Trump ‘Spill’ Foto Pelaku Penembakan di Makan Malam WHCA
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 27 Apr 2026
- visibility 55

Kabarjatengterkini.com– Ketegangan menyelimuti ibu kota Amerika Serikat setelah insiden penembakan yang menggegerkan jamuan makan malam tahunan White House Correspondents’ Dinner (WHCA) di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bereaksi cepat dengan memberikan pernyataan resmi melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Tidak hanya memberikan kabar terkini mengenai kondisinya, Trump juga memamerkan foto terduga pelaku serta rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik mencekam saat peristiwa itu terjadi di depan ratusan tamu undangan elite.
Profil Terduga Pelaku: Pria Asal California
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 30 tahun yang berasal dari California. Dalam foto yang diunggah oleh Trump, pria tersebut tampak dalam kondisi tidak berdaya; bertelanjang dada dan tertelungkup di atas karpet hotel dengan tangan terborgol di belakang punggung di bawah pengawasan ketat petugas.
Hingga saat ini, motif di balik aksi nekat yang menargetkan acara prestisius tersebut masih dalam penyelidikan mendalam. Pihak berwenang tengah mendalami bagaimana pria tersebut bisa berada di Washington D.C. dan apa tujuannya mengacaukan acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan jurnalis internasional tersebut.
Detik-Detik Penjebolan Barikade Keamanan
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dibagikan Trump memperlihatkan celah dalam sistem keamanan malam itu. Pelaku tampak berhasil menerobos tim pengawas sebelum akhirnya melepaskan tembakan. Keberhasilan pelaku menembus barikade ini memicu kritik tajam mengenai efektivitas protokol keamanan di lokasi yang seharusnya steril.
Jurnalis senior CNN, Wolf Blitzer, yang berada di lokasi kejadian, memberikan kesaksian mata yang mengerikan. Ia berada hanya beberapa meter dari posisi pelaku saat tembakan pertama dilepaskan.
“Penembak itu jelas berada di permukaan tanah dan menembak ketika saya melihatnya. Saya hanya berjarak beberapa meter,” ujar Blitzer dalam laporannya.
Blitzer menambahkan bahwa pelaku tampaknya sudah berada di dalam area yang dijaga ketat dan telah melewati pemeriksaan detektor logam. Fakta bahwa senjata api dapat lolos ke dalam ruangan perjamuan menjadi tanda tanya besar bagi publik dan pengamat intelijen, mengingat lokasi ini memiliki sejarah keamanan yang ketat—pernah menjadi saksi bisu upaya pembunuhan Presiden Ronald Reagan 45 tahun silam.
Satu Agen Secret Service Terluka
Dalam baku tembak singkat tersebut, seorang agen Dinas Rahasia (Secret Service) dilaporkan terkena tembakan. Beruntung, nyawa sang agen terselamatkan berkat rompi antipeluru yang dikenakannya. Meskipun identitasnya masih dirahasiakan, kondisi medis terkini sang agen masih terus dipantau oleh tim dokter.
Saat rentetan tembakan pecah, protokol penyelamatan presiden langsung diaktifkan. Para agen Secret Service bergerak secepat kilat membentuk barikade manusia untuk melindungi tubuh Trump yang saat itu berada di podium. Setelah diskusi singkat di tengah suara letusan yang masih terdengar, Trump segera dievakuasi ke belakang panggung demi alasan keamanan.
Trump: “Secret Service Melakukan Pekerjaan Fantastis”
Pasca-insiden tersebut, Donald Trump memastikan bahwa dirinya, Ibu Negara Melania Trump, serta seluruh jajaran kabinet dalam kondisi selamat. Melalui unggahannya, Trump memberikan apresiasi tinggi kepada aparat penegak hukum yang bertindak berani di lapangan.
“Sungguh malam yang luar biasa di D.C. Secret Service dan aparat penegak hukum melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan sangat berani,” tulis Trump.
Meskipun situasi sempat mencekam, Trump sempat merekomendasikan agar jamuan tetap diteruskan untuk menunjukkan ketegaran pemerintah. Namun, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada otoritas keamanan. Akhirnya, acara dihentikan demi kepentingan investigasi lebih lanjut.
“Pelaku telah ditangkap. Terlepas dari keputusan petugas, malam ini akan jauh berbeda dari yang direncanakan, dan kita harus mengulanginya lagi,” pungkas sang Presiden.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

