Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dugaan Kekerasan di MNC Tower: Karyawan Mengaku Ditampar hingga Mulut Dimasuki Sepatu

Dugaan Kekerasan di MNC Tower: Karyawan Mengaku Ditampar hingga Mulut Dimasuki Sepatu

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
  • visibility 41

Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan kekerasan di lingkungan kerja kembali menyita perhatian publik. Kali ini, tudingan serius mengarah kepada Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT).

Ia diduga melakukan tindakan kekerasan fisik hingga pelecehan terhadap Sadiah Amir Sussy, yang menjabat sebagai Branch Manager MNC Bank Kantor Cabang MNC Tower.

Peristiwa tersebut mencuat setelah kuasa hukum korban, Sogi Bagaskara, membeberkan kronologi kejadian yang menimpa kliennya saat menghadiri panggilan pemeriksaan internal di MNC Tower.

Kronologi Dugaan Penganiayaan di MNC Tower

Menurut penjelasan Sogi Bagaskara, peristiwa ini bermula ketika Sadiah Amir Sussy dipanggil oleh pihak manajemen terkait adanya dugaan penyalahgunaan dana nasabah. Pemeriksaan internal yang seharusnya berjalan formal dan profesional tersebut justru dikabarkan berubah menjadi ruang intimidasi.

Sogi menyebutkan bahwa di dalam ruangan tersebut, kliennya mengalami serangkaian tindakan kekerasan yang diduga dilakukan langsung oleh HT.

“Di lokasi terjadi penganiayaan. Klien saya ditampar, bahkan mulutnya dimasukkan sepatu milik HT. Itu jelas bentuk kekerasan yang tidak bisa dibenarkan,” ujar Sogi saat memberikan keterangan kepada media pada Rabu (8/7/2026).

Tindakan tersebut dinilai melanggar hukum dan batas kemanusiaan, terlebih terjadi di dalam lingkungan korporasi besar yang seharusnya menjunjung tinggi profesionalisme serta kode etik kerja.

Intimidasi Fisik, Verbal, hingga Dugaan Pelecehan

Lebih lanjut, Sogi mengungkapkan bahwa penderitaan yang dialami Sadiah tidak berhenti pada benturan fisik luar saja. Berdasarkan pengakuan korban, dugaan kekerasan yang diterimanya beruntun, mulai dari intimidasi verbal hingga tindakan yang mengarah pada pelecehan martabat seorang wanita.

Selain ditampar, korban mengaku dipukul, dibentak secara kasar, dan dimaki-maki dengan kata-kata yang tidak pantas. Sogi juga membeberkan poin krusial mengenai adanya dugaan pelecehan dalam ruang pemeriksaan tersebut.

“Intinya sepatu itu sepatunya HT yang dimasukkan ke mulut klien saya, Ibu Susi. Lalu dari kesaksiannya, korban juga dipukul, ditampar, dibentak, dimaki-maki, bahkan disuruh membuka bajunya. Dan itu ada beberapa saksi saat kejadian di MNC Tower,” ungkap Sogi secara gamblang.

Keberadaan saksi-saksi di lokasi kejadian diharapkan dapat menjadi kunci terang benderangnya kasus ini apabila nantinya bergulir ke ranah hukum pidana.

Kuasa Hukum Fokus Pendampingan Psikologis Korban

Meski rentetan dugaan tindak pidana ini tergolong berat, pihak kuasa hukum menyatakan belum melayangkan laporan resmi ke markas kepolisian. Sogi menegaskan bahwa saat ini prioritas utama tim hukum adalah memulihkan kondisi psikologis dan memastikan keselamatan Sadiah Amir Sussy.

Tragedi yang terjadi di lingkungan kerja tersebut menyisakan trauma mendalam bagi korban, sehingga langkah hukum pidana perlu dipersiapkan secara matang dan hati-hati.

“Saya belum proses hukum dulu. Sekarang saya fokus kawal dan dampingi klien saya,” jelas Sogi.

Pihaknya memastikan bahwa laporan polisi (LP) pasti akan dibuat begitu kondisi kliennya dinilai benar-benar siap dan stabil untuk menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian.

“Nanti setelah siap, kami akan buat laporan polisi. Setelah LP masuk, baru kami akan sampaikan secara terbuka,” tegasnya menambahkan.

Sogi mengonfirmasi bahwa perkara ini berkaitan erat dengan dinamika internal serta lingkungan kerja korban di MNC Bank. Namun, ia memilih menutup rapat rincian subtansi lainnya hingga dokumen laporan resmi telah terbit dari pihak kepolisian.

