Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KGPAA Mangkunegara X Beri Gelar Kanjeng Pangeran kepada Bambang Pacul

KGPAA Mangkunegara X Beri Gelar Kanjeng Pangeran kepada Bambang Pacul

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
  • visibility 116

Kabarjetengterkini.com – KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Pangeran Harga (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengikuti prosesi Tingalan Jumenengan ke-4. Prosesi ini digelar untuk memperingati kenaikan takhta raja di Kadipaten Mangkunegaran.

Dalam acara ini pula, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mendapatkan gelar berupa Kanjeng Pangeran (KP). Diketahui, gelar KP merupakan salah satu gelar terhormat dalam budaya Jawa.

“Hari ini saya juga berbahagia, karena sampeyan ndalem KGPAA Mangkunegara X memberikan hadiah berupa anon-anon atau gelar. Gelar Kanjeng Pangaren, saya kira itu gelar yang sangat terhormat dalam kultur Jawa,” kata Bambang, di Puro Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026), dikutip Detik.

Meski demikian, pihaknya masih enggan menjelaskan bagaimana ia bisa meraih gelar tersebut. Ia mempersilahkan untuk menanyakan seputar hal tersebut kepada yang bersangkutan langsung atau KGPAA Mangkunegara X yang memberikan gelar tersebut.

“Nah itu bisa ditanyakan ke Kanjeng Gusti,” ujarnya.

Sebelumnya, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X mengikuti rangkaian Tingalan Jumenengan ke-4 pada Selasa (27/1/2026). Ia turut membacakan pidatonya sembari melakukan refleksi bahwa selama empat tahun menjabat di Kadipaten Mangkunegaran.

“Terima kasih atas harapan dan dukungan yang telah menyertai perjalanan Mangkunegaran selama empat tahun ini. Perjalanan yang penuh tantangan dan juga pencapaian yang mempertemukan kita hari ini dalam rasa syukur dan kebersamaan,” ujar Mangkunegara X.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan mengenai pentingnya tata krama dan saling hormat sebagai sikap untuk memanusiakan manusia lainnya. Ia juga berpesan untuk selalu memiliki tujuan selama hidup.

“Dari kesadaran yang hidup, terpancar tata krama. Sikap hormat, andap asor, dan keramahan bukan sebagai kebiasaan lahiriah, melainkan pancaran dari suatu hati yang sadar. Tata krama adalah cara memanusiakan manusia dan menjaga ruang hidup agar tetap rukun, tenteram, dan saling menghargai,” terangnya.

“Dalam menjalani hidup, seorang manusia harus memiliki suatu tujuan tetapi tidak boleh kehilangan arah dan cara. Seperti falsafah penunggang kuda, arah perlu dipahami, melangkah dengan konsisten, serta kerja keras yang dijalani dengan ketekunan,” kata dia lagi. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pati Terima Hibah Lampu Hemat Energi, Bakal Dipasang di Alun-alun Kembang Joyo

    Pemkab Pati Terima Hibah Lampu Hemat Energi, Bakal Dipasang di Alun-alun Kembang Joyo

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pati menerima hibah lampu hemat energi berbasis panel surya dari PT Sinergi Infra Hijau. Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan fasilitas penerangan di ruang publik. Hibah lampu hemat energi tersebut dilakukan di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (28/4/2026). Lampu-lampu yang dihibahkan tersebut akan dipasang di 20 titik lokasi, khususnya di kawasan pusat […]

  • karimunjawa

    Punya Banyak Potensi, Pemprov Jateng Ingin Gencarkan Eksplorasi dan Promosi Wisata Karimunjawa

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jepara, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah minta eksplorasi dan promosi yang lebih luas terhadap pariwisata Karimunjawa di Kabupaten Jepara. Harapannya, pulau tersebut tak hanya dikenal wisatawan lokal saja, namun juga mancanegara. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata rujukan di Jawa Tengah. Pulau […]

  • Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 144
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Kasus kematian ibu di Jawa Tengah tahun ini berada di angka 245 kasus per September, sementara tahun 2024 lalu mencapai 320 kasus. Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), program Speling akan semakin digencarkan. “Tahun ini Alhamdulillah sudah ada penurunan, tetapi kami ingin lebih signifikan lagi,” Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah […]

  • Malam Puncak HUT RI, Pemkab Wonogiri Gelar Wayang Kulit di 25 Kecamatan

    Malam Puncak HUT RI, Pemkab Wonogiri Gelar Wayang Kulit di 25 Kecamatan

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 177
    • 0Komentar

      Wonogiri, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar pertunjukan wayang kulit secara serentak di 25 kecamatan dalam rangka memeriahkan malam puncak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Wayang kulit yang diadakan pada Sabtu (23/8/2025) yang lalu itu bertajuk ‘Wahyu Kantentreman’. Judul tersebut memiliki filosofi agar gelaran tersebut dapat membawa ketenangan dan kedamaian bagi seluruh warga. Kepala […]

  • pesta babi

    Merasa Dieksploitasi di Film ‘Pesta Babi’, Tokoh Perempuan Papua Mama Sinta Lapor ke Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend—yang akrab disapa Mama Sinta secara resmi mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Jumat sore (29/5/2026). Kedatangannya bertujuan untuk melaporkan dugaan eksploitasi dan pencatutan nama serta wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi’. Film tersebut diketahui merupakan karya dari sutradara dan aktivis […]

  • Tanggul Pantai Jebol, Banjir Rob di Desa Tunggulsari Pati Semakin Parah

    Tanggul Pantai Jebol, Banjir Rob di Desa Tunggulsari Pati Semakin Parah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Banjir di wilayah Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, disebabkan oleh jebolnya tanggul yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Akibatnya, rob menggenangi tambak hingga permukiman warga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di sekitar sana tidak ada vegetasi, seperti mangrove, yang seharusnya bisa […]

expand_less