Heboh Kemunculan Situs Palsu SPMB Kota Solo Jelang Tahun Ajaran Baru
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 12

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Heboh situs palsu terkait Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Solo menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Namun, situs itu tidak menampilkan foto Wali Kota Solo, melainkan Wali Kota Riau.
Sebagai informasi, laman website tersebut menggunakan alamat seperti sd.spmbsolo.com, smp.spmbsolo.com, spmb.smpn1surakarta.com, dan spmb.sman1surakarta.com. Situs-situs tiruan tersebut bahkan menempati hasil pencarian tertinggi.
Pemerintah Kota Solo turut menanggapi kemunculan banyaknya situs SPMB palsu tersebut. Laman pendaftaran palsu itu diketahui sudah ada sejak beberapa bulan lalu dan diduga merupakan modus penipuan.
“Sebenarnya upaya scamming itu sudah lama sebelum SPMB dimulai. Yang terakhir kemarin SMP Negeri 1 Surakarta,” kata Kepala Disdik Kota Solo, Dwi Aryatno, Jumat (5/6/2026), dikutip CNN Indonesia.
Dwi mengatakan, situs-situs itu dibuat menyerupai laman resmi pendaftaran siswa baru yang dikelola oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran sekolah negeri di Kota Solo dilakukan satu pintu lewat website resmi dari Dinas Pendidikan.
Lebih lanjut, laman web resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo selalu menggunakan domain surakarta.go.id, serta laman khusus pendaftaran siswa baru menggunakan alamat spmb.surakarta.go.id, bukan domain komersial.
“Seakan-akan dia membuka pendaftaran dengan menyertakan biaya tertentu. Padahal SPMB di Kota Surakarta itu kan prosesnya jadi satu. Semua sekolahan baik SMP, SD, maupun PAUD itu satu web atau satu alamat, satu portal,” terangnya.
“Kita pastikan bahwa alamat yang resmi yang kita gunakan adalah spmb.surakarta.go.id. Selalu diakhiri surakarta.go.id. Kalau .com atau yang lain-lain itu alamat web-nya dipastikan palsu,” lanjut dia.
Sampai saat ini, belum ada korban penipuan dengan kerugian materiil akibat kemunculan situs-situs palsu tersebut. Meski demikian, Disdik Kota Solo sempat mendapat laporan dari masyarakat dengan menyertakan bukti screenshot.
“Kalau sampai keluar uang, tidak ada. Karena mereka kebetulan kan ragu karena tampilannya itu tidak sesuai. Gambarnya bukan Pak Respati (Wali kota Solo). Terus mereka konfirmasi ke Dinas Pendidikan menyertakan bukti screenshot,” kata dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

