Presiden Prabowo Bicara Tentang Konflik Geopolitik, Klaim Indonesia Aman Jika PD III Pecah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 11

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto (Sumber: Instagram @prabowo)
Kabarjatengterkini.com – Presiden RI Prabowo Subianto bicara tentang konflik geopolitik yang semakin memanas, khususnya di area Timur Tengah, buntut eskalasi serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Lebanon dan Iran, hingga ancaman Perang Dunia (PD) ke-III.
Meski demikian, Presiden RI meyakini yakin Indonesia tetap aman jika Perang Dunia ke-III pecah. Hal ini disampaikan oleh pimpinan tertinggi Indonesia tersebut saat rapat kerja di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026) kemarin.
Menurutnya, saat ini, banyak warga negara asing (WNA), termasuk dari Rusia dan Ukraina, bepergian ke Bali. Ia beranggapan bahwa hal tersebut menjadi tanda bahwa Indonesia dipandang sebagai negara yang aman saat konflik geopolitik global.
“Kalau terjadi Perang Dunia 3, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas. Sekarang kau ke Bali, lihat tuh berapa orang Rusia ke situ? Berapa (orang) Ukraina ke situ?” ujar Prabowo, dikutip CNN Indonesia.
Ia juga menyinggung tentang ketegangan di Timur Tengah telah menyebabkan proses distribusi energi dan perdagangan internasional terganggu karena pengamanan super ketat di Selat Hormuz.
Prabowo menilai letak geografis Indonesia juga termasuk penting dalam rantai pasok energi global. Indonesia, kata dia, juga berada di titik strategis dalam jalur perdagangan di dunia, khususnya bagi negara-negara di kawasan Asia Timur.
“Sekarang perang di Timur Tengah itu membuktikan satu selat, Selat Hormuz, itu menentukan hidupnya banyak bangsa, menentukan harga minyak,” ujar Prabowo.
“Sadarkah kita bahwa 70 persen kebutuhan energi Asia Timur dan perdagangan lewat laut Indonesia? Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar itu laut Indonesia,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

