Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kompak Ayah–Anak, Terjaring OTT KPK Uang Ijon Proyek Capai Rp9,5 Miliar

Kompak Ayah–Anak, Terjaring OTT KPK Uang Ijon Proyek Capai Rp9,5 Miliar

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • visibility 156

Kabarjatengterkini.com- Kekompakan antara ayah dan anak sejatinya merupakan hal positif dalam kehidupan keluarga. Namun, makna tersebut berubah ketika soliditas digunakan untuk menggerogoti keuangan negara.

Inilah yang diduga terjadi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang.

Keduanya terjaring OTT KPK terkait dugaan penerimaan suap berupa uang ijon proyek yang bahkan belum ada. Dalam perkara ini, Ade Kuswara dan HM Kunang diduga menerima uang muka proyek senilai Rp9,5 miliar. KPK pun menetapkan keduanya sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa proyek yang dimaksud sejatinya baru direncanakan untuk dikerjakan pada tahun-tahun mendatang. Uang yang diterima Ade disebut sebagai uang jaminan atau ijon atas paket proyek yang belum berjalan sama sekali.

“Setelah dilantik pada akhir tahun 2024, saudara ADK kemudian menjalin komunikasi dengan saudara SRJ yang merupakan kontraktor yang biasa mengerjakan proyek di Kabupaten Bekasi.

Karena proyeknya belum ada, maka dibicarakan proyek-proyek tahun 2026 dan seterusnya, namun saudara ADK sudah sering meminta sejumlah uang,” ujar Asep di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Uang Ijon Diserahkan Empat Kali

Asep mengungkapkan, praktik penerimaan uang ijon proyek tersebut dilakukan sebanyak empat kali. Proses penyerahan uang dilakukan melalui sejumlah perantara untuk mengaburkan aliran dana.

“Total uang ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK dan HMK mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” kata Asep.

Dalam operasi senyap tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp200 juta. Uang tersebut ditemukan di rumah pribadi Ade Kuswara Kunang dan diduga merupakan bagian dari setoran ijon proyek.

“Dalam kegiatan tertangkap tangan ini, KPK mengamankan barang bukti di rumah ADK berupa uang tunai senilai Rp200 juta,” ungkap Asep.

Menurut KPK, uang tunai tersebut merupakan sisa dari setoran ijon keempat yang diberikan oleh kontraktor SRJ kepada Ade Kuswara melalui perantara.

Aliran Dana Tambahan Rp4,7 Miliar

Tak hanya itu, KPK juga mengungkap adanya penerimaan lain yang diterima Ade Kuswara sepanjang tahun 2025. Nilainya mencapai Rp4,7 miliar dan diduga masih berkaitan dengan praktik permintaan uang proyek.

KPK menyebut, permintaan dan penerimaan uang ijon proyek dilakukan Ade melalui perantara ayahnya, HM Kunang. Sejak Desember 2024 hingga Desember 2025, Ade secara rutin meminta uang ijon paket proyek kepada kontraktor SRJ dengan melibatkan sang ayah.

“Sejak Desember 2024 sampai Desember 2025, ADK rutin meminta ijon paket proyek kepada SRJ melalui perantara saudara HMK,” ujar Asep.

HM Kunang disebut tidak hanya bertindak atas permintaan Ade, tetapi juga kerap meminta uang secara inisiatif pribadi. Bahkan, Kunang juga meminta uang kepada sejumlah dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Posisi HM Kunang sebagai ayah dari Bupati Bekasi, sekaligus kepala desa, diduga membuatnya memiliki akses dan kedekatan dengan berbagai pihak. Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan dalam permintaan uang ijon proyek.

“Karena ada hubungan keluarga, orang-orang melihat bisa melalui HMK. Pendekatan pun banyak dilakukan lewat HMK,” jelas Asep.

Sikap PDIP: Tanggung Jawab Pribadi

Kasus OTT KPK ini turut menyeret perhatian terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengingat Ade Kuswara Kunang merupakan kader partai tersebut. PDIP pun angkat bicara terkait penangkapan kadernya.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menegaskan bahwa partai menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Menurutnya, sikap PDIP berlaku sama terhadap semua kader yang tersandung masalah hukum.

