Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 207

Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11).

Dalam upacara yang penuh makna adat tersebut, Purbaya membacakan sabda pengukuhan dalam bahasa Jawa halus:

“Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan sampeyan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

Dengan pengucapan sabda itu, Gusti Purbaya resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, melanjutkan takhta ayahandanya dan menjadi Raja Solo yang baru.

Simbol Kesetiaan dan Penghormatan Leluhur

Pengukuhan Gusti Purbaya dilakukan dalam suasana duka mendalam, di hadapan keluarga besar keraton, para abdi dalem, dan ribuan pelayat yang memadati kompleks Keraton Solo.

Langkah Purbaya untuk bersumpah di hadapan jenazah sang ayah mendapatkan dukungan penuh dari kakak sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang mewakili keluarga besar dalam pernyataan resminya.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom adalah sesuai dengan adat Kasunanan. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan dan kelanjutan takhta, bukan pelanggaran adat,” tegasnya melalui siaran pers Humas Kraton Solo.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya PB XIV, tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Surakarta. Segala urusan adat, pemerintahan internal keraton, hingga kegiatan budaya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kraton Solo: Antara Tradisi dan Harapan Baru

Bagi masyarakat Surakarta, momen jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV menjadi titik balik penting. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Gusti Purbaya yang masih berusia 23 tahun akan membawa angin segar bagi Keraton Solo yang selama beberapa dekade terakhir diwarnai konflik internal.

Dalam pernyataan resmi Kraton Solo, prosesi ini disebut sebagai “momentum kebangkitan dan pemulihan marwah Keraton.”

“Jumenengan Pakubuwono XIV menjadi babak baru bagi pemulihan kehormatan Kasunanan yang sempat diguncang berbagai polemik di masa lalu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1745, setelah pemindahan pusat kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sejak saat itu, keraton telah dipimpin oleh 13 raja sebelum akhirnya memasuki era kepemimpinan Pakubuwono XIV.

Polemik Masa Lalu: Dari Raja Kembar hingga Rekonsiliasi

Sejarah panjang Keraton Surakarta tidak lepas dari konflik internal yang sempat mencoreng citra kerajaan. Setelah PB XII mangkat pada Juni 2004 tanpa menunjuk pewaris resmi, dua putranya dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim takhta dan memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIII.

Situasi ini menciptakan kondisi unik: “raja kembar” di Keraton Solo, yang menyebabkan dualisme kepemimpinan selama bertahun-tahun. Konflik baru mereda setelah tahun 2012 ketika pemerintah dan legislatif ikut turun tangan, termasuk mediasi oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII yang sah, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Maha Menteri. Hubungan keduanya pun membaik dan aktivitas adat Keraton perlahan kembali normal.

Dalam masa pemerintahannya, PB XIII berupaya memperkuat kembali fondasi adat dan melibatkan generasi muda keraton, termasuk menunjuk putra bungsunya, Gusti Purbaya, sebagai Putra Mahkota pada tahun 2023 saat berusia 21 tahun.

Meninggalnya PB XIII dan Prosesi Pemakaman ke Imogiri

PB XIII wafat pada 2 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan pecinta budaya Jawa. Jenazahnya disemayamkan di Loji Gandrung, kediaman resmi Wali Kota Solo, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Prosesi pemberangkatan dilakukan dengan tata upacara adat penuh khidmat. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal sebagai sosok bijak dan tenang. Presiden Joko Widodo turut hadir melepas jenazah dari Loji Gandrung sebelum keberangkatan menuju Imogiri.

Harapan Baru untuk Masa Depan Kasunanan Surakarta

Dengan naiknya PB XIV ke takhta, banyak pihak berharap Keraton Solo dapat kembali menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Gusti Purbaya sendiri dikenal sebagai sosok muda yang berwawasan luas, menguasai bahasa Jawa klasik, dan memiliki komitmen terhadap pelestarian adat.

Dalam pidato pengukuhannya, ia berjanji untuk melanjutkan warisan ayahandanya sekaligus membuka ruang kolaborasi antara keraton dan masyarakat modern.

“Kraton bukan sekadar tempat simbol, tetapi sumber nilai dan peradaban Jawa yang harus dijaga bersama,” ujar PB XIV di hadapan para abdi dalem.

