Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 29 Apr 2026
- visibility 36

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Heboh usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tentang gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah kereta, sedangkan laki-laki di ujung rangkaian.
Usulan tersebut muncul usai peristiwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menewaskan 15 penumpang. Menurutnya, penyebab seluruh korban berjenis kelamin wanita karena gerbong khusus perempuan tersebut berada di bagian paling belakang.
“Tadi, kalau tadi kita ngobrol dengan KAI itu kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi, dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah, Selasa (28/4/2026), CNN Indonesia.
“Jadi yang laki-laki di ujung, yang iya, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu. Tadi sementara itu,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pihaknya tidak membedakan keselamatan penumpang berdasarkan gender. Keselamatan pria maupun wanita tetap menjadi prioritas utama KAI.
“Kami tidak membedakan gender laki-laki dan perempuan. Bagi kami PT Kereta Api Indonesia keselamatan adalah nomor satu. Tidak ada toleransi, tidak ada kompromi, baik pelanggan perempuan maupun laki-laki,” ujar Bobby, Rabu (29/4/2026), dikutip Detik.
Sementara, alasan pemisahan gerbong reguler dengan khusus wanita didasarkan pada sejumlah pertimbangan, seperti peningkatan kemudahan akses bagi penumpang perempuan, serta mencegah potensi aksi pelecehan.
“Selama ini kami melakukan pemisahan karena beberapa aspek. Pertama, supaya tidak terjadi harassment. Kedua, memberikan kemudahan akses untuk perempuan. Ketiga, memberikan security yang lebih karena lebih dekat dengan penjaga yang ada di situ, maka dari ujung ke ujung,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

