir inisial CJP. Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Paggabean, tindakan ilegal tersebut berhasil diketahui oleh pihaknya pada Selasa (11/11/2025) lalu. Adapun modus yang digunakan adalah menukar SBW bersih dengan SBW […]

  • dukungan

    Dukungan Menteri untuk Prabowo: Tegas Berantas Mafia dan Bangun Pemerintahan Bersih

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran yang memuncak pada akhir Agustus 2025. Demonstrasi tersebut dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI serta pernyataan beberapa anggota dewan yang dianggap menyinggung perasaan rakyat. Meski sejumlah aksi berakhir dengan kericuhan antara massa dan aparat, dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai […]

  • Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo

    PMI Pati Buka Dapur Umum Guna Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati membuka dapur umum guna membantu pemenuhan logistik para korban terdampak banjir di Kabupaten Pati. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo menjelaskan bahwa dapur umu telah bergerak untuk menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari pembagian nasi bungkus, bantuan sembako, hingga pendistribusian air bersih ke […]

  • Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang Perdana Senin Pekan Depan di Semarang

    Bupati Nonaktif Sudewo Bakal Jalani Sidang Perdana Senin Pekan Depan di Semarang

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati nonaktif, Sudewo, bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (15/6/2026) pukul 09.00 WIB. Sementara, Sudewo telah dipindahkan ke Rutan Kelas I Semarang sejak pekan lalu. Adapun dua perkara yang akan disidangkan di Semarang, yakni pemerasan pada pengisian calon perangkat desa di Kabupaten Pati, serta proyek pembangunan […]

expand_less