Sebagai raja termuda dalam sejarah Kasunanan Surakarta, PB XIV menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan tradisi kuno dengan kebutuhan zaman. Namun, banyak pihak percaya bahwa darah muda dan semangat pembaruan yang dimiliki Gusti Purbaya akan membawa keraton menuju era baru yang lebih terbuka dan harmonis.

Warisan, Adat, dan Asa Baru

Penobatan Pakubuwono XIV bukan sekadar seremonial pergantian raja, melainkan tanda kesinambungan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama hampir tiga abad. Dalam kesedihan perpisahan dengan PB XIII, masyarakat Surakarta menyambut hadirnya harapan baru di bawah kepemimpinan generasi muda.

Dengan berpegang pada ajaran leluhur dan semangat zaman, PB XIV diharapkan mampu menjadikan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus simbol kebersatuan bangsa.

Kehadirannya di puncak takhta menegaskan satu hal: bahwa adat, sejarah, dan masa depan Jawa tetap hidup dalam denyut nadi Keraton Solo.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • rendlesham

    Misteri Rendlesham Forest Kembali Viral, Benarkah Ada “Pesan UFO” yang Baru Terungkap Setelah 40 Tahun?

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Klaim tentang adanya “pesan UFO” yang disebut baru terungkap setelah lebih dari 40 tahun kembali menghidupkan misteri insiden Rendlesham Forest. Kasus ini merujuk pada rangkaian laporan penampakan cahaya tak dikenal di Suffolk, Inggris, pada akhir Desember 1980, tepatnya di sekitar pangkalan militer RAF Woodbridge yang saat itu digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). […]

  • remaja

    Alexandr Wang Serukan Remaja Fokus pada “Vibe-Coding” untuk Kuasai Teknologi AI dan Masa Depan Karier

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Alexandr Wang, Chief AI Officer Meta, baru-baru ini memberikan pernyataan yang memicu perhatian dalam dunia teknologi. Dalam sebuah wawancara di podcast TBPN, Wang menyerukan agar generasi muda, terutama remaja, fokus menghabiskan waktu mereka untuk belajar dan berlatih dalam dunia “vibe-coding.” Vibe-coding sendiri merupakan pendekatan baru dalam pengembangan perangkat lunak yang melibatkan penggunaan kecerdasan buatan […]

  • Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dikhawatirkan akan berdampak pada nasib PPPK paruh waktu di Jawa Tengah. Adapun kebijakan tersebut merupakan buntut efisiensi oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebutkan bahwa pihak pemerintah provinsi masih mengkaji kebijakan tersebut, serta akan menunggu arahan dari […]

  • Pemkab Sragen Pro Rakyat, Hadirkan Program Keringanan PBB Hingga Perbaikan RTLH

    Pemkab Sragen Pro Rakyat, Hadirkan Program Keringanan PBB Hingga Perbaikan RTLH

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berkomitmen mengurangi beban masyarakat melalui sejumlah kebijakan. Beberapa di antaranya ada program keringanan PBB, perbaikan RTLH, pembangunan jalan, hingga bantuan pendidikan. “Kebijakan ini demi meringankan beban rakyat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Sragen,” tegas Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, Senin (25/8/2025). Pertama, Pemkab akan membebaskan Pajak Bumi […]

  • Gereja Blenduk Diresmikan Kembali Usai Rampung Rehabilitasi

    Gereja Blenduk Diresmikan Kembali Usai Rampung Rehabilitasi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 186
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) di Kota Lama, Semarang diresmikan kembali usai sempat direhabilitasi. Bangunan ini diketahui merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Peresmian Gereja Blenduk dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Minggu (7/9/2025). Dalam sambutannya, Iswar turut bersyukur atas […]

  • real madrid

    Real Madrid Menang Tipis atas Osasuna 1-0

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Madrid, 20 Agustus 2025 – Real Madrid sukses memetik kemenangan tipis pada laga perdana Liga Spanyol musim 2025/2026 saat menjamu Osasuna di stadion kebanggaan mereka, Santiago Bernabeu. Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (20/8) dini hari WIB ini berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Los Blancos, berkat gol penalti dari bintang anyar mereka, Kylian Mbappe. […]

expand_less