Pemkot Semarang Matangkan Pembangunan Pos Pemantauan di Kawasan Tanjakan Silayur
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- visibility 15

Foto: Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan (Sumber: Dishub Kota Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan penanganan jangka panjang guna mencegah kecelakaan di Tanjakan Silayur. Pasalnya, masyarakat menilai sering terjadi laka lantas di wilayah tersebut.
Komitmen jangka panjang tersebut berupa penguatan sistem kontrol dan pengawasan kendaraan angkutan barang yang melintas di pos pemantauan permanen.
Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Semarang saat ini tengah mematangkan pembangunan pos tersebut. Nantinya, pos pemantauan akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) dan pengawasan 24 jam.
“Kami ingin memastikan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada respons insiden saja, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan.
Petugas di pos tersebut akan memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan angkutan, status KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan secara langsung. Seluruh upaya tersebut diharapkan bisa menekan potensi risiko kecelakaan di jam-jam rawan.
Pihaknya juga mendorong perusahaan angkutan melakukan edukasi terhadap para pengemudi terkait pentingnya kondisi kendaraan sebelum pemberangkatan. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan pengemudi menguasai teknik berkendara, medan jalan yang dilalui, serta disiplin berkendara di jalan.
“Keselamatan di Silayur membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, operator angkutan, hingga pengemudi,” tutup Danang.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi di kawasan Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Rabu (13/5/2026) dini hari. Kecelakaan terjadi lantaran truk gagal menanjak di jalan yang menanjak, hingga meluncur mundur dan berhenti di area sekitar SPBU Silayur.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Menurut pemeriksaan awal, truk mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi.
“Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur,” jelas Danang. (Adv)
- Penulis: Anisya Gusti