“Secara prinsip PDI Perjuangan menghormati semua proses hukum, termasuk kasus yang terjadi pada kader PDI Perjuangan, seperti yang terjadi pada Bupati Bekasi,” kata Andreas, Jumat (19/12/2025).

Andreas mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah berulang kali mengingatkan kader agar menjauhi praktik korupsi. Namun, peringatan tersebut kerap diabaikan oleh oknum tertentu.

Ia menegaskan bahwa korupsi bukan ajaran partai dan jika ada kader yang terjerat kasus hukum, hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

“Partai tidak pernah mengajarkan kadernya untuk korupsi. Jika terjadi kasus seperti ini, tentu itu adalah tanggung jawab pribadi,” tegasnya.

Meski demikian, PDIP juga menyampaikan kritik halus kepada KPK agar bersikap adil dan konsisten dalam pemberantasan korupsi, tanpa tebang pilih.

“Masyarakat melihat masih banyak indikasi kasus besar yang seharusnya ditindaklanjuti, namun justru lenyap begitu saja,” pungkas Andreas.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • realisasi

    Realisasi PNBP ATR/BPN Capai Rp 2,63 Triliun per 12 November 2025, Setara 82,12 Persen dari Target

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 2,63 triliun hingga 12 November 2025. Capaian ini setara 82,12 persen dari target PNBP tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah. Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyampaikan bahwa hingga pertengahan November, tren penerimaan masih menunjukkan peningkatan […]

  • Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro

    Perbaikan Jalan Rusak Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Blora, Kabarjatengterkini.com – Perbaikan jalan raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora sudah masuk tahapan lelang. Jalan tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga pengerjaan proyek menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Adapun anggaran yang disiapkan mencapai Rp5,276 miliar pada tahun 2026. Anggaran itu dialokasikan untuk menangani perbaikan ruas jalan yang rusak berat di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung. […]

  • macaroni

    5 Tips Jitu Bikin Macaroni Schotel Super Creamy Seperti di Kafe

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Macaroni schotel adalah salah satu hidangan yang digemari banyak orang karena rasanya yang gurih, creamy, dan mengenyangkan. Menu ini cocok disajikan untuk acara keluarga, pesta ulang tahun, hingga bekal sekolah anak. Namun, banyak orang mengeluhkan bahwa macaroni schotel buatan mereka cenderung kering dan kurang lembut. Kalau kamu salah satunya, jangan khawatir! Dalam artikel […]

  • fitur

    5 Fitur AI Paling Sering Dipakai di Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Samsung kembali memimpin inovasi di segmen ponsel lipat (foldable) dengan perilisan Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7. Dua perangkat ini bukan hanya hadir dengan desain canggih dan layar fleksibel, tetapi juga menyematkan beragam fitur AI canggih yang menjawab kebutuhan produktivitas, kreativitas, dan interaksi cerdas sehari‑hari. Berikut adalah 5 fitur AI paling sering dipakai, hasil rangkuman dari […]

  • Ayah di Bekasi Lecehkan Anak Tirinya, Korban Sampai Takut Pulang

    Ayah di Bekasi Lecehkan Anak Tirinya, Korban Sampai Takut Pulang

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Seorang ayah di Cikarang Selatan, Bekasi tega melecehkan anak tirinya sendiri. Pelaku berinisial RS (41) bahkan melakukan pelecehan terhadap korban NAS (13) berkali-kali sejak korban masih berada di bangku SD. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra mengatakan bahwa pelecehan yang terakhir kali dilakukan pada Februari 2025. “Peristiwa tersebut diketahui sekitar […]

  • imip

    Siapa Pemilik PT IMIP? Bandara Tanpa Otoritas Negara Bikin Heboh

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi sorotan publik setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi lokasi pada 19 November 2025. Sjafrie terkejut mengetahui bahwa bandara tersebut beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara, termasuk petugas keamanan, bea cukai, dan imigrasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola dan pengawasan di salah satu kawasan […]

expand_less