Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Teror Pembakaran Rumah di Karangawen Demak: Identitas Pelaku Mengarah pada Residivis Dendam Lama

Teror Pembakaran Rumah di Karangawen Demak: Identitas Pelaku Mengarah pada Residivis Dendam Lama

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 62

Kabarjatengterkini.com– Kasus teror pembakaran dua rumah di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, yang sempat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan viral di berbagai platform media sosial, kini mulai menemukan titik terang.

Pihak kepolisian dari jajaran Polres Demak bersama Polda Jawa Tengah dilaporkan telah berhasil mengantongi identitas lengkap terduga pelaku yang dituding berada di balik aksi kriminal berbahaya tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, terduga pelaku diketahui merupakan seorang pria berinisial AI. Pemuda tersebut diduga kuat nekat melakukan aksi pembakaran rumah sebagai bentuk balas dendam pribadi yang telah dipendam sejak lama.

Hubungan masa lalu yang kelam antara AI dengan salah satu anak korban disinyalir menjadi pemicu utama di balik tindakan nekat yang meresahkan warga Kabupaten Demak dalam sepekan terakhir.

Pembakaran ini menyasar hunian milik tokoh dan mantan birokrat setempat, yang memicu kekhawatiran meluas di kalangan masyarakat. Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa AI baru saja menghirup udara bebas sekitar dua minggu yang lalu.

Sebelumnya, ia harus mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan sepanjang tahun 2025 akibat terlibat kasus hukum yang melibatkan anak dari salah satu korban pembakaran. Kendati identitasnya telah teridentifikasi secara jelas oleh penyidik, keberadaan AI saat ini masih menjadi misteri dan tengah diburu oleh tim gabungan bersenjata lengkap.

Akar Masalah: Konflik Penganiayaan Tahun 2025

Kapolsek Karangawen, AKP Mujiyono, memberikan konfirmasi resmi mengenai perkembangan mutakhir dari kasus ini pada Minggu (7/6/2026).

Dirinya memaparkan bahwa kesimpulan sementara mengenai keterlibatan AI didapatkan setelah penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang mendalam, mengumpulkan barang bukti fisik, serta mencocokkannya dengan keterangan sejumlah saksi kunci di lokasi kejadian.

“Indikasi kuat mengarah pada motif balas dendam pribadi. Anak dari korban pemilik rumah yang dibakar tersebut diketahui pernah berselisih paham hingga terlibat konflik fisik yang cukup serius dengan terduga pelaku AI pada tahun 2025 silam,” urai AKP Mujiyono kepada awak media.

AKP Mujiyono menjelaskan secara lebih terperinci bahwa anak kedua dari korban pernah terlibat perselisihan bersenjata atau penganiayaan dengan AI.

Kasus penganiayaan berat itu kemudian bergulir ke ranah hukum hingga akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara kepada AI. Terpentalnya AI ke balik jeruji besi rupanya menyisakan dendam membara yang tidak kunjung padam hingga ia menyelesaikan masa hukumannya.

Ancaman Sebelum Bebas dan Rekaman Kamera CCTV

Dugaan bahwa AI merupakan otak sekaligus eksekutor pembakaran semakin diperkuat oleh kesaksian dari lingkungan sekitar tempat tinggal korban. Beberapa saksi mata membeberkan kepada penyidik bahwa sebelum mendekam di penjara, AI sempat melontarkan ancaman verbal yang sangat mengerikan.

Ia bersumpah akan mencari dan membalas dendam kepada korban serta saksi-saksi yang telah membuatnya meringkuk di sel tahanan.

“Saat proses persidangan di pengadilan tahun lalu, terduga pelaku ini memang sempat melontarkan ancaman terbuka.

Intinya, dia menyatakan kalau sudah keluar dari penjara nanti, dia akan menuntut balas. Ancaman itu diarahkan langsung kepada pihak korban dan saksi-saksi yang memberatkannya,” tambah Kapolsek Karangawen. Kesaksian tersebut kini menjadi salah satu pilar utama polisi dalam menyusun konstruksi hukum perkara ini.

Aksi keji pembakaran itu sendiri melanda dua lokasi berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan pada Selasa (2/6/2026) dini hari.

Rumah pertama yang menjadi sasaran amuk api adalah milik seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terletak di Desa Tlogorejo. Sementara lokasi kedua merupakan kediaman milik mantan Kepala Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen.

Pembakaran di rumah pensiunan PNS Desa Tlogorejo bahkan terekam dengan sangat jelas oleh kamera CCTV yang terpasang di sudut halaman. Dalam rekaman video yang mendadak viral di jagat maya tersebut, terlihat seorang pria misterius yang mengenakan penutup wajah (balaclava) mendekati teras rumah secara senyap.

Pria itu kemudian menyiramkan cairan bahan bakar ke lantai dan pintu, menyulutnya dengan korek api hingga kobaran besar tercipta, lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor matic.