Hak Jawab MNC Group dan Respons Pihak Terkait

Kasus ini memiliki dua dimensi yang saling berkaitan. Di satu sisi, terdapat isu hukum terkait dugaan pelanggaran manajerial perbankan, dan di sisi lain terdapat dugaan tindak pidana kekerasan individu.

Berdasarkan rilis hak jawab yang dikeluarkan terpisah oleh MNC Group, pihak manajemen membenarkan bahwa Sadiah Amir Sussy saat ini memang sedang menjalani proses pemeriksaan internal. Pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus pengambilan atau penyalahgunaan dana di MNC Bank.

Hingga artikel ini diturunkan, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Hary Tanoesoedibjo maupun perwakilan humas MNC Group guna mendapatkan klarifikasi berimbang mengenai tuduhan kekerasan fisik dan pelecehan yang dilayangkan oleh pihak Sadiah.

Pesan singkat dan upaya hubung via telepon juga sudah dikirimkan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo. Namun, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi lanjutan dari pihak HT terkait tudingan yang disampaikan oleh Sogi Bagaskara tersebut. Kasus ini pun terus bergulir dan memicu perbincangan hangat di ruang publik mengenai perlindungan pekerja di sektor industri perbankan dan korporasi kakap.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Upayakan Pengembangan Wisata Dieng dengan Aglomerasi

    Pemprov Jateng Upayakan Pengembangan Wisata Dieng dengan Aglomerasi

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Kawasan Dieng di Kabupaten Banjarnegara menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Maka dari itu, pemerintah provinsi terus mendorong pengembangannya guna meningkatkan ekonomi dan pariwisata lokal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan pengembangan kawasan Dieng dapat dilakukan dengan meningkatkan infrastruktur penunjang dan destinasi pendukung. Menurutnya, ini bisa menarik lebih banyak […]

  • jateng

    Cegah Diskriminasi Antarsantri, Pesantren di Jateng Diminta Tekankan Inklusivitas

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pesantren yang berdiri di Jawa Tengah diminta menekankan inklusivitas dan ramah anak. Hal ini ditujukan untuk mencegah adanya tindakan perundungan, kekerasan, serta perilaku diskriminasi. “Pesantren ramah anak prinsipnya adalah dipastikan bahwa pesantren itu memprioritaskan kepentingan anak sendiri,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Forum Anak Nasional (FAN) […]

  • rembang

    Perpustakaan Umum Rembang Berencana Tambah Koleksi Buku Tahun Depan

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang, pada  tahun 2026, berencana menambah koleksi buku bacaan. “Sehingga kami bersabar dan Alhamdulillah di tahun 2026 InsyaAllah ada anggaran untuk pengadaan buku itu,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan. Sholchan menyampaikan, di tahun 2025, penambahan buku dinilai belum maksimal karena terkendala anggaran. “Jelas […]

  • mikroplastik

    Risiko Mikroplastik dan Bahan Kimia Berbahaya dari Botol Plastik di Tempat Panas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Penggunaan botol plastik sebagai wadah minuman sehari-hari memang sangat praktis dan populer. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa menyimpan botol plastik di tempat yang panas dapat menyebabkan kontaminasi mikroplastik dan bahan kimia berbahaya ke dalam minuman yang kita konsumsi. Temuan ini menjadi perhatian penting bagi kesehatan masyarakat dan mengingatkan kita untuk lebih bijak dalam […]

  • Harga Garam Industri Tembus Rp2.500 per Kg, Petambak Tradisional Pati Kian Tertinggal

    Harga Garam Industri Tembus Rp2.500 per Kg, Petambak Tradisional Pati Kian Tertinggal

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Pati, kabarjatengterkini.com – Kesenjangan harga garam antara produksi industri dan tambak petani makin terasa di Kabupaten Pati. Mengingat, harga garam industri kini mencapai Rp2.500 per kilogram, jauh melampaui harga garam petambak tradisional yang masih berkisar Rp1.500 – Rp1.700 per kilogram. Petugas Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Bidang P3KP DKP Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi, menyebutkan bahwa garam […]

  • reuni

    Jokowi Hadiri Reuni Kehutanan UGM Angkatan ’80 di Tengah Isu Ijazah Palsu

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980 yang digelar Sabtu (26/7) pagi. Kegiatan ini berlangsung di kampus UGM Yogyakarta dengan tema bertajuk “SPIRIT 80: Guyub, Rukun, Migunani”. Kehadiran Jokowi menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, tetapi […]

expand_less