Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama Pembangunan di Jateng, Pemprov Siapkan Langkah Ini
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- visibility 92

Foto: Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Ketahanan pangan bakal jadi fokus utama pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) pada tahun 2026. Hal ini difokuskan untuk menyiapkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional.
Upaya ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
“Sesuai dengan RPJMD dan RKPD 2026 itu, meneguhkan posisi Jawa Tengah sebagai penumpu pangan nasional,” kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli.
Dalam rangka mencapai target tersebut, Pemprov Jateng memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program yang menyentuh seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir. Pertama-tama dengan penguatan sarana dan prasarana pertanian.
Pihaknya menyebutkan, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan bibit, serta pupuk kepada petani.
Selain itu, Pemprov Jateng juga membuka akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta memungkinkan BUMD menyerap hasil panen petani untuk membantu pemasaran.
“Sehingga otomatis ketika permodalan, pendampingan dari penyuluh, asuransi, kemudian yang terakhir itu market terselesaikan, saya kira pertumbuhan di sektor pertanian cukup tinggi,” beber dia.
Sementara itu, sektor pertanian masih memiliki tantangan terkait regenerasi petani. Harapannya, program Kartu Zilenial yang digagas oleh Gubernur Ahmad Luthfi dapat mengatasi permasalahan ini. Kartu Zilenial ini nantinya akan memuat skema gaji petani milenial.
Sistem gaji ini akan memberikan kepastian bagi petani generasi masa kini, mengingat ketidakpastian penghasilan menjadi salah satu faktor generasi muda enggan terjun langsung ke dunia pertanian.
“Konsep petani milenial gajian itu kira-kira gini, akses modalnya diberikan fasilitas permodalannya, kemudian pendampingan dan lahannya oleh dinas, kemudian asuransinya oleh Jamkrida, sama jaminan pasarnya itu oleh JTAB,” jelas Zulkifli. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