Polisi Bentuk Tim Gabungan Guna Buru Pelaku

Beruntung, aksi teror di kedua desa tersebut tidak sampai merenggut korban jiwa maupun luka-luka. Keberadaan api yang mulai membesar di teras rumah korban segera disadari oleh tetangga sekitar yang kebetulan belum tidur.

Dengan sigap, warga bergotong-royong memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya sebelum si jago merah sempat merambat ke bagian dalam bangunan utama rumah.

Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap AI masih terus diintensifkan secara masif. Pihak Polsek Karangawen telah berkoordinasi secara ketat dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak serta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah.

Kendati demikian, polisi mengaku sempat membentur dinding tebal dalam mendeteksi keberadaan pelaku.

“Kami sudah melakukan upaya mapping atau pemetaan terhadap beberapa alamat yang diduga kuat menjadi tempat persembunyian pelaku. Namun saat digerebek, rumah-rumah tersebut dalam keadaan kosong.

Selain itu, pelacakan melalui perangkat elektronik dan sinyal seluler juga belum membuahkan hasil. Pelaku tampaknya sengaja mematikan seluruh alat komunikasi untuk memutus jejak digitalnya,” kata AKP Mujiyono mengakui adanya kesulitan teknis di lapangan.

Guna mengantisipasi terjadinya aksi teror susulan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, Kapolsek Karangawen mengimbau kepada seluruh korban dan keluarga besarnya untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Pihak kepolisian juga meminta perangkat desa setempat untuk menghidupkan kembali kegiatan ronda malam atau siskamling secara ketat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial demi mempersempit ruang gerak pelaku kriminal yang berniat melakukan tindakan destruktif di wilayah hukum Karangawen, Demak.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Hotline 110, Polri Bakal Tindak Ormas yang Minta-minta THR

    Lewat Hotline 110, Masyarakat Bisa Adukan Ormas yang Minta-minta THR Jelang Idulfitri

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Polri membuka layanan pengaduan bagi masyarakat atau pengusaha jika mendapati adanya aksi premanisme ormas dengan modus minta-minta THR secara paksa menjelang Idulfitri 1447 Hijriah mendatang. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, aduan tersebut bisa disampaikan lewat hotline Polri 110.  Berdasarkan aduan yang masuk, nantinya, Polri akan melakukan tindakan cepat, tepat, dan terukur jika memang […]

  • Rembang Expo Digelar Hingga Kamis di Gedung Balai Kartini, Ada Produk UMKM

    Rembang Expo Digelar Hingga Kamis di Gedung Balai Kartini, Ada Produk UMKM

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Rembang Expo kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Rembang ke-284. Acara ini diadakan di Gedung Balai Kartini mulai Jumat (25/7/2025) hingga Kamis (31/7/2025). Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang turut menggandeng para pelaku UMKM untuk memeriahkan acara. Di sana, pelaku UMKM bebas mempromosikan produknya, sekaligus […]

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno

    Sebelum ke Pusat, Usulan Pemekaran Kabupaten Brebes Harus Disetujui di Tingkat DPRD Provinsi

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Usulan pemekaran Kabupaten Brebes melalui pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Brebes Selatan sudah dalam tahap pembahasan di DPRD Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno. Ia menyebutkan, kajian pemerintah provinsi menyatakan bahwa persyaratan awal pembentukan daerah baru sudah terpenuhi, sehingga tahap selanjutnya memperoleh persetujuan DPRD Jateng. “Persyaratan […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi Tahun 2026”/semarangkota

    Walkot Agustina Apresiasi Seluruh Pihak yang Turut Kawal Kondusivitas Semarang

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah turut mengawal kondusivitas Semarang. Mulai dari jajaran Polrestabes Semarang, Kodim 0733, hingga seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, dengan kesolidan ini, stabilitas Kota Semarang sepanjang perayaan Lebaran juga bisa terwujud. “Dengan pengamanan yang solid ini, kami optimis stabilitas Kota Semarang tetap terjaga […]

  • Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    Ribuan Hektare Sawah di Jepara Gagal Panen, Kerugian Belum Bisa Diklaim Asuransi Pertanian

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jepara, Kabarjatengterkini.com – Ribuan hektare sawah di Jepara gagal panen hingga terancam kerugian hingga Rp25,2 miliar karena bencana banjir yang melanda sejak pertengahan Januari 2026. Mirisnya, kerugian tersebut belum bisa diklaim lewat asuransi pertanian. Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara per 21 Januari, total lahan sawah terdampak banjir capai 3.921 hektare. […]

  • Kondisi Memprihatinkan Bangunan Sekolah SDN 2 Ketaon Boyolali

    Kondisi Memprihatinkan Bangunan Sekolah SDN 2 Ketaon Boyolali

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bangunan sekolah SDN 2 Ketaon, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, dinilai memprihatinkan. Pasalnya, ada tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan pada rangka atap. Kepala SDN 2 Ketaon Wahyudi mengatakan bahwa kerusakan sudah berlangsung sekitar satu tahun. Adapun bagian yang rusak merupakan penyangga konstruksi atap dan plafon yang dinilai sudah lapuk termakan usia. “Untuk […]

expand_less