Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Objek Wisata Guci Ditutup Sementara Imbas Banjir, Perbaikan Menunggu Cuaca Membaik

Objek Wisata Guci Ditutup Sementara Imbas Banjir, Perbaikan Menunggu Cuaca Membaik

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • visibility 143

Tegal, Kabarjatengterkini.com – Aktivitas wisata di pemandian panas Guci Tegal kembali dihentikan sementara. Penutupan temporer ini dilakukan imbas terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu hingga menyebabkan kerusakan parah.

Adapun sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan di antaranya Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Barokah. Selain itu, sebanyak tiga jembatan juga putus, serta satu alat berat hanyut terbawa arus banjir.

Sementara, upaya perbaikan di titik-titik tersebut baru dilakukan menunggu cuaca membaik dan tidak ada risiko banjir susulan.

“Sementara di titik tersebut belum dilakukan pembenahan, menunggu cuaca baik. Kalau saat ini rencananya bangunan penahan aliran air di Permadi (diberi) bronjong,” kata Kepala BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, Minggu (25/1/2026), dikutip Detik.

“Kemudian, pemasangan jembatan Bailey di jembatan jedor. Kalau penanganan jembatan Guci menunggu cuaca landai,” lanjut dia.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang melakukan pembersihan lumpur, kayu, dan sampah yang menyumbat aliran sungai. Pasalnya, alirannya mengalami perubahan akibat sumbatan material banjir bandang.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak mendekati aliran sungai karena dinilai masih rawan. Objek wisata Guci juga ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.

“Aktivitas wisata di beberapa titik terdampak dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung,” ungkap Bergas.

“Imbauan kepada masyarakat dan pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi aliran sungai,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang kembali menerjang wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah, bahkan sejumlah titik lokasi wisata rata dengan tanah.

Menurut informasi, banjir bandang bermula pada Jumat (23/1/2026) saat debit air Kali Gung meningkat usai hujan deras, kemudian meluap. Luapan air sungai ini kemudian menerjang kawasan wisata Guci.

Pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tinggi air dilaporkan mencapai sekitar tujuh meter dan menghantam jembatan. Arus air yang datang tersebut sangat deras, serta bercampur lumpur dan pasir. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • sinar

    7 Masalah Kulit Akibat Sinar Matahari yang Harus Kamu Tahu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com –  Paparan sinar matahari memang memiliki manfaat, seperti membantu tubuh memproduksi vitamin D. Namun, jika terpapar terlalu lama tanpa perlindungan, sinar ultraviolet (UV) dari matahari bisa menyebabkan berbagai masalah serius bagi kesehatan kulit. Baik UVA maupun UVB dapat merusak jaringan kulit secara perlahan dan menimbulkan efek jangka panjang. Berikut ini adalah 7 dampak buruk […]

  • pesantren

    Pesantren di Jawa Tengah Diharapkan Bisa Sediakan Layanan Kesehatan untuk Santri

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Pesantren di Jawa Tengah diharapkan bisa menyediakan layanan kesehatan untuk para santri. Layanan kesehatan tersebut bisa berupa klinik atau lainnya. Hal ini disampaikan oleh Taj Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo XVII, Cabang Kabupaten Tegal baru-baru ini. Menurutnya, layanan kesehatan di pesantren dibutuhkan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan […]

  • Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto

    Pemprov Klaim Telah Tangani Kebocoran Data Penerima Bansos di Jateng

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan kebocoran data penerima bantuan sosial (bansos) di aplikasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng). Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melakukan penanganan melalui serangkaian prosedur. Penanganan dilakukan setelah pemerintah menerima peringatan BSSN tentang adanya indikasi akses data secara tidak sah. “Peristiwanya diduga sebenarnya sudah terjadi sekitar satu […]

  • Gamelan Milik Kelompok Seni di Temanggung Raib Dicuri, Kerugian Capai Rp50 Juta

    Gamelan Milik Kelompok Seni di Temanggung Raib Dicuri, Kerugian Capai Rp50 Juta

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Temanggung, Kabarjatengterkini.com – Terbongkar aksi pencurian gamelan milik kelompok seni Turonggo Mulyo Sejati di Dusun Papringan, Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo. Adapun gamelan yang hilang dicuri merupakan saron dan demung. Menurut keterangan kelompok kesenian, gamelan diduga dicuri antara hari Minggu (18/1/2026) hingga Rabu (21/1/2025). Saat anggota hendak latihan, saksi mencurigai pintu tempat penyimpanan seperti habis dicongkel. […]

  • ampb

    Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Duduki Gedung DPRD, Protes Kebijakan Pajak dan Tunjangan Pejabat

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Aksi unjuk rasa dalam rangka Reuni Akbar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang digelar pada Kamis (13/8/2026) berlangsung panjang dan memanas. Aksi yang dimulai dengan orasi di depan Gedung DPRD Pati sejak siang hingga petang tersebut berlanjut dengan aksi “pendudukan” kantor wakil rakyat pada malam harinya. Ratusan massa aksi mulai memasuki area gedung DPRD […]

  • Siswa SMK di Kota Pekalongan Kembangkan Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM

    Siswa SMK di Kota Pekalongan Kembangkan Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Pekalongan terus berupaya mengembangkan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kepala SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan (Mudikal), Khusnawan menjelaskan, ide pengembangan mesin sudah ada sejak tahun 2018. Setelahnya, para siswa juga telah melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan untuk menyempurnakan mesin. Mesin tersebut sebelumnya hanya […]

expand_less