Agustina Perkenalkan Semarang Sebagai Daerah dengan Ragam Budaya yang Harmonis
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026
- visibility 10

Foto: Agustina saat menghadiri Gelar Seni dan Budaya Kota Semarang “Harmoni Semarang” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memperkenalkan daerahnya sebagai kota pelabuhan yang mempertemukan berbagai budaya nusantara yang bersatu-padu membentuk harmoni.
Hal ini disampaikan olehnya saat menghadiri Gelar Seni dan Budaya Kota Semarang “Harmoni Semarang” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, yang digelar pada hari Minggu (21/6/2026).
“Kota Semarang hari ini hadir sebagai duta yang membawa cerita panjang kota pelabuhan yang tumbuh dari pertemuan budaya Jawa, Tionghoa, Arab, yang disebut nusantara,” kata Agustina.
Ia mengingatkan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam membangun kota yang modern tanpa menghilangkan identitas di masyarakat. Sejarah dan budaya daerah bisa menjadi daya tarik pariwisata yang merupakan salah satu aspek untuk mewujudkan pembangunan.
Salah satu sejarah penting yang tidak boleh dilupakan adalah Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran ini menunjukkan pengorbanan dan semangat juang para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan dari para penjajah.
“Pertunjukannya disebut Harmoni Semarang. Gambaran cerita semarang yang riang dengan dolanan bocah, semangat perjuangan Pertempuran Lima Hari di Semarang,” terang Agustina.
Selain itu, budaya Dugderan turut menjadi simbol kebersamaan di daerah. Menurutnya, tradisi ini telah digelar setiap tahun dan mempertemukan warga Semarang, maupun luar daerah yang berasal dari latar belakang agama dan budaya berbeda.
“Hingga Semarak Tradisi Dugderan. Tradisi Dugderan setiap tahun mempertemukan warga lintas agama, dibungkus dengan sebuah tradisi budaya yang luar biasa. Harmoni dari budaya ini harus menghasilkan. Hasilnya adalah sebuah kedamaian dan ketenteraman,” lanjut dia.
Sementara itu, Ketua Umum Pawon Semar, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Hendardji Soepandji, turut mengapresiasi perkembangan Kota Semarang. Menurutnya, Semarang berhasil menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan keharmonisan masyarakat.
“Kami melihat Kota Semarang terus berkembang menjadi kota yang maju, namun tetap menjaga identitas budayanya. Kehidupan seni dan budaya tumbuh, masyarakat hidup rukun dalam keberagaman, dan ini menjadi kekuatan besar bagi kota,” ujar Hendardji. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

